Home Berita UJI PUBLIK 2: APA KATA MEREKA TENTANG OMEK?

UJI PUBLIK 2: APA KATA MEREKA TENTANG OMEK?

139
0
SHARE

ManifesT-Malang, (14/11) Telah diadakan Uji Publik 2 yang dihadiri oleh pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa Univeritas Brawijaya (EM UB) 2020. Acara yang bertempat di Lapangan Rektorat UB ini diadakan untuk menguji kualitas dan kapabilitas para paslon yang akan memimpin EM  UB. Dengan konsep acara layaknya debat terbuka, acara ini menghadirkan dua paslon, yaitu pasangan nomor 1 atas nama M. Ariz Pratama dan Alfa Fadlilah serta paslon nomor 2 atas nama M. Farhan Aziz dan Irma Istiqamah.

                Dalam Uji Publik kali ini dihadiri pula oleh beberapa perwakilan mahasiswa UB serta panelis yang mengajukan pertanyaan untuk para paslon. Panelis pertama, Muwafiq, mengajukan beberapa pertanyaan yang salah satunya mengenai Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (OMEK). Panelis tersebut mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana tanggapan mereka mengenai OMEK, radikalisme, dan pergerakan mahasiswa berkenaan dengan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018.

Paslon nomor 1 menanggapi dengan jawaban bahwa sekarang ini mereka bukan hanya mengedepankan kepentingan satu golongan saja, tapi juga kepentingan bersama dengan cara mengadakan kolaborasi antar sesama organ dan mempertegas proses  kaderisasi dari tahap paling bawah tiap-tiap fakultas yang bertujuan untuk integrasi.

Sedangkan paslon nomor 2 menanggapi bahwa mereka akan lebih mengenalkan ideologi setiap OMEK yang notabenenya tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sekaligus ajakan persuasif melalui diadakannya dialog pergerakan mahasiswa terutama pada saat mahasiswa baru mengikuti orientasi pengenalan kampus. Mereka juga menambahkan bahwa sesuai dengan peraturan Permenristrkdikti Nomor 15 Tahun 2008 tentang Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus mengenai legalitas untuk beraktivitas di lingkungan internal kampus, karena dianggap mampu menghalau paham radikalisme.

                Panelis kedua mengajukan pertanyaan tentang bagaimana tanggapan mereka mengenai pihak netral dan Anti-OMEK. Paslon nomor urut 1 kembali pada poin utama yaitu kolaborasi antar gerakan mahasiswa dengan alasan meskipun kita berbeda warna, tetap satu tujuanya itu untuk Brawijaya maju. Sedangkan paslon nomor urut 2 berpendapat mereka akan lebih merangkul seluruh elemen yang ada di UB untuk saling bekerja sama, kemudian juga memberikan argumen bahwa radikal itu identik dengan tidak terdeteksinya komunitas mereka dan lebih ke arah ilegal. Mereka pun berpendapat bahwa dengan adanya OMEK ini, sehingga lebih dapat mencegah adanya radikalisme di kampus karena setiap OMEK mempunyai ideologi yang jelas dan tidak bertentangan dengan Pancasila.

                Selanjutnya panelis mengajukan pertanyaan mengenai kepedulian dan pemberdayaan mahasiswa asing UB dalam ikut berpartisipasi dalam acara EM yang dijawab oleh paslon 1 dengan cara menawarkan program internasionalisasi UB dalam bentuk kompetisi yang bertingkat Internasional. Hal ini karena lomba tersebut juga dapat membantu meningkatkan akreditasi dan menaikkan peringkat UB itu sendiri dimana program tersebut bernama “Brawijaya Inovation and Intersition Competition” dengan kolaborasi antar fakultas. Sedangkan paslon nomor urut 2 menyatakan bahwa akan mencanangkan program Brawijaya Student Activation dimana adanya zonasi Bahasa Inggris oleh mahasiswa UB, kemudian ada dialog inklusifitas dari mahasiswa asing dan mahasiswa UB sendiri.

                Pertanyaan selanjutnya yaitu mengenai bagaimana penanganan sampah, lahan parkir, dan banjir yang ada di UB. Paslon nomor 1 berpendapat bahwa sampah nantinya akan diberi nilai tinggi pada sampah tersebut, sehingga terjual jutaan rupiah dan menimbulkan nilai lebih serta bisa diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan. Lain hal dengan paslon nomor 2 yang beranggapan bahwa dari segi infrastruktur EM UB akan mengadakan go green trend, yang mana program ini disesuaikan dengan tren milenial saat ini. Dengan adanya sumber daya staf EM yang cukup banyak, maka nantinya akan dilakukan pendampingan pada tiap fakultas agar mengoptimalkan dalam pelaksanaan. Mereka pun mendorong Rektor untuk memfasilitasi bus UB supaya layak dan nyaman bagi mahasiswa dan menciptakan program go green yang dicanangkan. Selain itu EM UB direncanakan akan mengadakan klasifikasi sampah.

                Pertanyaan terakhir yang diajukan oleh panelis yaitu bagaimana EM dalam menanggapi isu pemeringkatan nasional maupun internasional dalam Perguruan Tinggi Negeri. Pasangan Ariz dan Alfa menyinggung soal Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum dan kontribusi dalam mengawal semua itu ataupun melakukan aksi nyata atau melakukan berbagai macam hal. Sementara itu, paslon nomor 2 menjawab bahwa dengan menyelaraskan adanya seluruh program kerja dengan pedoman Menristekdikti dengan pengabdian, penelitian, dan semacamnya. (elf/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here