Home Berita Menyorot Rendahnya Literasi, Wujud Keprihatinan Milenial Masa Kini

Menyorot Rendahnya Literasi, Wujud Keprihatinan Milenial Masa Kini

87
0
SHARE

ManifesT- Malang, Pada hari Kamis (14/11) berlangsung acara Launching Majalah dan Talkshow majalah cetak Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) KOMPEN Edisi XXVI dengan judul “Menyoroti Literasi sebagai Pemangku Intelektual di Era Milenial”. Acara ini diselenggarakan di Aula Pertamina Politeknik Negeri Malang (Polinema). Acara ini berlangsung pada pukul 18.00-22.00 WIB. Acara launching majalah ini menghadirkan tiga pemateri yaitu Wahyu Agung sebagai BP Advokasi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Nasional, Dr. Drs. Moh. Thamrin, M.Pd sebagai dosen Bahasa Indonesia Polinema, serta yang terakhir Mardi Sampurno sebagai Pemimpin Redaksi Radar Malang.

Panitia penyelenggara launching majalah KOMPEN kali ini mengambil tema “Literasi di Era Milenial” karena kurangnya minat literasi masyarakat di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan peringkat literasi Indonesia yang menduduki peringkat kedua terbawah di dunia yaitu peringkat 60 dari 61 negara. Dengan adanya launching majalah ini, panitia mengharapkan adanya kesadaran dari masyarakat untuk meningkatkan literasi.

Acara dibuka dengan penampilan akustik dari grup musik Polinema. Selanjutnya, ada sambutan dari Ketua Pelaksana, Pemimpin Umum, Sekretaris Jendral dari PPMI. Pada sesi selanjutnya moderator memulai sesi diskusi bersama para pemateri. Diskusi tersebut membahas tentang kurangnya minat literasi pada generasi milenial saat ini. Menurut Wahyu Agung, masyarakat di Indonesia lebih terfokus pada program-program untuk meningkatkan minat literasi tetapi tidak memperhatikan akar permasalahan atau sumber mengapa minat literasi di Indonesia rendah. Wahyu Agung juga berkata literasi di Indonesia saat ini tidak membuat masyarakat untuk berpikir kritis.

“Generasi milenial adalah generasi yang suka kepraktisan, maka gadget saat ini menjadi hal yang utama. Kemudian, generasi milenial saat ini suka yang serba cepat. Generasi milenial saat ini juga mudah bosan sehingga selalu menginginkan suasana baru”, jelas Dr. Drs. Moh. Thamrin, M.Pd.

Dosen Bahasa Indonesia ini juga melakukan survei kepada mahasiswa Polinema tentang media yang paling disukai mahasiswa. Hasilnya banyak mahasiswa memilih TV sebagai media yang paling diminati. Mardi Sampurno berkata, “Dengan anda menguasai literasi, secara tidak sadar anda akan menjadi manusia yang terampil”. Dia melanjutkan, apabila mahasiswa ingin meningkatkan literasinya, maka mahasiswa sebaiknya mengikuti banyak organisasi. Hal ini karena dengan mengikuti banyak organisasi akan membentuk pribadi mahasiswa yang pintar berbicara di depan umum.

Dalam acara Launching Majalah dan Talkshow ini, peserta juga tamu undangan yang hadir sedikit. Terlihat dari banyak kursi peserta dan tamu undangan yang masih kosong. Sehingga acara berlangsung kurang meriah dan kurang menarik. Hal yang cukup menarik dari acara Launching Majalah dan Talkshow ini adalah terdapat stand photobooth yang digunakan panitia untuk memfoto para peserta dan tamu undangan. Selain itu, terdapat juga stand dimana para peserta dan tamu undangan menempelkan sticky notes yang berisi harapan-harapan mereka untuk LPM KOMPEN ke depannya. (els/kdd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here