Home Opini ORGANISASI, NGOPI, DAN BERDISKUSI

ORGANISASI, NGOPI, DAN BERDISKUSI

143
0
SHARE

Oleh: Rais Mara Chandra

           Apasih kegiatan mahasiswa yang biasa dilakukan? Belajar, belajar, dan belajar bukan? Tapi tahukah kamu kalau tidak semua mahasiswa belajar dengan cuma membaca buku? Belajar bisa didapat dengan kita bersosialisasi atau bedialektika. Membaca itu penting, tetapi bagaimana cara kita untuk menyampaikan pendapat kita kepada orang lain, itu yang lebih penting.

         Ya, memang tidak semua orang bisa menyampaikan ilmunya kepada orang dengan suara lantang di depan khalayak ramai. Ada juga yang menyampaikan ilmunya hanya kepada teman terdekatnya, karena tipikal orang memang berbeda-beda. Tipikal yang pertama adalah orang yang lantang dalam menyampaikan maksud dan tujuannya, sedangkan tipikal yang kedua adalah orang yang bisa menyampaikan maksud dan tujuannya itu, tetapi tersirat dan tidak banyak orang yang bisa memahaminya. Kemudian yang terakhir adalah mereka yang tidak berani menyampaikan apapun kepada publik.

            Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana sebenarnya cara untuk menyampaikan ilmu itu dengan baik dan benar? Karena bukan sekedar membaca buku untuk mencapai hal tersebut, mempraktikannya akan lebih mudah untuk dipelajari. Organisasi adalah salah satu contoh tempat berproses yang baik dalam mencapai hal itu, karena di dalam kelas kalian belum tentu mendapatkan itu. Tidak semua hal bisa kalian dapatkan dalam kelas. Percaya tak percaya, sebenarnya dosen hanya memberikan 10% saja dari bab yang beliau sampaikan.   Sedangkan di dalam organisasi, kalian bisa belajar banyak hal. Pembelajaran dapat dimulai dari berbagi ilmu, cara berkomunikasi, membangun relasi, dan masih banyak lagi tentunya.

             Di era yang modern ini, kopi adalah teman yang baik untuk berdiskusi. Kalangan mahasiswa biasanya yang bosan untuk membuat forum serius akan membuat forum-forum di tempat kopi. Hal ini karena di tempat kopi ini kita bebas bicara apapun, tidak tergantung pada sub tema apa yang akan kita bicarakan. Berbeda dengan di suatu forum resmi, dalam suatu forum resmi kita hanya terpatok pada tema yang mereka bawakan. Maka tak heran jika banyak mahasiswa yang memilih jalur “ngopi” untuk berdiskusi.

      Sayangnya, kemudian era ini semakin lama semakin menyusut nilai budayanya. Budaya ngopi bukan lagi untuk berdiskusi, tetapi hanya untuk bermain gim. Bermain gim tentu boleh, namun jangan terlalu sering karena akan ada beberapa efek negatif yang ditimbulkan. Memang tidak semua, tetapi kebanyakan merasakan itu. Sehingga sangat disayangkan sekali iklim akademis yang sebenarnya sudah ditanamkan sejak dini menjadi berubah ketika oknum yang tidak bertanggung jawab menggesernya.

            Organisasi bukan hanya untuk mencari relasi, tapi juga tempat untuk mengembangkan potensi diri dan berkreasi yang bisa kalian alami. Organisasi bukan soal ngopi sana-sini. Namun apa yang kalian dapatkan setelah ngopi itu yang harus kalian maknai. Tak banyak orang yang tahu apa yang harus mereka perbuat, maka jangan mau diperalat. Mahasiswa bukanlah budak program kerja yang hanya berfokus pada kepentingan satu atau dua golongan. Ingatlah, umurmu sudah bertambah berat, idealisme sudah harus dibentuk menjadi kuat. Sehingga kamu akan menjadi mahasiswa hebat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here