Home Berita Wujud Solidaritas Seniman Malang melalui Kegiatan “Membaca Cinta”

Wujud Solidaritas Seniman Malang melalui Kegiatan “Membaca Cinta”

51
0
SHARE

(Sumber gambar: dokumentasi pribadi)

ManifesT, Malang- Pada Hari Sabtu, 27 Februari 2021 hingga Minggu, 28 Februari 2021 komunitas seni Kota Malang mengadakan sebuah kegiatan ‘Membaca Cinta’ yang berlokasi di Dewan Kesenian Malang, Jalan Majapahit Nomor 3, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh banyak seniman seperti Romo Pambudi, Plolong, Ken, Ugik Arbanat, dan masih banyak lagi. Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu rekan seniman yang cukup aktif di Kota Malang yang dikenal dengan nama Azis Franklin Suprianto.  Beliau merupakan salah satu sosok seniman yang menginspirasi dan selalu membawa kegembiraan bagi banyak orang lewat karya dan kegiatan yang diadakannya. Tidak heran kegiatan ini pun menarik perhatian banyak orang.

Kegiatan ‘Membaca Cinta’ ini bukan merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin melainkan berangkat dari inisiatif kawan-kawan seniman sesaat setelah mengetahui Pak Azis sakit dan dirawat di rumah sakit.

Pada kesempatan itu, kami mewawancarai beberapa pengunjung yang hadir dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Alif yang berasal dari Kota Malang. Ia mengetahui kegiatan ini melalui poster yang dikirim oleh teman dekatnya. “Saya tertarik dengan judul dan tema kegiatannya sih makannya saya datang kesini,” pungkasnya.

Selain Alif, kami juga mewawancarai Pak Bambang yang merupakan salah satu teman dekat dari mendiang Azis Franklin Suprianto. Kedekatannya dengan Pak Azis dimulai sejak mereka sama-sama aktif di Dewan Kesenian Malang pada tahun 1985. “Pak Azis ini adalah orang yang sederhana. Dia itu akrab dengan anak-anak, gimana caranya anak-anak itu gembira. Beliau performance bikin sulapan dan sebagainya, itu pembawaan beliau,” ujarnya.

Selain mewawancarai pengunjung yang hadir di kegiatan tersebut, kami juga mewawancarai salah satu penyelenggara yang tidak ingin disebutkan identitasnya. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk solidaritas dari komunitas seniman Kota Malang atas dedikasi mendiang Pak Azis semasa hidupnya dalam dunia seni. Mengenai target penonton dari pagelaran seni ini, penyelenggara menjawab tidak ada target khusus, namun ia yakin bahwa seniman Malang itu memiliki kepedulian yang kuat. Untuk kendala dalam penyelenggaraan kegiatan ini tidak banyak, menurutnya hanya terkendala cuaca, teknis, dan PPKM. Berhubung kegiatan ini diselenggarakan di tengah pandemi, tak lupa ia juga menekankan agar pengunjung tetap pada pelaksanaan protokol kesehatan.( tzk/fth/krt/nmo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here