Home Berita ANTUSIASME MAHASISWA BARU DALAM PESTA DEMOKRASI KAMPUS

ANTUSIASME MAHASISWA BARU DALAM PESTA DEMOKRASI KAMPUS

201
0
SHARE

ManifesT-Malang, Telah berlangsung pesta demokrasi di Universitas Brawijaya (UB) yang dimulai pada Rabu pagi (20/11). Dalam pesta demokrasi mahasiswa kali ini terbagi menjadi Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) dan Pemilihan Mahasiswa Wilayah (Pemilwa). Pemira dan Pemilwa tahun ini dilaksanakan secara serentak di berbagai fakultas di UB, termasuk di Fakultas Hukum (FH). Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi mahasiswa FH berlokasi di lantai 1 Gedung B FH UB. Jumlah daftar pemilih tetap di FH pada tahun ini adalah 2982 pemilih.

Dalam Pemira, mahasiswa diberi kesempatan untuk memilih pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di tingkat universitas. Pelaksana yang bertanggung jawab atas perhelatan Pemira ini adalah Panitia Pelaksana (Panpel) serta diawasi oleh Panitia Pengawas (Panwas). Sedangkan dalam Pemilwa, mahasiswa dapat menggunakan hak pilihnnya untuk memilih pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UB serta DPM tingkat fakultas. Penanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemilwa adalah Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM).

Sistem yang digunakan dalam pemilihan ini menggunakan sistem e-vote. Dalam pelaksanaan sistem e-vote, mahasiswa memberikan suaranya dengan menggunakan komputer yang telah disediakan untuk berikutnya mengklik calon yang akan ia pilih. Meskipun sistem ini telah digunakan dalam pelaksanaan Pemira maupun Pemilwa di tahun-tahun sebelumnya, hal ini masih merupakan sesuatu yang baru bagi mahasiswa baru. Terdengar sederhana tetapi teknis penggunaan e-vote ini tetap membutuhkan sosialisasi dari panitia kepada para calon pemilih, terutama bagi mahasiswa baru.

Reporter ManifesT berkesempatan untuk mewawancarai tiga mahasiswi baru, yaitu Indira, Aqiela, dan Cenya. Menurut mereka KPM dalam hal ini sangat membantu mereka sebagai pemilih pemula. Mereka pun tidak mempermasalahkan terkait sosialisasi teknis pemungutan suara yang diunggah satu hari sebelum hari pelaksanaan di sosial media KPM. Terkait petunjuk pemilihan yang ada di TPS pun menurut mereka sudah cukup mudah untuk dimengerti.

“Kami sudah cukup memahami terkait teknis pemilihan karena panitia juga memberi arahan pada saat di tempat pemilihan”, ujar mahasiswi semester satu FH UB ini.

Tidak ada gangguan seperti lag dan delay pada saat pemungutan suara. meskipun pada pagi hari sempat terjadi server down, nyatanya hal ini tidak terlalu menghambat proses pemungutan suara. Pemilih masih merasa dapat melakukan pemungutan suara dengan cukup lancar. Ketika terjadi gangguan di salah satu komputer, mereka diperkenankan berganti ke komputer yang lain.

Pemira dan Pemilwa tahun ini terpantau berjalan cukup baik dan terkontrol. Tidak ada hmabatan berarti hingga berita ini dituliskan. Para pemilih juga telah cukup teredukasi dengan mempelajari para calon yang nantinya akan dipilih. Meskipun terlihat banyak tim sukses serta calon yang bergerilya di seputaran FH UB untuk mencari suara, hal ini nampknya tidak terlalu berpengaruh dan mengganggu para calon pemilih yang independen. Terkait intervensi sebelum pemungutan suara, mereka menganggap hal tersebut cukup lumrah dan tidak mengganggu karena mereka tetap saja akan memilih calon mereka masing-masing. (avr/rfl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here