Home Berita Fakultas Hukum Menyambut Olimpiade Brawijaya 2018

Fakultas Hukum Menyambut Olimpiade Brawijaya 2018

90
0
SHARE

ManifesT – Malang (24/10), deru genderang ditabuh menggema, teriakan demi teriakan dielu-elukan menyeru nama Fakultas Hukum sembari menggelorakan semangat yang diiringi dengan teriakan jargon legendaris kepunyaan Fakultas Hukum di acara parade menjelang Olimpiade Brawijaya yang diadakan pada sore hari ini. Parade sebelum menyambut OB tentu sudah menjadi tradisi yang cukup membudaya di Universitas Brawijaya, di mana tiap fakultas dipersilakan membuat arak-arakan penuh semangat sebagai simbolisasi daripada dukungan penuh fakultas tersebut baik terhadap kontingennya maupun terhadap OB itu sendiri. Dalam pelaksanaannya, tentu peserta parade harus mengikuti rules yang sudah ditentukan, seperti misalnya jargon di meeting point yang sudah diizinkan, lalu atribut yang juga harus memenuhi persyaratan.

Olimpiade Brawijaya sendiri merupakan ajang olahraga terbesar di Universitas Brawijaya yang dilangsungkan setahun sekali, kali ini olimpiade tersebut akan dimulai sejak 25 Oktober 2018 yang dimulai dengan opening ceremony dan diakhiri pada tanggal 14 November 2018 dengan closing ceremony. Sebagai ajang bergengsi di Universitas Brawijaya, OB diadakan dengan menyelenggarakan beberapa cabang olahraga yang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa tiap fakultas. Namun berkaca dari ‘kisruh’ OB tahun kemarin, OB tahun ini sedikit mengalami perubahan berupa dihapuskannya beberapa cabang olahraga atas keputusan universitas dan Wakil Rektor III dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan.

Sebagai bagian daripada keluarga besar Univesitas Brawijaya, tentu Fakultas Hukum akan turut berkontribusi untuk memamerkan taringnya sekali lagi sebelum dahulu sempat menempati jajaran 10 besar di Olimpiade Brawijaya tahun lalu. Tentu dengan harapan bahwa Fakultas Hukum mampu melampaui capaiannya dalam OB sebelum ini, seperti masuk 5 besar mungkin. Fakultas Hukum juga berhasil mengirimkan sekitar 60 sampai 70 kontingen yang siap berjuang mengharumkan nama FH di 20 cabang olahraga dan bertanding hingga titik penghabisan. Justicia Warrior sebagai supporter legendaris kepunyaan Fakultas Hukum pastinya akan senantiasa berada disisi para kontingen, meneriakkan gemuruh semangat dan setia menyemangati dari awal hingga akhir.

Memang jumlah kontingen Fakultas Hukum tidak terlalu banyak, karena Fakultas Hukum hanya memiliki satu jurusan dan tidak seperti kebanyakan fakultas yang memiliki banyak jurusan yang membuat jumlah mahasiswa mereka otomatis lebih banyak. Namun saat ditanya, kontingen dari Fakultas Hukum ternyata sudah melakukan persiapan dari jauh-jauh hari. “Tinggal, ibaratnya ready to fight lah,” jelas Daniel Malau sebagai CEO Kontingen perwakilan Fakultas Hukum untuk Olimpiade Brawijaya 2018 dengan percaya diri, nampak terselip harapan besar bahwa kontingen dari Fakultas Hukum kelak dapat memenuhi harapan besarnya dengan mengharumkan nama Fakultas Hukum.

Proses perekrutan pun sebetulnya tidak terlalu sulit. Menurut Daniel Malau, tiap bidang yang sudah memiliki LSO tersendiri akan melakukan seleksi secara internal. Ia menjelaskan, “Dari stand di lobby Gedung B, nama-nama calon kontingen akan didaftarkan dan dituliskan dalam formulir baik secara online maupun offline. Bagi bidang cabang olahraga yang sudah memiliki LSO seperti homeband dan sepak bola maka nama-nama tersebut akan diserahkan kepada mereka untuk dilakukan penyaringan lagi.”

Namun dibalik beragam persiapan matang yang berhasil dicapai Fakultas Hukum, menurut Daniel Malau, sedikit keresahan yang dirasakannya yaitu kenyataan dimana banyak mahasiswa fakultas hukum yang masih bersikap acuh terhadap OB. Sebagai bukti, Ia membeberkan bahwa pembukaan registrasi OB sudah diumumkan selama dua minggu lamanya, baik dengan banner yang dipasang didepan sekretariat BEM FH maupun dengan pembukaan stand di lobby Gedung B.

Namun banyak dari mahasiswa yang baru hendak mendaftarkan diri setelah registrasi berakhir.
“Lalu buat apa kita buka stand selama dua minggu lebih dan kita sampai announce, bahkan stand sengaja ditempatkan di lobby Gedung B tapi mereka malah tidak memperhatikan dan cenderung acuh,” ujar Daniel Malau dengan nada kecewa, “giliran sudah menjelang hari terakhir, banyak dari mereka yang baru mendaftar”. Sehingga diharapkan bagi mahasiswa Fakultas Hukum untuk ke depannya lebih aktif mencari informasi seputar OB dan tidak bersikap acuh.(/evn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here