Home Berita Tanggap Isu, Fakultas Hukum Adakan Evaluasi Kritis Pembubaran Organisasi Masyarakat

Tanggap Isu, Fakultas Hukum Adakan Evaluasi Kritis Pembubaran Organisasi Masyarakat

9
0
SHARE

ManifesT – Malang, Selasa (23/5) Seminar Akademik bertajuk “Evaluasi Kritis Pembubaran Organisasi Masyarakat dalam Perspektif Ideologi Pancasila, Hukum, HAM dan Demokrasi” diselenggarakan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di gedung A Fakultas Hukum (FH) tepatnya di lantai 6 ruang Auditorium pagi tadi telah sukses dilaksanakan.

Seminar ini diadakan oleh bagian Tata Negara, bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Hak Asasi Manusia dan Demokrasi (PPHD) dan Forum Mahasiswa Tata Negara (Formatera) sukses menarik lebih dari 80 peserta seminar yang berasal dari berbagai elemen baik dari dalam FH sendiri baik dosen maupun mahasiswa, aktivis organisasi ekstra kampus maupun elemen masyarakat lain termasuk diantaranya tadi terlihat dari Forum Kerukunan Umat Beragama turut hadir memeriahkan acara tersebut.

“Dilatarbelakangi oleh pikiran-pikiran, pikiran itu adalah respon terhadap suatu fakta yang disuguhkan di depan kita semuanya, beberapa waktu lalu Pak Wiranto MENKOPOLHUKAM berbicara resmi sebagai seorang menteri dihadapan televisi nasional ada rencana pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat dalam hal ini Hizbut Tahrir Indonesia, apa yang dilakukan Hizbut Tahrir itu secara nyata-nyata telah bertentangan dengan ideologi bangsa yaitu ideologi Pancasila” ujar M. Dahlan S.H M.H dosen Tata Negara Fakultas Hukum yang sekaligus menjadi wakil ketua pelaksana acara tersebut.

Selain itu beberapa dosen ikut berpartisipasi aktif memeriahkan acara itu seperti Prof. Dr. Moh. Bakri SH., MS. turut menghangatkan situasi seminar itu dengan bertanya tentang Pancasila sebagai ideologi negara apakah terbuka atau tertutup, dan menegaskan kembali apa yang sebenarnya dilanggar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu sendiri dalam masalah pembubaran ormas tersebut.

Suasana Auditorium pada saat itu menjadi sangat hangat mengingat Prof. Bakri merupakan dosen senior FH yang sangat disegani oleh civitas akademika. Beberapa pemateri menegaskan bahwa untuk menjawab pertanyaan tersebut sebetulnya hanya terpaksa menjawab karena sudah diundang, sebagian lagi menegaskan bahwa dia tidak menjawab pertanyaan namun hanya mengutarakan pendapat yang diketahui oleh pemateri saja, karena dengan kata menjawab seakan pemateri lebih pandai dari penanyanya.

Para pemateri itu antara lain; Abdul Gaffar Karim (Dosen Fisipol UGM), Al Hanif S.H., M.A., LL.M., PhD. (Koordinator Serikat Pengajar HAM), Dr. Ali Safaat, S.H., M.H. (Dosen FH UB), dan Haidar Adam S.H (Dosen Tata Negara FH UNAIR), serta dimoderatori oleh Ria Casmi Arsa S.H., M.H.

“Saya setuju HTI itu dibubarkan tapi kita harus memperhatikan asas proporsionalitas jangan diskriminatif seperti ini, ini kan HTI saja yang dibidik. Kalau misalnya mau dibubarkan berarti semua ormas yang melanggar nilai-nilai pancasila harus dibubarkan” Ujar Al Hanif salah satu pemateri.

“Acara ini dipersiapkan mulai seminggu sebelum diselenggarakannya persiapan acara mulai hari senin waktu SBMPTN”. Ujar ketua Formatera. Acara ini juga dijadikan sebagai kritik terhadap pemerintah sebagaimana disampaikan oleh M. Dahlan “Ini sekaligus warning pada pemerintah, kalau memang mau membubarkan ya lewat pengadilan dan harus ada proses pembuktian”.

Dahlan juga menegaskan untuk menjadikan kampus sebagai media pencerahan bagi setiap fenomena. “Barangkali kalau misalkan nanti ada fenomena-fenomena hukum selain ini kemudian kita bisa tampil lagi untuk memberikan pencerahan-pencerahan, selain juga akan nada seminar-seminar rutin yang berkaitan dengan keilmuan yang kita pelajari selama ini” Ujar beliau. (sfq)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here