Home Berita Aksi Demonstrasi di Malang, Anarkis?

Aksi Demonstrasi di Malang, Anarkis?

114
0
SHARE

ManifesT – Kamis, (08/10/2020) telah terjadi aksi unjuk rasa di depan balai Kota Malang yang diikuti oleh ribuan massa yang terdiri mahasiswa, buruh, petani se-Malang Raya yang bergabung dalam aliasnsi Malang Melawan serta beberapa masyarakat Malang sendiri yang peduli akan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pada pukul 09.00 WIB Massa aksi mulai berkumpul di Stadion Gajayana untuk melakukan konsolidasi. Sedangkan dalam mengantisipasi rusuhnya para demonstran, disini para ratusan personel polisi telah disiagakan termasuk memasang pagar kawat berduri disepanjang jalan didepan gerbang gedung DPRD dan di Balai Kota Malang . Sekitar pukul lebih 10.00 WIB aksi unjuk rasa ini sudah di depan Gedung DPRD dan Balai Kota Malang yang dimana mereka ingin menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Kota Malang (khususnya) dengan harapan untuk bisa diteruskan aspirasi tersebut ke pusat guna mencabut Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja. UU Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR ini, mendorong masyarakat luas di seluruh daerah di Indonesia, tidak terkecuali Malang agar bersolidaritas penuh terhdap perjuangan buruh dan rakyat dalam mencabut aturan tersebut, karena dinilai UU Cipta Kerja adalah UU yang sangat merugikan masyarakat khususnya buruh.


Awalnya aksi unjuk rasa ini berjalan dengan damai mereka para masa aksi unjuk rasa banyak yang membawa bendera, spanduk, hingga berbagai tulisan yang menyatakan aksi penolakan. Namun beberapa saat kemudian aksi unjuk rasa ini terjadi kerusuhan dan Chaos dari para aliansi demostrasi, hal ini dipicu kemarahan dengan bisunya DPRD kota Malang yang tidak keluar untuk meleraikan para unjuk rasa. Para pengunjuk rasa memaksa masuk menerobos pagar kawat atau berikade yang sebelumnya telah disiapkan oleh para polisi, melempar batu, botol-botol sampah, bahkan petasan pun tak terhindarkan, tidak hanya itu saja mereka juga merusak barang dan fasilitas umum disekitar lokasi, seperti pintu utama gedung DPRD Kota Malang, hingga masuk ke dalam gedung tersebut. Kepolisian yang berjaga pun kewalahan sehingga petugas kepolisian mengerahkan kendaraan water canon dan menyemprot gas air mata dan tembakan air pada seluruh massa aksi, alhasil para masa aksi dipukul mundur karena para massa aksi banyak yang terkena gas air mata, tidak hanya itu saja akibat dari kericuhan unjuk rasa ini mengakibatkan sejumlah massa aksi demonstran dan polisi luka-luka dan beberapa unit mobil polisi rusak. Suasana ricuh sempat reda lalu mulai memanas kembali pada pukul 12.35 WIB.


Adapun satu hal yang menjadi tuntutan Malang melawan yakni Presiden dapat mengeluarkan Perppu untuk membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja ini. Karena UU ini dinilai masyarakat mengurani hak-hak para buruh, mengancam keberlangsungan masyarakat adat, mengancam keberlangungan kondisi lingkungan dan makhluk hidup lainnya serta beberapa poin dalam beberapa cluster yang dinilai cacat secara materiil. (hsw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here