Home BERITA Mendukung Pelaksanaan Pemira 2017, Emmy: Saya Menggiring Mahasiswa FKH untuk Turut Berpartisipasi

Mendukung Pelaksanaan Pemira 2017, Emmy: Saya Menggiring Mahasiswa FKH untuk Turut Berpartisipasi

SHARE

ManifesT-Malang (29/11) Pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira)  yang bertempat di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 2017 berlangsung lancar dan mendapat banyak antusias dari mahasiswa FKH. Pemira yang rutin digelar tiap tahun ini untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa yang baru dan juga anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DPM UB) 2018. Pemungutan suara di Fakultas Kedokteran Hewan dilaksanakan dengan sistem B-vote yang diadakan di Gedung A lantai 1 FKH.

Dalam Pemira kali ini terdapat dua pasang calon Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa yaitu Muhammad Nur Fauzan (FIA/2014) dan Sakinah Azzahra Adam (FKG/2014) sebagai pasangan calon nomor urut satu dan Ahmad Abyan Aushaf (FP/2014) dengan wakilnya Rizal Pandu Syahputra (FKH 2014) sebagai pasangan calon nomor urut dua. Serta pemilihan calon DPM UB 2018 yang diikuti 23 calon.

Ditemui di lokasi pemungutan suara, Kepala Sub Bgian (Kasubag) Akademik Fakultas Kedokteran Hewan yang akrab disapa bu Emmy mengatakan bahwa antusiasme mahasiswa FKH dalam pemira itu beragam. Ada yang terkendala oleh jadwal kuliah, agenda praktikum, atau bahkan ada yang tidak peduli dengan pelaksanaan pemira, tetapi tidak sedikit pula mahasiswa yang antusias dalam menggunakan hak suaranya untuk UB yang lebih baik.

Untuk mendukung pelaksanaan Brawijaya Vote Pemira UB tahun ini yang bertajuk Pemira Interaktif, dimana hal yang paling disoroti adalah jumlah partisipan yang diharapkan dapat meningkat. Maka Emmy juga ikut berperan aktif mendorong mahasiswa FKH untuk turut berpartisipasi dalam menyuarakan suaranya dalam Pemira yang dilaksanakan tiap tahunnya. Menurut beliau, Pemira sama halnya dengan pesta demokrasi mahasiswa dimana setiap mahasiswa harus ikut berkontribusi demi kepentingan bersama. Tindakan nyata yang dilakukan beliau untuk mendukung peningkatan jumlah partisipan adalah dengan mengkoordinir masing-masing mahasiswa yang ia percaya untuk “menggiring” para mahasiswa lain menuju tempat pemungutan suara.

Namun dalam pelaksanaan Pemira di FKH ini masih terdapat salah komunikasi di pagi harinya. Mamad selaku Humas mengatakan bahwa terdapat dua kendala yang sempat terjadi di lokasi pemilihan tersebut. Perubahan alur tata cara pemilihan B-Vote menjadi salah satu kendala. Hal ini dikarenakan panitia pusat baru mengkonfirmasi kepada panitia lokal tentang perubahan alur tersebut di malam hari H-1 pelaksanaan Pemira. Kendala lain yang timbul adalah tentang aturan teknis penggunaan Kartu Tanda Mahasiswa Sementara (KTMS) dalam bentuk hardcopy disertai kartu identitas diri mahasiswa. Hal ini berakibat banyaknya mahasiswa yang tidak jadi menggunakan hak suaranya dengan alasan tidak membawa KTMS dalam bentuk hardcopy.

Kurangnya publikasi pasangan calon juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi antusiasme mahasiswa dalam Pemira kali ini. Hal ini diamini oleh salah satu yang telah memberikan suaranya, mahasiswa semester 5 dari Fakultas Kedokteran Hewan. “Saya mengetahui pasangan calon presiden melalui timeline di salah satu sosial media, tetapi untuk calon DPM saya kurang mengetahuinya.” Ujarnya. (Mth/evn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here