Home Berita Rayakan Pesta Demokrasi Kampus, Pemilwa FEB Tahun Ini Gunakan Sistem Pemilihan Parsial

Rayakan Pesta Demokrasi Kampus, Pemilwa FEB Tahun Ini Gunakan Sistem Pemilihan Parsial

193
0
SHARE

ManifesT – Malang (5/12), Tepat pada hari ini Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) merayakan pesta demokrasinya dengan cara Pemilihan Mahasiswa Wilayah (Pemilwa). Untuk tahun ini Pemilwa dan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) dilaksanakan bersamaan. Sedangkan Pemilwa di setiap fakultas sendiri juga dilaksanakan serentak satu universitas.

Untuk tempat pelaksanaan Pemilwa di FEB tahun ini dilaksanakan di dalam ruangan tidak di luar ruangan. “Kalau yang tahun kemarin kan di lapangan, di outdoor. Kalau sekarang disini” kata Wintang mahasiswa FEB angkatan 2017. Selanjutnya ia juga mengatakan bahwa, pelaksanaan Pemilwa FEB tahun ini aman dan tentram, tidak ada ricuh. “Kalau di FEB gak rusuh sih, cuma ada OA aja biasa”. Farhan Adi selaku ketua pelaksana juga mengatakan “Kalau di FEB sendiri sih untuk tim sukses tidak melakukan intimidasi ke kita, jadi milih normal-normal saja seperti selayaknya. Gak ada sama sekali lah kayak gitu”.

Sosialisasi yang diberikan oleh panitia untuk Pemilwa hari ini terstruktur dengan baik, panitia juga memberikan cara  untuk memberikan hak suara di TPS fakultas mereka masing – masing. “Sosialisasinya dikasih tahu cara untuk kasih vote, cuma gak terlalu efektif” kata maba FEB. Hal ini dibuktikan bahwa, mereka mahasiswa baru merasa kebingungan untuk langkah – langkah Pemilwa ini. Lalu mereka juga menambahkan bahwa dari pihak panitia terlalu lama memberi waktu untuk mahasiswa yang sedang ada di bilik suara, sehingga waktu yang digunakan tidak efektif. Para panitia juga dianggap kurang cekatan dalam menertibkan antrean para pemilih.

Pada tahun ini, Pemilwa yang diadakan di FEB menggunakan sistem pemilihan parsial, yaitu menggunakan teknologi E-vote tetapi juga masih menggunakan kertas. Sistem pemilihan E-vote sendiri masih perdana dilaksanakan di FEB. Sedangkan untuk surat suaranya pihak panitia menyediakan kurang lebih sekitar 1.900 surat suara. Tetapi target mereka hanya sekitar 1.500 – 1.900 suara. Kendala dari sistem E-vote ini sendiri dirasakan oleh pihak panitia pada saat hari H pemilwa dilaksanakan. “ Kalau kesulitan koordinasi sendiri terjadi saat hari  H, untuk sebelumnya tidak terjadi apa-apa. Koordinasi secara langsungnya masih ada beberapa kendala termasuk server yang down dan juga mekanisme nya” tutur Farhan selaku ketua pelaksana.(/yan, /gga, /pia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here