Luhtitisari Lituhayu
Angkatan 2021
COVID-19. Kata yang sangat tidak asing bagi seluruh penjuru dunia. Indonesia salah satunya. Virus yang menyerang jiwa dan raga. Miris rasanya ketika menonton berita, lagi-lagi yang dibahas seputar kematian dan duka saja. Memang begitulah realitanya. Seluruh negeri tercinta dilanda fenomena yang sama. Pandemi bukanlah hal yang sederhana. Deras air mata jatuh karenanya.
Terhitung per 4 November 2021, jumlah total kasus pasien positif di Indonesia sebanyak 4.246.802, sembuh sebanyak 4.091.938, dan meninggal sebanyak 143.500 orang. Angka positif COVID-19, kematian, kelangkaan oksigen, PHK, bangkrut, serta hal-hal yang tidak biasa terjadi, saat ini bukan menjadi hal yang asing lagi untuk didengar. Tak hanya satu atau dua orang terdampak masa pandemi ini. Ribuan bahkan jutaan orang menderita. Di masa-masa sulit ini, egoisme bukanlah hal yang tepat dalam bersikap. Satu- satunya cara dalam menanggulangi COVID-19 dan meminimalisir penderitaan masyarakat adalah dengan merangkul, serta saling membantu antar sesama. Simpati, empati manusia diuji dalam musibah pandemi ini.
Elemen masyarakat yang sangat berjuang besar dalam menghadapi pandemi ini adalah tenaga medis. Semua tahu itu, mengingat pemeran utama dari musibah ini adalah COVID-19. Tenaga medis sangat berperan besar dalam berjuang menghadapi COVID-
19. Bahkan mereka banyak yang gugur ditengah perang melawan pandemi ini. Berdasarkan data LaporCovid-19, per 24 Agustus 2021 sebanyak 1.967 tenaga kesehatan Indonesia meninggal dunia. Jumlah tersebut mencakup seluruh tenaga kesehatan, yaitu dokter, perawat, bidan, serta tenaga kesehatan lain seperti petugas ambulance, elektro medik, tenaga farmasi, epidemiolog, dll.
Perjuangan semua elemen masyarakat di pandemi ini melahirkan pahlawan- pahlawan yang rela berkorban. Tak hanya tenaga medis yang berjuang di garda depan, semua elemen masyarakat turut berperan aktif dalam menanggulangi COVID-19. Bantuan-bantuan sosial kerap disalurkan baik itu dari pemerintah, lembaga, organisasi, perseorangan, bahkan sekumpulan orang baik di lingkungan rumah. Salah satunya adalah influencer bernama Rachel Vennya yang membuka donasi di platform www.kitabisa.com yang akan disalurkan untuk membantu tenaga medis serta masyarakat yang terdampak. Donasi tersebut terkumpul kurang lebih sebesar lima miliar rupiah. Angka yang sangat besar. Sangat membantu memulihkan keadaan perlahan-lahan. Selain itu, donasi juga dikumpulkan untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kesulitan, kehilangan konsumen, dan harus memutar otak agar dapat berinovasi dalam memproduksi barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan pasar. Rachel Vennya merupakan salah satu contoh saja. Masih sangat banyak orang baik lainnya yang saling membantu.
Tanpa sadar, masa pandemi ini menggerakkan hati manusia untuk terus berlomba- lomba dalam bersedekah. Bukan suatu persaingan, namun ajang yang positif untuk dilakukan. Selain menerapkan pola hidup yang lebih sehat, ajang bersedekah merupakan salah satu hikmah dari pandemi ini. Semakin banyak orang terbantu, semakin banyak berbagi kebahagiaan.
Saat ini, proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berlangsung. Kabar gembira untuk semua orang. Namun, tak sedikit masyarakat yang masih tidak cukup pengetahuan akan vaksinasi. Banyak yang belum mau melakukan vaksin. Padahal, ini adalah salah satu cara untuk menanggulangi COVID-19. Masyarakat perlu diberikan edukasi kembali akan vaksinasi, serta meningkatkan literasi agar tidak termakan berita hoax. Upaya vaksinasi tidak menjadi satu-satunya upaya untuk melindungi masyarakat dari penularan COVID-19. Pencegahan paling efektif adalah mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. Maka dari itu, walaupun masyarakat sudah melakukan vaksin bukan berarti sudah bisa bebas berkeliaran tanpa protokol kesehatan.
Tak harus berjuang di medan perang untuk menjadi pahlawan. Sekecil apapun upaya kita dalam menanggulangi COVID-19 itu sangat berharga. Sekecil apapun bantuan kita sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan. Ketika ditanya akan siapa pahlawan di masa pandemi ini, tak terbatas jawabannya. Tak hanya satu atau dua orang, karena penanggulangan COVID-19 butuh kerja sama yang kompak akan seluruh warga masyarakat. Kita semua adalah pahlawan. Pahlawan kemanusiaan.
