Home Berita Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Kegiatan Unjuk Rasa di Malang

Tindakan Represif Kepolisian Terhadap Kegiatan Unjuk Rasa di Malang

241
0
SHARE

ManifesT– Kamis (05/03/2020) telah terjadi aksi yang di inisiasi oleh AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) dan dan FRI-West Papua (Front Rakyat Indonesia untuk West Papua) di perempatan Bank BCA yang rencananya dilanjutkan menuju bundaran Balai Kota Malang. Aksi  ini bertujuan untuk menyuarakan pendapat mereka tentang penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat, serta pembebasan warga Papua yang menjadi tahanan politik untuk di bebaskan tanpa syarat. sekitar pukul 10.00 WIB tampak beberapa orang berdiri di pembatas Jalan Kahuripan, mereka adalah massa aksi yang mayoritas adalah anggota AMP. Di daerah tersebut juga terdapat banyak anggota kepolisian yang melakukan pengawalan terhadap penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh massa tersebut.

Demonstrasi yang bertemakan “Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri Sebagai Solusi Demokratis Bagi Bangsa West Papua Dan Bebaskan Seluruh Tahanan Politik Papua” yang dilakukan oleh AMP dan FRI-West Papua ini, mengundang tindakan represif atau upaya paksa dari pihak kepolisian. Demonstrasi ini berjalan tidak kondusif sehingga membuat beberapa demonstran diamankan oleh pihak kepolisian, bahkan semua massa pada demonstrasi tersebut diangkut menggunakan truk dari kepolisisan sebagai tindakan pengamanan dari demonstrasi yang dimaksud. Menurut salah satu anggota kepolisian yang sedang bertugas dilapangan, beliau mengatakan bahwa “aksi demonstrasi yang dilakukan oleh AMP dan FRI-West Papua ini tidak mendapatkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polresta Malang namun tetap dilakukan. Tidak hanya itu isu yang diangkat oleh mereka adalah isu-isu kemerdekaan yang memisahkan dari NKRI sehingga oleh Kapolresta Malang tidak mengeluarkan STTP tersebut.

Kondisi yang ada di jalan Kahuripan (perempatan BCA) menuju bundaran malang tersebut juga menjadi salah satu alasan tidak di bolehkannya konsentrasi massa Aliansi Malang Melawan yang ada di sekitaran Stadion Gajayana untuk melakukan unjuk rasa. Selain itu Korlap aksi yang ada di stadion Gajayana ini juga tidak memiliki STTP untuk melakukan aksi. Sehingga saran dari pihak kepolisian agar aksi ini ditunda untuk dilaksanakan besok setelah sholat jumat. Pihak kepolisian bersedia mengamankan aksi tersebut pada hari Jum’at (06/03/2020). Pihak kepolisian juga akan memfasilitasi aksi ini agar aksi tersebut bisa bertemu secara langsung dengan salah satu anggita DPRD Kota Malang. Sehingga aspirasi yang disampaikan bisa secara langsung di serap oleh wakil-wakil rakyat di daerah tersebut. Pihak kepolisian juga meminta Korlap aksi untuk memberitahu titik kumpul, jumlah massa, dan waktu aksi. Selain alasan yang dikemukakan di atas, pihak kepolisian beralasan bahwa mereka butuh mempersiapkan anggota untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.  

Sehingga massa aksi Aliansi Malang Melawan memahami alasan-alasan yang disampaikan oleh pihak kepolisian tersebut, tetapi dengan tuntutan untuk adanya jaminan bisa bertemu dengan aggota DPRD Kota malang. Setelah mereka bernegosiasi dengan pihak kepolisian, massa aksi Aliansi Malang Melawan mulai kembali ke tempat mereka masing-masing dan akan melanjutkan perjuangannya esok hari Jumat setelah sholat Jumat selesai. (afk/ihm/dyh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here