Home Berita TOLAK KEKERASAN SEKSUAL DI MALANG, PELAKU PERLU SANKSI PENEGASAN

TOLAK KEKERASAN SEKSUAL DI MALANG, PELAKU PERLU SANKSI PENEGASAN

122
0
SHARE

ManifesT-Malang (18/02), Sejak pagi terlihat kerumunan massa memenuhi halaman depan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang. Massa tidak hanya berasal dari kelompok mahasiswa, namun tampak beberapa golongan masyarakat yang didominasi oleh ibu-ibu turut pula dalam barisan massa aksi untuk ikut menyuarakan aspirasi. Massa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual Kota Malang ini diikuti oleh beberapa organisasi mahasiswa Koalisi Cipayung dan juga  kelompok aktivis perempuan seperti dari Women Crisis Center Dian Mutiara Kota Malang. Aksi ini merupakan tanggapan atas peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru berinisial IM terhadap murid-muridnya di SDN 3 Kauman Kota Malang.

Massa aksi membawa sepuluh tuntutan yang ditujukan langsung kepada Disdik Kota Malang. Mereka diterima oleh Ibu Zubaedah selaku Kepala Disdik Kota Malang. Setelah tuntutan massa ini ditanggapi, aksi dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas yang diserahkan massa aksi kepada Kepala Disdik Kota Malang. Pakta ini merupakan simbol bahwa Disdik Kota Malang yang dalam hal ini sebagai institusi yang berwenang, sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai hukum yang ada.

Aksi juga diwarnai dengan orasi dari masing-masing perwakilan organisasi yang tergabung di Aliansi Masyarakat Tolak Kekerasan Seksual Kota Malang sebagai bentuk protes terhadap tindakan pemerintah yang dianggap kurang tegas terhadap permasalahan ini. Walau begitu, aksi berjalan damai tanpa kerusuhan yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Massa aksi bisa mengelola emosi mereka sehingga tidak terjadi hal-hal yang berlawanan dengan hukum. Massa juga meneriakkan tuntutan mereka agar Disdik segera memecat oknum guru yang saat ini hanya dikenakan sanksi administratif. Mereka berpendapat bahwa sanksi administratif di kemudian hari akan berpotensi mengakibatkan kejadian seperti ini terulang kembali karena efek jera yang diberikan tidak akan optimal. Padahal, permasalahan pelecehan seksual, terlebih kepada anak, merupakan suatu kejahatan yang tidak bisa diberikan toleransi mengingat negara kita cukup dalam tahap darurat kekerasan seksual.

Poin penting tuntutan massa aksi adalah agar Disdik Kota Malang melakukan pemecatan terhadap oknum guru terkait. Selain itu, muncul pula tuntutan agar Disdik berkomitmen  agar kejadian tersebut tidak akan terulang kembali di Kota Malang. Yang perlu diingat adalah bahwa Kota Malang merupakan salah satu kota yang mendapat julukan sebagai kota pendidikan. Sehingga permasalahan seperti ini tentunya sangat mencoreng nama Kota Malang sebagai kota yang seharusnya ramah kepada pelajar dan memiliki iklim pendidikan yang kondusif.

“Yang pasti harapan saya untuk ke depannya, pertama pelaku harus diproses secara hukum. Selain itu, harus ada jaminan hal serupa tak terulang kembali untuk menjaga ketenangan masyarakat. Hal ini agar tidak ada keresahan di tengah masyarakat”, tutup Sri Wahyuningsih, Direktur Women Crisis Center Dian Mutiara Kota Malang, yang turut hadir dalam aksi ini. (/irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here