Home Berita Pemilwa Fakultas Kedokteran di Tiga Tempat Berbeda

Pemilwa Fakultas Kedokteran di Tiga Tempat Berbeda

165
0
SHARE

ManifesT – Malang (05/12), Pemilihan Mahasiswa Wilayah (Pemilwa) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 05 Desember 2018, berlangsung di tiga titik yaitu di gedung A, gedung B dan Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) yang disesuaikan berdasarkan program studi di FK UB. Pemilihan tahun ini diikuti oleh 13 calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dimana hanya 11 calon dari DPM dan 1 pasangan calon presiden BEM yang akan terpilih. Pemilwa FK UB diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Fakultas (KPF) yaitu instansi yang khusus dibentuk untuk menjalankan rangkaian pemilwa FK UB.

Tempat Pemungutan Suara yang terletak di RSSA hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang sedang praktik di Rumah sakit, jadi tidak ada alasan bagi mahasiswa FK UB yang tidak bisa datang ke kampus untuk tidak memilih pada ada pemilwa. Sedangkan untuk mahasiswa program studi farmasi dan keperawatan dilaksanakan di gedung A dan mahasiswa program studi pendidikan dokter dan kebidanan di gedung B FK UB, hal ini cukup menarik karena di fakultas lain tidak menerapkan sistem pemilihan dengan 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam hal ini, Fakultas Kedokteran berani mengambil resiko karena tentunya dengan membagi tempat pemilihan menjadi tiga lokasi akan mempersulit koordinasi panitia, tetapi panitia FK dapat mengatasi hal tersebut dan tidak ada kendala terkait koordinasi selama Pemilwa FK berlangsung.

Proses persiapan pemilwa FK UB dimulai dengan pendaftaran calon panitia KPF pada bulan September. Proses pendaftaran para calon dimulai dengan pengambilan formulir, kemudian dilakukan tes “Fit And Proper Test” sebagai salah satu prosedur bagi semua calon yang mendaftarkan diri. Lalu terkait proses Debat Pemilwa dilakukan dua kali, yaitu debat terbuka dan debat tertutup. Debat terbuka dihadiri oleh Presiden BEM FK UB, Koordinator DPM FK UB serta ketua lembaga otonom yang ada di FK UB. Debat tertutup dihadiri oleh jajaran dekan dan dosen Fakultas Kedokteran.

Sistem pemilihan yang digunakan adalah sistem e-vote pada Pemilwa maupun Pemira. “Para calon DPM maupun presiden BEM bersaing menggunakan cara sehat sesuai peraturan yang dibuat oleh panitia penyelenggara” ujar Rifqy koordinator divisi Hubungan Masyarakat (Humas) , dengan kata lain tidak ada yang melanggar peraturan Pemilwa. Koordinasi dari panitia penyelenggara Pemilwa di FK UB dengan panitia pusat berjalan dengan baik. Daftar pemilih tetap dari mahasiswa Fakultas Kedokteran diperkirakan sekitar 2000 mahasiswa. Dan tahun ini, antusiasme dari pemilih, cukup tinggi. Kondisi demikian sangat diharapkan guna terus memajukan kehidupan kampus dan memaksimalkan peran mahasiswa melalui penyelenggaran kegiataan kemahasiswaan secara demokratis. (Dna/Pad/Cdr/Nco)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here