Home Berita ABSENSI MAHASISWA BARU RAJA BRAWIJAYA 2020 TIDAK TRANSPARAN?

ABSENSI MAHASISWA BARU RAJA BRAWIJAYA 2020 TIDAK TRANSPARAN?

161
0
SHARE

ManifesT-Malang (19/9), Telah dilaksanakan Rangkaian Jelajah Almamater Universitas Brawijaya 2020 (Raja Brawijaya 2020) mengangkat tema Kreasi Nyata Brawijaya, yang berlangsung secara daring dan dihadiri oleh Rektor, Jajaran Pimpinan, Jajaran dekanat dan kurang lebih 17.000 ribu mahasiswa baru tahun 2020 yang tergabung dalam platform Zoom dan dapat disaksikan langsung melalui Youtube UBTV.
Acara ini dibuka dengan penyerahan jas almamater secara simbolik dan beasiswa oleh perwakilan mahasiswa baru 2020 serta pemukulan gong oleh Rektor UB sebagai tanda resmi bahwa acara Raja Brawijaya 2020 telah dimulai. Untuk tahun ini, mahasiswa baru 2020 dijuluki sebagai Adhikara 58. Diharapkan dengan pemberian nama ini mahasiswa baru menjadi insan muda harapan utama negara dan brawijaya untuk memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa. Presiden Eksekutif Mahasiswa UB, Muhammad Farhan Azis juga memberi sambutan dalam PKKMB UB 2020, beliau menyampaikan 3 pesan kepada Adhikara 58, salah satunya adalah mengajak Adhikara 58 serta civitas akademika untuk meningkatkan rasa kecintaan dan kepedulian terhadap almamater dan negara Indonesia serta tidak pernah merasa puas terhadap status quo dalam rangka memperbaiki almamater tercinta dari masa ke masa.
Raja Brawijaya tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Hal ini menjadi tantangan baru panitia untuk merancang konsep acara PKKMB di tahun ini. Dalam wawancara ketika ditanyakan apakah ada hal yang menjadi pembeda PKKMB tahun ini dengan sebelumnya, seperti tahun lalu ada Rekor Muri megakolaborasi perkusi. “Untuk tahun ini yg jelas menjadi keistimewaan tersendiri untuk kita panitia dan maba 2020. Jadi apapun yg ada di tahun ini adalah hal yang terbaik yang bisa kita berikan. Untuk hal yang berbeda mungkin kita bisa menampilkan seperti ada beberapa mata acara yang jauh lebih spesifik daripada sebelumnya, lalu juga akan ada video promosi yang mengkampanyekan kegiatan-kegiatan produktif di rumah” Ujar Daffa Anzunatama, Ketua Pelaksana Raja Brawijaya 2020
Dalam setiap kegiatan pasti memliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam hal ini yang banyak menjadi permasalahan adalah terkait sistem absensi maba yang dikatakan tidak transparan. Panita menjelaskan bahwa sistem absensi yang digunakan oleh operator pada saaat ini adalah google classroom dan zoom meeting. Alasannya karena google classroom tidak bisa menampilkan maba dalam satu waktu, sedangkan zoom bisa. Maka dari itu untuk peralihan tatap muka antar maba dengan panitia yaitu menggunakan zoom. Keselarasan antara absensi yang ada di google classroom dengan zoom adalah dengan absensi yang dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi hari dan isoma. Dalam google classroom panitia menggunakan sistem presensi berupa penugasan. Di waktu yang sama, pada zoom diberlakukan screenshot sebagai bukti otentik absensi, yang akan memudahkan panitia untuk merekapnya.
Selain permasalahan tersebut, banyak juga dari perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Brawijaya (LPM UB) yang bertanya terkait berita yang sudah cukup viral di twitter mengenai adanya maba yang merasa kurang nyaman karena di-pinned, di-unmute dan sebagainya oleh panitia ketika Zoom saat gladi acara Raja Brawijaya. Dari pihak panitia telah mengklarifikasi, “bahwasannya kejadian ini hanya kesalahpahaman. Karena pada awalnya salah satu rancangan yang dibuat oleh panitia untuk mengawasi maba dengan melakukan pinned terhadap semua maba agar para maba merasa diawasi, tetapi mungkin ketika mengarah ke salah satu orang yang mempunyai paras yang lebih baik, menjadikan maba bereaksi” ujar salah satu panitia Raja Brawijaya.
Walaupun demikian dengan adanya kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam acara Raja Brawijaya tahun ini seharusnya menjadi evaluasi untuk semua panitia agar memperbaiki kekurangan-kekurangan yang telah terjadi. Sehingga diharapkan tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini yang membuat maba merasa tidak nyaman dalam melaksanakan kegiatan PKKMB dihari berikutnya. (mel/ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here