Home Berita Amarah Brawijaya : Aksi Demonstrasi Operasi Pembebasan Biaya Kuliah

Amarah Brawijaya : Aksi Demonstrasi Operasi Pembebasan Biaya Kuliah

126
0
SHARE

ManifesT-Malang, Kamis (18/06/2020) Telah berlangsung aksi para mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengatasnamakan diri mereka dengan nama Aliansi Mahasiswa Brawijaya. Aksi yang diselenggarakan di sekitaran Kampus Universitas Brawijaya ini, dilakukan karena belum adanya regulasi yang secara pasti mengatur tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditengah mengganasnya pandemi Covid-19 seperti halnya keadaan saat ini.
Pada awal tahun 2020, yakni sekitaran bulan Maret, Pandemi Covid-19 yang telah merebak di Indonesia membawa dampak yang sangat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Dampak yang ditimbulkan akibat merebaknya Covid-19 di Indonesia meliputi segala bidang kehidupan seperti ekonomi, sosial, hukum dan lain sebagainya. Pada dampak ekonomi sebagaimana yang telah dirasakan msyarakat secara luas, juga sangat mempengaruhi kemampuan orang tua dalam mengkuliahkan anak-anaknya khususnya di Universitas Brawijaya. Berangkat dari keresahan tersebut Aliansi Mahasiswa Brawijaya menuntut kejelasan mengenai UKT yang akan mereka bayarkan di semester kemudian (Ganjil). Apakah memungkinkan UKT dapat di turunkan atau bahkan dibebaskan, melihat kondisi keluarga para mahasiswa yang banyak terdampak Pandemi Covid-19 ini?
Mengutip dari Humas Aliansi Mahasiswa Brawijaya yaitu Ragil Ramadhan, “tuntutan yang diberikan tidak beda jauh dengan sebelumnya, namun kami meminta lebih dari tuntutan yang dipenuhi Universitas Brawijaya sebelumnya, karena berdasarkan riset yang kami lakukan UB bisa memberikan lebih dari tuntutan awal kami yang dimana pada awalnya kami hanya menuntut kepastian dari kampus terkait pembebasan dan pengajuan dari kebebasan UKT, namun kami sekarang menuntut bahwa Universitas Brawijaya harus memberikan pengurangan UKT sebesar 50 persen dari total UKT dan pembebasan UKT bagi yang mengajukan.”
Adapun tanggapan yang diberikan oleh Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim, M. Si sebagai wakil dari pihak rektorat sendiri belum bisa dikatakan setuju dan juga belum bisa dikatakan menolak terhadap tuntutan yang diajukan oleh para mahasiswa. “Tetapi, Aliansi Mahawsiswa Brawijaya berhasil menyepakati deadline bagi pihak rektorat yaitu sampai tanggal 30 Juni untuk menanyakan kembali kejelasan hal tersebut dan sebelum tanggal tersebut kami akan menguatkan argumen argumen seperti melakukan riset dan kajian serta survey, lebih lanjut lagi mengenai hal yg akan dibahas pada tanggal 30 juni besok”, Ujar Ragil.
“Aliansi Mahasiswa Brawijaya terdapat beberapa rencana lanjutan untuk menindak lanjuti tanggal 30 Juni tersebut, yaitu jika kampus masih belum bisa memberikan sebagaimana yang dituntut oleh para mahasiswa, maka para mahasiswa akan melakukan aksi kembali dengan eskalasi masa yang lebih besar.” Ujar salah ssatu korlap aksi dilapangan.
Pelaksanaan aksi yang diselenggarakan mahasiswa di kampus biru ini tidak ada kendala teknis yang berarti. Para mahasiswa berharap bahwa kampus dapat mendengar aspirasi dari para mahasiswa dan dapat mengabulkan secara keseluruhan tuntutan mahasiwa sebagaimana yang telah di sebutkan diatas, berdasarkan terdampaknya kondisi ekonomi keluarga para mahasiswa ditengah Pandemi Covid-19 ini. Karena Kampus akan sangat bersalah dan tidak menjalankan amanat Konstitusi, lebih tepatnya pada Alenia empat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa jika terdapat mahasiswa yang putus kuliah dikarenakan terjepitnya kondisi ekonomi keluarganya karena terdampak Covid-19 ini. (DO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here