Home Uncategorized Aksi Kamisan Malang: “Hentikan Perampasan Ruang Hidup di Bethek Kota Malang”

Aksi Kamisan Malang: “Hentikan Perampasan Ruang Hidup di Bethek Kota Malang”

77
0
SHARE

(sumber gambar: dokumentasi pribadi)

ManifesT, Malang-Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan semangat Aliansi Solidaritas Bethek Melawan untuk memperjuangkan hak warga Bethek yang sejak awal menjadi permasalahan dikarenakan pembangunan proyek RSU BRI Medika. Aliansi yang menamakan diri mereka Aksi Kamisan Malang melakukan aksinya di depan Balaikota Malang pada Kamis (04/03). Pak Agus selaku warga Bethek melakukan aksinya dengan cara tiduran di jalan depan balaikota dengan didampingi poster yang berisi kritik dan penolakan dari warga. Aksi ini dilakukan karena belum adanya tindakan nyata dari pemerintah dalam mengusut kejanggalan yang terdapat pada proses pembangunan RSU BRI Medika.

Aksi Kamisan Malang mengeluarkan pres rilis yang berisikan kronologi dan tuntutan dari warga untuk pimpinan proyek dan pemerintah. Ada 4 tuntutan yang dikeluarkan bersamaan dengan press rilis tersebut, tuntutan tersebut berbunyi:

  1. Menuntut Pemerintah Kota Malang untuk mencabut izin lingkungan juga sekaligus izin pembangunan proyek RSU BRI Medika Malang karena telah cacat secara formil atau procedural sejak pembongkaran dimulai.
  2. Menuntut pimpinan proyek untuk bertanggungjawab terhadap kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
  3. Mendorong Pemerintah Kota Malang untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku perampasan ruang hidup dan para pelanggar HAM.
  4. Mendorong Pemerintah Pusat untuk segera menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu sekaligus pelanggaran-pelanggaran HAM yang beberapa masa ini terjadi.

“Untuk aksi kamisan  sore hari ini kita melihat problem pembangunan di bethek ini permasalahan intinya adalah karena tidak terlaksanakannya dalam perizinan. Banyak step-step yang harusnya dilakukan oleh kontraktor. Namun tidak sama sekali menemukan bukti bahwa semua step dilaksanakakan,” ujar Firza, salah satu warga Bethek.

Dari surat investigasi yang diterbitkan Solidaritas Warga Bethek (SBM) disebutkan bahwa pembongkaran dan pengubahan bangunan yang dilakukan merupakan tindakan illegal jika berdasarkan pada PP No. 36 Tahun 2005.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh Aliansi Solidaritas Bethek Melawan adalah menemui walikota yang berurusan dengan perizinan serta mengirim surat terbuka ke lembaga-lembaga pemerintahan pusat.(aam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here