Home BERITA Aksi Aspirasi Mahasiswa untuk Jokowi

Aksi Aspirasi Mahasiswa untuk Jokowi

SHARE

ManifesT – Malang (22/05)   Mahasiswa melakukan aksi menggugat Jokowi  yang bertajuk “Jatim Menggugat”. Aksi ini  merupakan bentuk aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) regional Jawa Timur, mengenai segala permasalahan di Indonesia. Disampaikan oleh Reza Adi Pratama selaku Humas Aksi sekaligus Koordinator BEM SI wilayah Jatim “Ada tiga tuntutan dalam aksi ini, yang pertama adalah untuk mengembalikan subsidi BBM  karena pencabutan subsidi BBM dinilai menjadi sumber ketidakstabilan perekonomian Indonesia saat ini. Kedua nasionalisasi freeport dan blok mahakam karena ini adalah sebuah  aset strategis yang harusnya bisa dikelola dan dikuasai penuh  oleh negara untuk kepentingan rakyat. Serta yang ketiga adalah terkait kartu Indonesia Sehat yang telah kami kaji dinilai sama dengan BPJS namun dengan bentuk fisik yang berbeda sehingga kartu indonesia sehat ini kami lihat sebagai buah bentuk pencitraan presiden supaya ada terlihat ada program yang pro rakyat”.

HADANG JOKOWI DI SUHAT

Massa aksi awalnya diestimasikan berjumlah 200 orang, ternyata bertambah dan diikuti oleh  377 massa aksi BEM SI wilayah Jatim. Massa aksi terdiri dari mahasiswa UB, UNAIR, ITS, PENS, POLINEMA, POLTEKOM, UMM, UTM dan UNEJ. Aksi Jatim Menggugat ini dilakukan di Gerbang Suhat UB yang kemudian dilanjutkan ke Balaikota Malang kemudian  menuju Batu. Aksi ini juga disertai dengan teatrikal dari mahasiswa, media sosial juga digencarkan dengan tagar #CulikJokowi dan #JatimMenggugat.

Menurut salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Danang  yang mengamati aksi ini menyatakan “Yang dijanjiin Jokowi Cuma janiji doang, sebenernya saya netral tapi setelah saya lihat-lihat sebulan dua bulan sampai satu semester ini pemerintahan Jokowi itu janji-janjinya cuma kebalik semua kaya APBN, subsidi soal kesejahteraan rakyat dan lainnya, sebenernya bagus aksi ini untuk mahasiswa tapi kalo anarkis saya kurang setuju ya gimana lagi.”

Hal tersebut diungkapkan usai terjadi dorong-mendorong antara mahasiswa aksi yang berusaha menghadang masuk Jokowi dengan personil keamanan dari kepolisian di pintu gerbang suhat.  Aksi ini mengerahkan satu SSK dari Polres Kota Malang. Para personil keamanan melakukann persuasi dan negosiasi agar tidak ada benturan antara aparat dengan mahasiswa. Pengamanan jalur dilakukan di sepanjang jalan  dari LA Sucipto sampai dengan Joyo Grand  karena jalur ini merupakan jalur steril untuk RI 1. Tujuan Jokowi ke Malang adalah untuk mengunjungi Pondok Pesantren Baitul Maghfiroh di daerah Joyo Grand.  Aparat tidak mengizinkan mahasiswa turun ke jalan karena dinilai akan mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Dalam aksi ini Mahasiswa sudah memberikan izin dan kami memberi izin untuk aksi, sudah sesuai aturan” ujar Kuswara, Kapolsek Lowokwaru.

BPM-RDM FHUB PUNYA JALAN LAIN

                Sikap yang berlainan justru ditunjukkan oleh BPM-RDM FHUB yang tidak turut serta dalam aksi ini dikarenakan BPM-RDM akan membahas lebih dalam dahulu, dalam arti masih memberikan kesempatan pada Jokowi untuk instrospeksi atas apa yang sudah dilakukan.

Presiden BPM-RDM FHUB, Zubairi Fajar menyatakan “Pemerintahan Jokowi-JK masih banyak gejolak seperti sembako yang masih mahal, transparansi yang di re-shuffle belum jelas, masa transisi memang kayak gitu, sebaiknya kita tahan dulu, kita biarkan Jokowi mengeluarkan pikirannya bagaimana ketika dulu kampanye, debat capres dulu seperti apa karena proses memang tak sebentar, mungkin bisa kita tunggu setahun atau setahun setengah karena sebagai presiden karena tanggung jawab seorang presiden tidak mudah apalagi mengurus Indonesia yang segede ini”.

Presiden BPM-RDM mengatakan bahwa jika aksi bisa dilakukan dengan cara lain seperti undangan terbuka dengan Jokowi serta berdialog untuk menyampaikan aspirasi kita. Harapan BPM-RDM FHUB semoga dalam kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Jokowi lebih bisa memperhitungkan dampak apa yang timbul di masyarakat. (tuv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here