Home Berita Di Tangan Oligarki, Demokrasi Mati!

Di Tangan Oligarki, Demokrasi Mati!

244
0
SHARE

ManifesT-Malang (23/9), Pagi tadi sekitar pukul 9.00 WIB, telah dilaksanakan aksi solidaritas yang berlangsung di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang oleh Aliansi Front Rakyat Melawan Oligarki yang tergabung dari banyak organisasi mahasiswa dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), seperti Malang Corruption Watch, Intrans Institute, Konfederasi Serikat Nasional, dan lain sebagainya. Massa aksi terlihat memakai pakaian serba hitam dengan membawa poster, spanduk, hingga papan tulisan yang berisi tuntutan dan aspirasi mahasiswa untuk mendorong eksekutif dan legislatif pusat melaksanakan tuntutan berdasarkan yang disampaikan oleh aliansi.

Massa aksi yang berjumlah ribuan orang terlihat berteriak dengan serentak kata–kata “Demokrasi oligarki!” dan “Reformasi dikorupsi!” berulang kali untuk menumbuhkan semangat kepada para massa aksi. Sepanjang jalannya aksi terlihat massa bersikap kondusif, namun tercatat beberapa kali ada aksi provokasi yang dilakukan oleh oknum tidak dikenal yang menyerukan aksi penggerudukan gedung DPRD Kota Malang. Massa aksi pun memenuhi seputaran Tugu Kota Malang dan ada pula beberapa yang memanjat pagar gedung DPRD. Tercatat ada lima tuntutan dari Aliansi Front Rakyat Melawan Oligarki bahwa mendesak para pihak-pihak yang harus bertanggung jawab sesuai dengan kewenangannya, yaitu:

  1. Kepada DPR RI untuk segera mencabut draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, serta RUU Masyarakat Adat;
  2. Kepada Presiden untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang terkait pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air;
  3. Kepada Presiden untuk segera menghentikan ijin korporasi pembakar hutan;
  4. Kepada Kepolisian RI untuk secepatnya membebaskan dan menghentikan kriminalisasi aktivis pembela HAM, advokat, aktivis Papua, intimidasi terhadap masyarakat sipil Papua, dan serta tarik militer, serta hentikan operasi keamanan terhadap warga sipil;
  5. Kepada pemerintah untuk segera mengubah pelayanan kesehatan melalui BPJS dengan skema pembiayaan yang ditanggung sepenuhnya oleh negara dan diberikan secara Cuma-cuma kepada masyarakat.

Selain itu juga ada pembacaan tuntutan dilaksanakan oleh koordinator lapangan secara bersama–sama dengan massa aksi yang selanjutnya menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa. Terlihat pula setelah pembacaan tuntutan, massa aksi secara bergantian berorasi menyampaikan tuntutannya dengan semangat perjuangan. Para orator membawa aspirasinya masing-masing. Para orator yang menyampaikan penolakan terhadap kebijakan-kebijakaan yang tidak pro-rakyat, salah satunya adalah penuntutan terhadap RUU KPK, R-KUHP, dan beberapa RUU yang bermasalah di Indonesia.

Massa terlihat meninggalkan lapangan aksi sekitar pukul 14.30 WIB secara silih berganti dengan turut membawa sampah bekas aksi yang terjadi. Aksi solidaritas mahasiswa pun terlihat berjalan damai hingga akhir, tidak ada represivitas polisi dan TNI kepada massa aksi. Tuntutan mahasiswa pun tersampaikan dengan baik secara keseluruhan. (Mih/Iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here