Home Berita Sekolah Tatap Muka, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Belum Memiliki Kebijakan

Sekolah Tatap Muka, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Belum Memiliki Kebijakan

87
0
SHARE

ManifesT, Blitar, (Rabu, 3 Maret 2021)-Pemerintah Pusat memunculkan wacana sekolah tatap muka pada bulan Juli 2021 mendatang. Namun, pada akhirnya keputusan terkait kegiatan sekolah tatap muka ini tetap berada di tangan Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak sekolah.

Menanggapi wacana ini, dr. Christine Indrawati, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menerangkan bahwa pihaknya belum memiliki kebijakan terhadap wacana sekolah tatap muka ini. Hal ini dikarenakan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar masih memantau hasil evaluasi pada pertengahan bulan Maret mendatang terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang telah dilaksanakan di Kabupaten Blitar.

Selama pandemi Covid-19 ini Kabupaten Blitar meniadakan kegiatan sekolah tatap muka dari jenjang TK hingga SMP, terkecuali jenjang setara SMA yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pada jenjang setara SMA dilakukan kegiatan tatap muka terbatas sesuai dengan Edaran dari Gubernur Jawa Timur. Kegiatan tatap muka ini disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan, serta berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Blitar.

Terkait wacana kegiatan sekolah tatap muka ini, muncul banyak dukungan terutama dari para siswa dan tenaga pengajar, dikarenakan ketidakefektifan dari sistem pembelajaran daring. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa wacana ini juga mendapat penolakan dari pihak tenaga medis. “Teman-teman dari tenaga kesehatan itu cenderung menolak kegiatan sekolah tatap muka, dikarenakan anak usia sekolah cenderung abai dengan protokol kesehatan,” jelas dr. Christine.

Selain itu, dr. Christine menerangkan bahwa nantinya pelaksanaan sekolah tatap muka harus memenuhi syarat-syarat tertentu, utamanya protokol kesehatan. “Sekolah harus menyediakan wastafel dan hand sanitizer, menerapkan penggunaan masker, dan mempersiapkan jarak antar meja,” ucapnya.

Beliau juga menerangkan bahwa tenaga pengajar merupakan salah satu prioritas dari gelombang kedua pemberian vaksinasi covid-19 di Kabupaten Blitar. Beliau menjelaskan bahwa pada gelombang pertama pemberian vaksinasi covid-19 prioritas penerimanya adalah para tenaga medis. Sedangkan untuk gelombang kedua prioritas pemberiannya adalah kepada para polisi, TNI, tenaga pengajar, dan pemberi layanan publik. Selanjutnya, gelombang ketiga akan ditujukan kepada masyarakat umum.(ipm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here