Home Uncategorized Kain Endek Tradisional Masih Sepi Pembeli, SE Gubernur Belum Berjalan Efektif?

Kain Endek Tradisional Masih Sepi Pembeli, SE Gubernur Belum Berjalan Efektif?

42
0
SHARE

ManifesT, Denpasar, (Jumat, 05/03/2021) – Penjualan kain tenun tradisional Bali atau kain endek belum mengalami peningkatan sejak Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali, diberlakukan secara resmi oleh Gubernur Bali pada Selasa (23/02/21).

Rianingsih (62) salah seorang penjual kain endek di Jalan Sulawesi mengungkapkan bahwa penjualan kain endek tradisional pasca diberlakukannya Surat Edaran Gubernur Bali secara resmi, masih belum mengalami peningkatan yang signifikan. “Belum meningkat, ya standarlah. Yang dicari masih endek print. Pesanan ada juga, tapi yang endek print,” ujarnya.

Harga kain endek tradisional Bali berkisar dari Rp200.000–Rp500.000, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung kerumitan motif dan jenis kain yang digunakan. Harga ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan kain endek print yang hanya berkisar Rp75.000–Rp200.000. Mahalnya harga kain endek tradisional juga dipengaruhi oleh proses pembuatannya yang membutuhkan waktu cukup lama.

Rianingsih mengungkapkan, kualitas kain endek print pun tidak kalah dengan kain endek tradisional Bali. Motif yang dihasilkan sama seperti kain endek tradisional dengan warna yang lebih beragam. “Dari segi perawatannya juga. Endek tenun dijemur dia, nggak bisa sering dicuci. Lebih gampang rusak juga. Kalau yang print awet,” ujarnya. Beberapa alasan itu menyebabkan kain endek tradisional masih sepi pembeli.

Rianingsih menyatakan bahwa ia mengapresiasi upaya pemerintah. Namun, menurutnya kebijakan penggunaan kain endek tradisional ini masih belum berjalan dengan efektif. “Bagus, saya pikir bagus ya. Tapi untuk menaikkan daya beli masyarakat terhadap endek tenun, saya rasa belum,” ujar Rianingsih.

Sampai saat ini, Gubernur Bali masih terus mengingatkan masyarakatnya untuk menggunakan kain endek tradisional Bali setiap hari Selasa. Kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 ini merupakan bentuk upaya pemerintah daerah untuk melestarikan, melindungi, dan memberdayakan kain tenun tradisional Bali. Kebijakan ini juga diklaim mampu menjadi upaya untuk menyelamatkan kain endek, sebagai warisan kerajinan Bali, dari kain endek print yang sedang marak digunakan oleh masyarakat. (rdh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here