Home Berita ALIANSI AKSI DI 1 MEI, BUKTI MAHASISWA MASIH PEDULI

ALIANSI AKSI DI 1 MEI, BUKTI MAHASISWA MASIH PEDULI

132
0
SHARE

   ManifesT-Malang (3/5), Sejak Senin pagi (1/5), massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang Bersatu (AMMB) berkumpul di depan alun – alun Kota Malang sebagai titik kumpul awal sebelum melakukan long march ke depan gedung Balai Kota Malang. Terhitung ratusan mahasiswa dari organisasi ekstra maupun intra, diantaranya IMM, SMART, PEMBEBASAN, AMP, HMI, HME UMM, LYMI, BEM FH UB, BEM FMIPA UB, BEM FEB, BEM FILKOM, BEM FKH, BEM FP, KAMMI, GMKI, GMNI, Komite Gerakan Sosialis Muda, Perserikatan Sosialis Malang. Massa aksi ini membawa tuntutan yang sama dalam aksi yang berlangsung hingga tengah hari tersebut.

   Dalam salah satu tuntutannya massa menolak upah murah yang masih terjadi di beberapa perusahaan, lalu dengan tegas pula massa dalam tuntutannya menolak sistem outsourching yang merugikan para buruh. Tercatat ada enam isu turunan yang dibawa massa dalam aksi tersebut yaitu, tolak politik upah murah; hapus sistem kerja kontrak, magang, outsourcing dan PHK sepihak; percepat pengkajian ulang PP 78 dengan melibatkan serikat buruh; berikan hak normatif pada buruh perempuan; tolak pemberangusan serikat buruh dan berikan perlindungan hukum pada aktifis serikat buruh; wujudkan kebebasan berserikat, berkumpul, berorganisasi dan kebebasan berekspresi; menyatakan pendapat pada rakyat; serta sanksi tegas pada perusahaan yang tidak patuh membayar Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS). Aksi tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif sampai selesai serta tidak adanya terjadi tindak kekerasan oleh pihak manapun, termasuk aparat keamanan yang sangat kooperatif dalam mengawal aksi hingga selesai.

   Seperti aksi pada umumnya, masing – masing perwakilan setiap organisasi silih berganti meramaikan aksi dengan memberikan orasi politiknya dihadapan ribuan massa. Salah satu orator dari BEM FH Universitas Brawijaya dalam orasinya mengatakan, “Kalau katanya kita sudah merdeka, maka hari ini kita jauh dari kata merdeka, karena masih banyak ribuan buruh yang menangis karena penderitaan yang mereka alami.”

   Massa juga terlihat berhenti dibeberapa titik kota untuk membuka mimbar demokrasi diantaranya simpang alun – alun Kota Malang dan simpang yang menuju Balai Kota Malang. Mereka berhenti selama hampir 30 menit disetiap titik pemberhentian massa untuk menyampaikan orasi politiknya. Di sepanjang perjalanan massa aksi dengan semangat menyanyikan lagu buruh tani, darah juang, dan internasionale sampai pada titik utama aksi yaitu didepan gedung Balai Kota Malang.

   Baru sekitar pukul 11.00 WIB, perwakilan massa diterima masuk kedalam Balai Kota Malang untuk melakukan negosiasi dengan pihak terkait berkaitan dengan tuntutan yang ingin mereka sampaikan. Massa yang menunggu diluar secara bergantian terus menerus menyampaikan orasi politiknya diatas mobil komando tepat didepan gedung Balai Kota Malang. Sampai akhirnya, sekitar pukul 12.00 WIB, negosiator bersama dengan perwakilan DPRD Kota Malang keluar menemui massa aksi dan bersedia menindak lanjuti tuntutan mereka tersebut. Setelah mendengar penjelasan dari perwakilan DPRD tersebut, massa aksi pun meninggalkan gedung Balai Kota dengan tertib dan kembali menuju titik awal aksi yaitu alun – alun Kota Malang untuk melakukan evaluasi aksi. (irf/fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here