Home Uncategorized Monumentalisasi Patung Munir

Monumentalisasi Patung Munir

38
0
SHARE

ManifesT – Selasa (27/10) telah diadakan acara Monumentalisasi Patung Munir Said Thalib yang diadakan oleh Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya dan merupakan salah satu program kerja dari kementrian Gerakan Kebijakan Eksternal. Monumentalisasi Patung Munir ini merupakan salah satu lanjutan dari event Munirfest, dimana event tersebut memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah Monumentalisasi patung ini dan merupakan rangkaian terakhir dari event Munirfest. Acara ini juga dibantu oleh Kemahasiswaan Fakultas Hukum yang dimana mereka berkontribusi sebagai fasilitator.Munir sendiri merupakan Aktivis Ham yang memperjuangkan hak-hak kaum yang tertindas di era pemerintahan Orde Baru seperti kasus tanjung priok, kasus marsinah, kasus penculikan 1997-1998 dan masih banyak lagi. Aktivis yang lahir di Kota Batu ini menempuh perkuliahannya di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, sehingga adanya monumentalisasi Patung ini merupakan apresiasi dari Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Hukum untuk mengenang jasa-jasa beliau khususnya dalam bidang perjuangan HAM.Monumentalisasi Patung Munir Said Tholib ini merupakan simbol menolak lupa terhadap berbagai pelanggaran HAM berat masa lalu dan pelanggaran HAM lainnya yang hingga kini belum terselesaikan. Acara ini dilaksanakan bertepatan dengan hari pelantikan presiden Joko Widodo agar memberikan pesan kepada beliau bahwa era pemerintahannya saat ini yang telah berjalan sekitar 6 tahun belum memberikan keadilan bagi para korban pelanggaran HAM. Bahkan titik puncak kegagalan tersebut dengan dilakukakannya pengesahan UU Cipta Kerja yang akhirnya menimbulkan berbagai polemik dan pelanggaran-pelanggaran HAM baru buntut dari pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja Tersebut. Monumentalisasi Patung Munir Said Tholib tersebut sekaligus untuk mengingatkan kepada generasi-generasi yang akan datang bahwa dalam memperjuangkan HAM akan terus berkobar dan berlipat ganda.Monumentalisasi Patung Munir tersebut membawakan tema “ Janji Dibawa Mati: 6 Tahun Jokowi Lupa Hak Asasi” acara ini diawali dengan musikalisasi Puisi dengan judul “Nestapa di Langit Rumania” dan pembacaan puisi dengan judul “Menolak Lupa” yang dibawakan oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Sumpah pemuda yang dibacakan oleh presiden BEM FH UB yaitu M Rafi Faried Karim, setelah pembacaan sumpah pemuda tersebut dilanjutkan dengan orasi politik dari Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya yaitu M Farhan Azis. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bapak Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yaitu Dr. Muchamad Ali Syafaat, SH, MH. Serta sekaligus dengan penanda tanganan batu prasasti peresmian Monumentalisasi Patung Munir. Setelah penanda tanganan Batu Prasasti tersebut kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dibacakan oleh Mahasiswa Universitas Brawijaya.Acara ini tergolong tidak banyak yang dating dikarenakan ada nya pembatasan orang yang ikut dalam acara tersebut yaitu maksimal 40 orang yang merupakan aturan dari dekanat itu sendiri, sehingga monumentalisasi tersebut terkesan sepi, “namun terlepas dari hal tersebut itu tidak mengurangi esensi dari acara ini yang dimana kita melakukan monumentalisasi patung munir itu sendiri bermaksud untuk mengenang jasa-jasa dari almarhum Munir sendiri yang merupakan alumni dari FH UB dan merupakan aktivis HAM dunia” ujar Kapel Munirfest yaitu Kahfi Inzagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here