ManifesT, Malang, (Selasa, 17/08/2021) — Pada Selasa, 17 Agustus 2021 telah dibuka rangkaian pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) Universitas Brawijaya sekaligus peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Rangkaian PKKMB diawali dengan diadakannya konferensi pers terkait pembukaan PKKMB secara daring. Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang diisi dengan penerimaan Penghargaan UB GIRAFFE Award 2021, yang mana dianggap sebagai sejarah karena ini pertama kalinya kedua acara besar dilaksanakan dalam satu hari.
Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim, M.Si. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan UB GIRAFFE Award yang diisi dengan memberikan penghargaan kepada dosen dan institusi di Universitas Brawijaya yang berprestasi. Penghargaan tersebut dibagi menjadi 16 kategori berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU).
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S. menyatakan bahwa acara PKKMB tahun ini akan diadakan pada hari Rabu dan Kamis, tepatnya tanggal 18 hingga 19 Agustus 2021. Dalam pelaksaannya, terdapat empat (4) pemateri utama yang dihadirkan pada acara ini, yakni Kementrian Pertahanan (Kemenhan), Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta Badan Nasional Narkotika (BNN).
“Tema khusus dari Raja Brawijaya kali ini, yaitu bersinergi meraih prestasi menuju kampus bereputasi,” jelas Kevin selaku wakapel 1 Raja Brawijaya.
Untuk tahun ini, mahasiswa baru 2021 diberi julukan Abhiyaksa 59. Abhi yang berarti pemberani dan Danadyaksa yang berarti penjaga kejayaan. Dengan nama tersebut diharapkan mahasiswa baru angkatan 59 dapat menjadi angkatan yang mampu meneruskan tongkat estafet sebagai pemegang kejayaan Universitas Brawijaya.
Adapun mengenai proses persiapan PKKMB Raja Brawijaya, panitia mengakui bahwa kendala persiapan PKKMB Raja Brawijaya tahun 2021 berkaitan dengan timeline. Panitia hanya diberi waktu satu bulan untuk mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Meski demikian, hingga saat ini mereka mengklaim acara masih berjalan lancar dan efektif.
Panitia Raja Brawijaya tahun 2021 menyiapkan segala informasi yang diperlukan oleh Abhiyaksa 59 melalui website Raja Brawijaya, sekaligus sebagai sarana perizinan dan sarana penugasan. Dari segi publikasi penugasan, panitia juga menggunakan media Tiktok dan Telegram. Penugasan tersebut bersifat wajib. Jika ada salah satu mahasiswa tidak mengerjakan akan berbeda di penilaian akhir. “Untuk terkait sanksi Raja Brawijaya ini kami masih mengupayakan karena semua keputusan bukan berada di panitia sebab regulasinya menuju birokasi,” terang Nathasa selaku panitia divisi penugasan. (nam/trf/ndy/rfk)
