Home Berita Siswa di Jawa Tengah Akui Mulai Alami Learning Loss

Siswa di Jawa Tengah Akui Mulai Alami Learning Loss

160
0
SHARE

ManifesT, (01/02/2021) – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama hampir satu tahun penuh membuat siswa di Jawa Tengah akui mulai alami learning loss. Dhira-siswi kelas 11 SMA PGRI 1 Pati mengungkapkan, dirinya saat ini sedang mengalami fase dimana ia kesulitan hingga kehilangan kemampuan untuk memahami mata pelajaran yang diberikan. Ia merasa bahwa PJJ membuat siswa semakin merasa tertekan karena paksaan tugas yang diberikan, sementara penyampaian materi secara daring menurutnya tidak cukup efektif bagi siswa untuk mampu memahami materi yang diberikan

Sependapat dengan Dhira, Lora dan Tifani juga mengatakan bahwa mereka mulai mengalami learning loss akibat PJJ yang terlalu lama. “Iya saya dan teman – teman mengalaminya.”

Tidak jauh berbeda dengan siswa SMA, siswa SMK juga mengeluhkan hal yang sama. Tata mengatakan, kurangnya pemahaman materi saat PJJ berdampak pada kemampuan mereka untuk mempraktekkan materi yang diajarkan. “Mungkin praktek ya. Soalnya SMK banyak praktek, nah itu kemampuan atau basic dalam praktek belum dikuasai,” ujarnya.

Arjun-siswa SMK Negeri 2 Cilacap juga mengakui bahwa ia merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara pembelajaran daring dan luring. Menurutnya saat pembelajaran dilaksanakan secara luring, siswa lebih mudah menangkap penjelasan materi dan praktek yang diberikan guru ketimbang saat memakai sistem daring.

Learning loss sendiri ialah keadaan dimana siswa kehilangan kemampuan dan skill dalam menambah ilmu karena ada penundaan proses belajar mengajar. Learning loss merupakan dampak yang sulit dihindari saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai diterapkan, apalagi dalam kurun waktu yang terbilang lama.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga sempat menyinggung mengenai learning loss. “Kita saat ini mencoba menemukan berbagai sistem hybrid yang masih bisa menjaga keamanan kesehatan tapi juga tidak mengakibatkan lost of learning,” kata Nadiem dalam diskusi daring, Jumat (22/1).

Untuk itu, Nadiem mengimbau bagi Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengalami kesulitan untuk melaksanakan PJJ agar dapat segera mulai melaksanakan kembali sistem pembelajaran tatap muka. Dengan syarat, sistem pembelajaran tatap muka tetap dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada dan membatasi kapasitas siswa 50 persen dari kapasitas yang seharusnya. (msl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here