Home BERITA Berbeda Tujuan, FH UB Ciptakan Banyak Law Fair

Berbeda Tujuan, FH UB Ciptakan Banyak Law Fair

SHARE

ManifesT – Malang (11/10) Dua hari yang lalu tepatnya pada hari Senin, 9 Oktober 2017 telah diselenggarakan acara Seminar Nasional (Semnas) Gema Nusantara. Acara semnas ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Demokrasi Feztival Kampus (Mozaik). Mozaik adalah salah satu acara law fair yang ada di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), program kerja (progja) dari Lembaga Otonom (LO)  FH UB yaitu Forum Mahasiswa Peduli Keadilan (Formah PK). Acara tersebut berlangsung di Gedung Samantha Krida UB dengan mengusung tema “ Memperkuat Pondasi Demokrasi Berasaskan Ideologi Pancasila Pasca Reformasi”. Tidak tanggung-tanggung, panitia Mozaik mengundang beberapa pemateri yang handal untuk mempresentasikan materi dalam tema yang mereka usung tersebut.  Pemateri tersebut diantaranya; Prof. Dr., Franz Magnis-Suseno SJ, Prof. Dr., Sudjito., S.H, M.S.i, Alissa Wahid, Refly Harun, S.H., M.H., LL.M., bahkan seminar ini dimoderatori oleh Alfito Deannova yang merupakan presenter berita CNN Indonesia. Tentu saja pemateri dan moderator menjadi pendukung kelancaran acara Mozaik 2017 ini.

Tidak kalah menarik, sehari sebelum acara Mozaik 2017, tepatnya pada hari Minggu, telah diselenggarakan pula acara law fair lainnya yaitu Constitutional Law Festival (CLFest). CLFest merupakan acara yang menjadi program kerja LO Forum Kajian dan Penelitian Hukum (FKPH). Sama halnya dengan Mozaik, CLFest juga mengahdirkan semnas didalam salah satu rangkaian acaranya. Berbeda tema dengan Mozaik, “Penegasan Wewenang Mahkamah Konstitusi dalam Pembubaran Partai Politik untuk Mewujudkan Demokrasi yang Bermartabat” dipilih sebagai tema semnas CLFest. Pemateri yang dihadirkan dalam acara ini pun tidak kalah hebat diantaranya; Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., Prof. Dr. Achmad Sodiki., S.H.,  Dr. H. Harjono, S.H., Mcl. dan Arya Budi. Pemateri-permateri tersebut tentu sangat menunjang untuk terlaksana  tema yang diangkat oleh panitia CLFest.

Setelah terlaksananya acara Mozaik dan CLFest, akan ada lagi acara law fair yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa FH UB yaitu Brawijaya Law Festival (BLF). Rencananya acara ini akan diselenggarakan pada awal bulan November besok. BLF ini juga terdapat semnas dalam salah satu rangkaian acaranya. Sadar atau tidak, di FH UB memiliki tiga acara law fair dimana isi acaranya sama, bukan hanya semnas, melaikan juga terdapat lomba dalam setiap acara law fair tersebut. Rizki Firmansyah, selaku Presiden BEM FH UB menuturkan bahwa sempat ada wacana untuk kolaborasi menjadi satu, namun karena ini merupakan program kerja dari masing-masing lembaga dimana memiliki tujuan berbeda sehingga menjadi sulit untuk menjadikan satu acara law fair.

Menjadi pertanyaan, apakah hanya di FH UB saja terdapat banyak acara law fair dalam satu fakultas? Ternyata tidak, menurut penuturan salah satu perserta Mozaik 2017, Alfan Bagaswara yang merupakan delegasi  Universitas Sebelas Maret (UNS), FH UNS bahkan memiliki empat acara law fair. Salah satu yang terbesar adalah Pekan Hukum Nasional (PHN). “PHN merupakan acara law fair yang sudah ada sejak lama di FH UNS, diadakan setiap dua tahun sekali. Kebetulan akan diadakan bulan November besok” jelas Alfan saat diwawancarai.
Walaupun dalam hal jumlah acara law fair di UNS lebih banyak, waktu pelaksanaan acara-acara law fair yang ada terjadwal dengan baik. Sedangkan  dilihat dari waktu pelaksanaan acara law fair yang ada di FH UB  antara Mozaik, CLFest, dan BLF yang ada disetiap tahun nampak tidak terjadwal dengan baik. Bahkan acara Opening Ceremony Mozaik, bertepatan dengan acara semnas CLFest. Jadwal yang kurang baik ini menyebabkan beruntunnya acara law fair di FH UB yang menjadi menimbulkan kesan bersaing untuk terlihat mewah dan besar dalam penyelenggaraan acara. Apalagi waktu pelaksaan acara law fair terjadi diawal semester saat terdapat mahasiswa baru (maba).

Meski demikian, adanya kesamaan waktu pelaksanaan acara Mozaik dan CLFest tidak menyulutkan minat para mahasiswa, terutama maba untuk mengikuti rangkaian acara dari kedua law fair tersebut. “Karena waktunya berdekatan, saya jadi merasakan masih ada euphoria, makanya saya datang di acara ini, saya sendiri masih penasaran” tutur  Fazri Kurniansyah Hasibuan, maba FH UB yang ikut serta dalam acara Mozaik 2017. Mengingat  tiga acara law fair ini merupakan acara tahunan yang ada di FH UB, sudah seharusnya ada koordinasi antar  lembaga untuk dapat menyusun timeline agar tidak terjadi kesamaan waktu penyelenggaraan acara. Sehingga dapat terjadi harmonisasi yang baik dalam penyelenggaraan acara law fair yang ada di FH UB. (ndy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here