Home Berita Lika-liku Pindah Pilih di Kota Malang

Lika-liku Pindah Pilih di Kota Malang

191
0
SHARE

ManifesT-Malang (11/2) Pada siang hari ini, telah dilaksanakan aksi dari sejumlah perwakilan Eksekutif Mahasiswa (EM) dan beberapa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas dari Universitas Brawijaya (UB) ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Malang. Aksi ini dimaksudkan untuk mengadvokasikan perihal pindah pilih bagi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Malang. Aksi ini dilakukan karena banyak mahasiswa yang berasal dari luar Kota Malang terancam tidak dapat memilih (golput) apabila mereka tidak mengurus formulir A5.

Aksi ini diikuti oleh beberapa mahasiswa yang menuntut agar KPUD  mengizinkan pihak kampus agar mengkolektifkan pembuatan form A5 di dalam kampus. Tuntutan dari aksi ini bukanlah hal yang baru mengingat beberapa kampus seperti  Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sudah terlebih dahulu melakukan aksi serupa dan berhasil. Sehingga mahasiswa di kampus tersebut dapat mengurus pindah pilih secara kolektif. Berbeda dengan IPB dan UI yang berhasil, saran dari UB langsung ditolak mentah-mentah oleh KPUD Kota Malang.

Aminah Asminingtyas, S.P., selaku perwakilan dari KPUD Kota Malang, memaparkan alasan tidak bisanya pengurusan A5 diwakilkan atau dikolektifkan. “Pengurusan A5 tidak dapat diwakilkan karena KPUD khawatir data yang diminta akan disalahgunakan”, ujar Kepala Divisi Logistik dan Keuangan ini. Kemudian salah seorang perwakilan mahasiswa menyarankan agar KPUD terjun langsung ke dalam kampus untuk memberikan pelayanan form A5. Saran ini ditolak lagi oleh pihak KPUD, hal ini dikarenakan kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki KPUD untuk melakukan pelayanan tersebut.  KPUD memberikan opsi agar mahasiswa mengurus form A5 di petugas pemungutan suara (PPS) dengan berjanjian dengan petugas untuk pembuatan form A5  dikarenakan waktu pembuatan form A5 yang tinggal beberapa hari lagi (17/2). Adapun alasan pembuatan form A5 yang hanya beberapa bulan saja karena harus direkapnya data pemindahan daftar pemilih tetap (DPT) dari daerah asal ke Kota Malang.

Dalam kebijakannya, form A5 sendiri ada beberapa perbedaan bagi pemilih di luar Jawa Timur dan pemilih yang masih dalam satu provinsi dengan Kota Malang ini. Apabila pemilih memiliki DPT yang masih satu provinsi dengan Kota Malang, maka dapat memilih Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dewan Perwakilan Daerah, Presiden.  Sedangkan yang memiliki DPT diluar Jawa Timur hanya dapat memilih Presiden. Terkait hal ini KPUD telah mensosialisasikannya melalui Relawan Demokrasi  yang beranggotakan sekitar 55 orang. (tib/gga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here