Home Berita Aksi Kamisan Malang dan September Hitam yang Mencekam

Aksi Kamisan Malang dan September Hitam yang Mencekam

130
0
SHARE

ManifesT-Malang (19/09/2019), telah dilaksanakan “Aksi Kamisan” untuk menyatakan pendapat oleh sebuah kelompok rakyat yang peduli akan kondisi negara Indonesia. Aksi yang dimulai dari jam 15.30 WIB sampai sekitar jam 17.30 WIB . Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat antara lain para mahasiswa, para aktivis maupun masyarakat, yang tergabung dalam Komite Aksi Kamisan Malang dan Aliansi Masyarakat Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat resah akan kondisi demokrasi negara Indonesia yang saat ini sedang sekarat. Sekitar pukul 15.30 WIB, para peserta aksi mulai berkumpul dan memenuhi tempat yang telah disediakan untuk menyatakan pendapat yaitu di depan balai Kota Malang. Sambil membawa spanduk, poster-poster, serta tulisan-tulisan mengenai tuntuntan mereka kepada pemerintah. Selain itu juga dalam aksi kamisan ini juga dimeriahkan dengan adanya orasi-orasi dari berbagai elemen masyarakat yang menuntut pemerintah menyelesaikan permasalahan HAM dan peran pemerintah dalam memenuhi permasalahan di Indonesia. Salah satu orator, berbicara tentang pelanggaran HAM di bulan September, seperti kasus Munir pada tanggal 7 September, Tragedi Tanjung Priok 12 September 1984, Semanggi II 23 September 1999, Genosida 1965-1966, dan berbagai permasalahan HAM masa lalu, khususnya di bulan September. Selain itu para orator juga berbicara terkait permasalahan hukum Indonesia. Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dibuat oleh pemerintah seperti, RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pertanahan, RUU Sumber Daya Air dan lain sebagainya.

“Aksi Kamisan ini melakukan aksi pada setiap hari kamis sebagai upaya mendesak pemerintah agar dapat menyelesaikan berbagai masalah negara seperti pelanggaran kasus-kasus HAM dan lain sebagainya, maka dari itu aksi ini dinamakan sebagai aksi kamisan,” terang Gilang Al-Farizki selaku penanggung jawab koordinasi aksi kamisan Malang. Lanjutnya, “berbeda dengan aksi kamisan Malang sebelumnya, dalam aksi kamisan saat ini tidak hanya menuntut untuk penegakan kasus-kasus HAM saja, melihat kondisi terakhir kali ini, demokrasi kita juga terancam seperti terlihat dari tuntutan-tuntutan mereka yang telah ditulis dalam media seperti spanduk-spanduk dan papan-papan, yang mana tulisan tersebut memuat berbagai tuntutan mereka antara lain dengan banyaknya RUU, ataupun revisi undang-undang yang kontroversial dan dapat mengancam demokrasi kita, seperti revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pertanahan, RUU Sumber Daya Air dan lain sebagainya,” jelasnya.Selain itu juga dalam aksi kamisan Malang, menghasilkan point-point pernyataan sikap, sebagai berikut:

Pernyataan sikap aksi kamisan Malang, september hitam, demokrasi sekarat hari-hari mencekam, kami Komite Aksi Kamisan Malang, dan kami Aliansi Masyarakat Peduli HAM, mendesak pemerintah untuk;

  1. Tuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, senyata-nyatanya tanpa kebohongan dan kepalsuan.
  2. Sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual.
  3. Tolak revisi KUHP di sidang paripurna DPR.
  4. Berikan perlindungan terhadap ruang privat dan cegah kriminalisasi terhadap perempuan.
  5. Berikan perlindungan kepada anak-anak dari standar moral yang irasional.
  6. Hentikan kriminalisasi aktivis Papua dan bebaskan tanpa syarat.
  7. Hentikan pengali fungsian hutan untuk kepentingan korporasi.
  8. Hentikan segala bentuk tindakan rasisme.

            Dengan semakin masifnya desakan dari masyarakat mengenai hal tersebut di atas, sebagai rakyat mengharapkan agar pemerintah membenahi diri dengan lebih baik lagi, agar negara Indonesia pun juga lebih baik. Untuk kedepannya aliansi masyarakat peduli HAM akan tetap konsisten dengan melakukan aksi kamisan selama pemerintah belum bisa mengungkap dan menegakkan kasus-kasus HAM serta bilamana terdapat ketidakadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana yang telah disampaikan oleh penanggung jawab aksi kamisan ini. “Semoga dengan pendapat-pendapat yang telah disampaikan masyarakat ini dapat didengar oleh pemerintah dan para anggota legislatif dan dapat mengimplementasikan hal-hal yang baik dan menjadikan negara Indonesia lebih baik lagi, seperti yang diharapkan oleh seluruh warga negara Indonesia,” pungkasnya. (Fvs/Raw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here