Home Berita BELA NEGARA KUNCI LAWAN TERORIS

BELA NEGARA KUNCI LAWAN TERORIS

202
0
SHARE

ManifesT-Malang, Sabtu pagi (24/8) Gedung Samantha Krida (Sakri) ramai karena berlangsung acara yang dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia bersama dengan Universitas Brawijaya (UB). Kuliah tamu dengan tema bela negara menjadi pilihan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) untuk para mahasiswa UB. Pelaksanaan kegiatan yang semula dijadwalkan pada pukul 07.30 WIB ini ternyata mengalami keterlambatan kurang lebih selama satu setengah jam. Sebagian peserta kuliah tamu adalah para mahasiswa baru UB tahun ajaran 2019/2020. Acara pagi ini juga akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenhan RI dengan UB.

Pembawa acara menghimbau kepada para peserta untuk segera menuju posko kesehatan yang telah disediakan oleh panitia jika merasa tidak enak badan. Sebelum acara dimulai, para peserta menggemakan Sakri dengan yel-yel yang dipimpin oleh mahasiswa baru dari Fakultas Perikan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Dengan lantang jargon “Kita Satu Brawijaya” diucapkan oleh seluruh peserta kuliah tamu ini. Meski sempat tertunda, akhirnya kuliah tamu dimulai dengan penampilan tari topeng bapang khas Kota Malang. Acara selanjutnya adalah penampilan video dokumentasi dari bagian kemahasiswaan UB. Video ini sebagai sarana untuk memperkenalkan kepada maba mengenai UB. Pengenalan ini disampaikan oleh kemahasiswaan dengan cara memperkenalkan apa saja yang dimiliki UB kepada seluruh peserta kuliah tamu.

Sambutan Rektor Universitas Brawijaya menjadi pembukaan resmi dalam kuliah tamu bela negara ini. Memperkenalkan UB sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang paling banyak diminati menjadi inti sambutan Prof. Nuhfil Hanani selaku Rektor UB. Kedudukan UB menjadi universitas yang paling banyak digemari di Indonesia tidak menghentikan langkah UB untuk selalu gemilang. Diwakili oleh Prof. Nuhfil, keinginan UB menjadi  perguruan tinggi sekelas dunia tersampaikan. Penandatanganan MoU kerjasama antara Kemenhan RI dengan UB juga menjadi poin dari kuliah tamu ini. Diawali dengan penandatanganan antara Menhan Pertahanan RI Bapak Ryamizard Ryacudu dengan Rektor UB. Dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara Panglima Divisi Kostrad Dua Singosari dengan enam belas dekan di masing-masing fakultas di lingkungan UB. Kerja sama ini dijalin dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Keberagaman Indonesia ditekankan pula pada penyampaian materi dalam kuliah umum. “Indonesia bukan negara agama, tetapi negara yang masyarakatnya beragama”, merupakan kalimat pembuka pemberian materi kali ini. Isu negara mengenai terorisme dibuka dengan kalimat tersebut. Ada pemahaman yang kurang tepat mengenai terorisme itu sendiri. Jika anggapan bahwa Islamic State of Iraq and Syiriah (ISIS) yang terdiri dari orang muslim, maka perlu ditekankan bahwa ISIS bukanlah Islam sejati. Hal ink karena sejatinya tak ada agama yang mengajarkan untuk menebar kebencian, bahkan sampai membunuh manusia lain dengan cara yang keji.

Lawan! Lawan!

Itulah yang akan dilakukan warga negara apabila negaranya terjajah oleh terorisme. Ya, benar. Melawan teroris dengan cara membela negara adalah cara yang benar. Melawan teroris dengan menggunakan senjata hanya dapat berfungsi sebanyak satu persen, sedangkan 99 persen sisanya hanya dapat berlaku apabila seluruh rakyatnya berjuang membela negara.

Ini menjadi pesan yang harus disampaikan oleh Bapak Jenderal TNI (purn) Ryamizard Ryacudu kepada seluruh mahasiswa UB yang hadir dalam kuliah umum bela negara ini. Karena masa depan bangsa ada di pundak para mahasiswa, maka bangsa harus dipertahankan dengan semangat Pancasila. Luar biasa kekuatan Pancasila dapat menyatukan Indonesia selama 74 Tahun merdeka, dan itu harus selalu dipertahankan. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara yang beraneka ragam suku budaya, bahkan agama. Selalu tetapkan pada diri kita bahwa kita Indonesia. Kita tidak hanya sekedar siapa yang beragama apa dan siapa yang dari suku mana, tapi kita adalah Indonesia. Jangan mau kalah dengan teroris! Ingat bahwa kita punya Pancasila! Ingat bahwa kita tidak dapat dipisahkan dengan cara apapun bahkan teroris sekalipun! (mut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here