Home Uncategorized Aksi Lanjutan, Masyarakat Butuh Perppu?

Aksi Lanjutan, Masyarakat Butuh Perppu?

42
0
SHARE

ManifesT – Selasa (20/10). Pada siang hari ini telah berlangsung aksi demonstrasi lanjutan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja yang diinisiasi oleh Aliansi Malang Melawan. Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor DPRD Malang ini dimulai pada siang hari, sekitar pukul 12.45 WIB yang bertitik kumpul di sekitaran Stadion Gajayana. Aksi dimulai dengan melakukan longmarch dari sekitaran Stadion Gajayana yang kemudian berhenti di simpang Jl. Kahuripan untuk bergabung dengan massa Aksi yaitu HMI Cabang Malang dan Juga EM UB. Hal ini dilakukan cukup lama, dimana dalam pemberhentian tersebut diisi dengan orasi orasi dan juga pembacaan puisi dari massa aksi yang dimaksudkan untuk menyampaikan pendapat dan juga untuk membangkitkan semangat massa aksi yang ada.
Massa aksi mulai melanjutkan longmarch nya setelah sholat ashar atau lebih tepatnya sekitar pukul 14.48 menuju depan kantor DPRD Kota Malang, penjagaan dari aparat pada aksi kali ini cukup ketat dimana terlihat banyaknya personil yang diturunkan untuk mengamankan massa aksi yang berlangsung baik dari pihak kepolisisan maupun anggota TNI. Dalam pelaksanaan aksi demonstrasi kali ini dapat dikatakan cukup berjalan damai, walaupun pada saat teman-teman masa aksi berorasi menyampaikan pendapatnya di depan geudung DPRD Kota Malang terdapat beberapa gangguan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, yaitu dengan memutar lagu lagu yang cukup keras sehingga massa aksi yang sedang melakukan orasi cukup terganggu oleh hal tersebut.
Pada aksi demonstrasi ini tidak hanya dari teman-teman aliansi malang melawan saja tetapi juga masyarakat malang yang juga turun kejalan guna mengingatkan massa aksi terkait demo yang harus berlangsung kondusif, hal tersebut didasari karena adanya rusuh pada aksi sebelumnya yaitu aksi 8 Oktober 2020 yang dilakukan oleh pihak (oknum) tidak bertanggung jawab. Setelah adanya pertemuan antara masyarakat malang dan juga kordinator lapangan pada aksi tersebut, masyarakat malang yang mengatas namakan diri mereka aremania kembali ke rumah masing masing. Pada aksi yang diselenggarakan di deoan gudung DPRD Kota Malang ini selain orasi-orasi penyampaian pendapat dimuka umum secara langsung, juga terdapat hal yang esensial lainnya yakni teateristik yang dilakukan oleh beberapa massa aksi dengan memperagakan terkait sidang pengesahan undang undang Cipta kerja yang banyak menimbulkan Pro dan Kontra karena adanya insiden pembungkaman salah satu anggota DPR dengan cara mematikan Mikrophone dari anggota DPR tersebut
Pada aksi kali ini Tuntutan yang dibawa oleh massa aksi Aliansi Malang melawan dan beberapa elemen masyarakat lainnya hanya satu yaitu mengeluarkan PERPPU untuk mencabut Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja ini, selain itu, kami dari Aliansi Malang Melawan juga melakukan himbauan untuk masyarakat untuk sama-sama memperjuangkan Hak Hak rakyat yang diberangus oleh UU tersebut dengan membatalkan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja. Dari massa aksi aliansi malang melawan sendiri tidak ada niatan untuk melakukan dialog dengan DPRD dan/ Pemerintah Kota Malang dikarenakan kami, Aliansi Malang Melawan dan elemen-elemen masyarakat lainnya menjunjung “mosi tidak percaya “, “karena hari ini kita sudah dikhianati oleh para anggota DPR RI dan pihak dari Pemerintahan sebagai para pembentuk UU, sehingga kita menolak untuk melakukan negoisasi dengan mereka” ucap Kordinator Lapangan dari Aksi tadi yaitu Saudara Wahyu Ramadhan ,”kita hanya menuntut pencabutan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja ini”, tambahnya.
Demo berakhir sekitar pukul 17.00 WIB yang dimana diakhiri dengan pengarahan massa aksi untuk bubar dan kembali kerumah masing masing, dalam aksi kali ini dapat dikatakan sangat berlangsung kondusif tidak ada masalah sebagaiamana pada aksi demonstrasi yang diselenggarakan sebelumnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here