Home OPINI Teruslah Mengabdi, Wanita Hebat di Masa Depan

Teruslah Mengabdi, Wanita Hebat di Masa Depan

115
0
SHARE

Oleh Nadhifa Juriezka manifestor 2019

Kita harus membuat sejarah. Kita meski menentukan masa depan yang sesuai dengan keperluan sebagai kaum perempuan dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki. –R.A Kartini

Emansipasi adalah pembebasan diri dari segala belenggu, hampir satu setengah abad yang lalu Dewi Sartika Hingga R. A Kartini memperjuangkan emansipasi hak perempuan terhadap akses pendidikan. Perjuangan mereka yang lalu dapat kita rasakan saat ini, banyak kaum wanita yang mempunyai akses luas dalam pendidikan, baik dari dasar hingga ke jenjang Universitas. Tantangan emansipasi wanita saat ini sudah berbeda dengan masa R.A. Kartini. Tantangan yang harus dihadapi lebih kompleks mulai dari kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan melahirkan, pendidikan terjangkau, hak bekerja, hak berbicara dan perlindungan hukum, dan lain sebagainya.
Zaman sekarang, perempuan dapat bekerja di segala bidang, menempati beragam posisi, mulai dari Guru, Polwan, Dokter, Direktur Perusahaan, hingga Presiden. Ada yang menjadi pemimpin di perusahaan, membawahi ratusan orang dan mengajak perempuan lain memiilki mimpi yang sama untuk terus maju. Ada juga yang menuangkannya lewat goresan pena dan nada lewat musik, memberi suara pada perempuan lewat film, atau mengembangkan kebaya sebagai kain tradisional yang patut dibanggakan di kancah dunia. Baik dari segi pendidikan, sosial maupun politik. Kebangkitan peran perempuan dimulai. Sehingga sekarang ini perempuan dapat mengambil peran dan menjadi seseorang yang berpengaruh selain itu menuntut perempuan untuk hidup mandiri.
Perempuan bukan lagi hanya sebagai seorang istri dan ibu yang melulu berada di kasur, dapur dan sumur namun ia juga anggota masyarakat yang memiliki peran yang besar dalam masyarakat dan memiliki hak yang sama dalam bidang sosial ekonomi dan politik. Dapat kita lihat Di indonesia, ada Megawati Soekarno Purti yang menjadi Presiden Indonesia ke-5, selain itu ada Sri Mulyani dan Retno yang manjadi mentri di Indonesia, lain halnya Di Inggris, ada Ratu Elizabeth, dan ada juga wanita paling berpengaruh didunia, dia adalah Angela Marker yang sekaligus sebagai kanselir Jerman.
Menjadi wanita hebat bukan berarti menguasai apa yang dikuasai oleh kaum pria, namun mampu menjadi energi penggerak bagi sesamanya dalam berbagi inspirasi dan kekuatan. Jangan lupakan kodrat dan panggilan sejati kita. Karena disitulah letak keunikan dan kekuatan kita sebagai seorang perempuan. Jangan pernah memandang diri rendah hanya karena kita seorang wanita. Semua bisa kita lakukan asalkan kita mau dan punya keinginan yang kuat untuk melakukan hal itu.
Kaum wanita saat ini seharusnya dapat lebih pandai dan kritis dalam menghadapi perubahan – perubahan yang ada. Keberanian menjadi salah satu kunci utama untuk kaum wanita saat ini. Mereka harus berani melakukan hal yang benar, meskipun banyak pihak yang menentangnya. Berani dalam hal memperjuangkan keadilan akan pendidikan, kesehatan dan pekerjaan yang layak. Berani menyampaikan pendapat untuk kebaikan bersama. Selain itu berani untuk mengatakan dan memperjuangkan bahwa kaum wanita berhak sejajar dengan kaum laki laki.
Kedepannya perempuan- perempuan harus dapat terus tumbuh dan berkembang baik dalam kepribadiannya maupun tingkat pendidikan sehingga menjadi perempuan yang maju dari segi intektual dan kepribadian. Jadilah perempuan yang banyak berperan dalam hal apapun dan dimanapun. Berperan dan berjuang tidak hanya pada satu tempat saja namun dapat dimana saja dan kapan saja. Jadilah generasi yang melanjutkan perjuangan Kartini , perempuan yang menjadi inspirator untuk perempuan-perempuan lainnya di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here