Home Berita Konferensi Pers RAJA Brawijaya 2020 ajakan untuk Produktif dan Kreatif selama Pandemi

Konferensi Pers RAJA Brawijaya 2020 ajakan untuk Produktif dan Kreatif selama Pandemi

107
0
SHARE

ManifesT – Sabtu (19/9). Pada pagi hari ini tengah berlangsung acara RAJA Brawijaya 2020 yang diadakan secara daring. Acara kali ini merupakan pertama kalinya diadakan secara daring untuk menaati protokol kesehatan dan mencegah penyebaran virus Covid-19. Dengan tema produktif dan kreatif selama pandemi, acara ini diikuti kurang lebih 14.490 mahasiswa baru (maba) dari tingkatan S1 juga Vokasi. Konferensi Pers yang dilkasanakan secara daring kali ini, dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., M. S. selaku rektor Universitas Brawijaya periode 2019-2022, kemudian pihak rektorat dan jajarannya, beserta Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM), dan Ketua Pelaksana RAJA Brawijaya 2020.

Pertama kali dilakukan secara Daring

Dalam konferensi kali ini membahas mengenai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Universitas Brawijaya yang dilakukan secara online. Daffa Anzunatama selaku ketua pelaksana RAJA Brawijaya 2020, mengatakan karena ini pertama kalinya diadakan secara daring menyebabkan diperlukannya persiapan yang matang. Salah satunya simulasi acara yang dilakukan sebanyak dua kali berupa gladi kotor dan gladi bersih yang dilakukan dua hari berturut-turut sebelum RAJA Brawijaya 2020, sebagai bentuk evaluasi agar di hari acara berlangsung dapat berjalan lancar.

Kendala demi Kendala

Konferensi pers ini juga membahas mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi mulai dari 64 operator yang bertanggung jawab atas cluster mahasiswa baru berjumlah serupa, yang harus melalui pembinaan teknis agar kemudian dapat mengoperasikan sistem. Selain itu para mahasiswa difabel juga kesulitan untuk mengikuti jalannya PKKMABA secara daring ini, sehingga pihak panitia kemudian menyediakan penerjemah bahasa isyarat di pojok bawah kolom video PKKMABA Universitas Brawijaya, sehingga mereka dapat mengikuti acara dengan nyaman. Kendala demi kendala dalam pelaksanaan RAJA Brawijaya 2020 tersebut berhasil diatasi dengan baik.

Keresahan akan Perploncoan lewat Ospek Online

Perpeloncoan lewat ospek online yang sempat viral beberapa waktu lalu, menimbulkan pertanyaan apakah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) Universitas Brawijaya, kemudian akan melakukan kesalahan serupa. Namun hal itu dibantah secara tegas oleh pihak rektorat dan meyakinkan bahwa hal serupa tidak akan terjadi di RAJA Brawijaya 2020, dan untuk menghindarinya interaksi secara langsung (verbal) antara Panitia dan Peserta dibatasi. Peserta hanya diperbolehkan untuk memberikan pertanyaan lewat kolom percakapan sebelum akhirnya nanti disampaikan oleh operator kepada yang ditujukan. Selain itu, juga dilakukan pengawasan secara ketat oleh 15 operator sistem lain dan crisis Center. (amm/jde)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here