Home Berita PERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL ALIANSI MAHASISWA UB UNJUK RASA DI DEPAN...

PERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL ALIANSI MAHASISWA UB UNJUK RASA DI DEPAN GEDUNG REKTORAT

313
0
SHARE

   ManifesT-Malang (3/1), Kamis (2/1) merupakan hari besar nasional yakni Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Tentu dalam merayakan Hardiknas banyak yang bisa dilakukan oleh instansi pendidikan, mulai dari upacara hingga membagikan bunga kepada tenaga pendidik. Namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), dengan membawa nama aliansi “Brawijaya Menggugat Jilid III” para mahasiswa melakukan aksi ke gedung rektorat. Massa aksi yang dipelopori oleh pihak Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UB ini terdiri dari sekitar 300 massa yang menuntut agar pihak rektorat mau memberikan sikap tegas terhadap tuntutan yang mereka bawa. Massa aliansi ini melakukan unjuk rasa dengan long march yang dimulai dari gazebo UB sampai depan gedung rektorat sekitar pukul 10.30 WIB. Massa aksi yang hadir memang dirasa lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya mengingat ini merupakan aksi momentual Hardiknas.

   “Saat ini banyak mahasiswa yang kurang peduli terhadap madalah-masalah di kampus, terutama masalah internal”, ungkap salah satu massa aksi. Masalah internal kampus yang banyak dihadapi yaitu kebijakan-kebijakan birokrat yang dinilai tidak memenuhi unsur keadilan yang sepatutnya. Hal ini pun banyak disinggung oleh para orator dalam aksi tersebut.

   Nyaris sama seperti aksi-aksi Hardiknas sebelumnya yang menolak terkait adanya Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), para orator dalam aksi tersebut pun banyak menyinggung tentang PTN-BH yang mereka anggap sebagai salah satu ajang komersialisasi  di bidang pendidikan. Tak sedikit pula massa aksi yang mengkhawatirkan tentang  uang kuliah tunggal (UKT) yang mahal serta kurangnya transparansi penetapan golongan UKT itu.

   Pada aksi kali ini massa memiliki berbagai tuntutan yang ingin agar pihak rektorat dapat memenuhi tuntutan tersebut . Tuntutan tersebut dibagi menjadi  dua isu, yaitu antara isu umum dan isu khusus. Yang termasuk dalam isu umum antara lain adalah menuntut pemberlakuan kebijakan penurunan dan penundaan UKT, menuntut transparansi penentuan golongan UKT dan penggunaan UKT, menuntut untuk meningkatkan infrastruktur pelayanan dan pendidikan inklusif secara bertahap lalu memasukkan perencanaannya ke dalam Rencana Strategis UB 2020-2025, serta menolak pemungutan dana diluar UKT. Sedangkan isu khusus yang disampaikan adalah tentang permasalahan UB Kediri yang berisi tuntutan untuk segera menyelesaikan proses hibah, menyegerakan proses PSDKU Soshum, menurunkan UKT dan SPFFP UB III, dan konsentrasi yang seadil-adilnya. Isu terakhir yang merupakan pokok tuntutan adalah penolakan terhadap PTN-BH.

   Isu-isu tersebut kemudian dibawa oleh para negosiator yang berperan untuk melakukan negosiasi dengan birokrat yang berwenang. Setelah itu para negosiator dan perwakilan dari birokrat kampus, Wakil Rektor III, turun untuk menemui massa aksi yanh sudah menunggu hasil dari negosiasi tersebut. Sayangnya, dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III masih belum memberikan pernyataan sikap terkait isu-isu tersebut.

   Setelah azan dzuhur dan istirahat untuk solat, pihak birokrat kampus meminta untuk perwakilan mahasiswa menuju ruang sidang di gedung rektorat lantai 8 untuk diberikan penjelasan terkait isu-isu tersebut dan berdialog untuk mencari solusi bersama. (nco/ikm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here