Oleh: Bethree Crystala
Malam menyulut, dingin menyengat
Terdengar bincangan manusia dengan mata saling terikat
Kata olokan keluar laksana penyemangat
Menggebu penuh hinaan meskipun tak tepat
Belum kenal, tetapi membenci
Menyebar bangkai yang belum tentu terbukti
Berambisi untuk memprovokasi
Penuh hipnotis agar semua simpati
Nama orang ternodai, menjadi kepuasan
Menyuarakan kepercayaan, nyatanya kau penuh kedustaan
Cermin hanya menjadi pajangan
Merasa suci dan penuh kesempurnaan
Tak bersalah, tetapi kau fitnah
Diam, seakan kau anggap kalah
Ia malas berkompetisi, hanya menunggu waktu yang tepat
Agar kau dapat bercermin diri
Hingga saatnya tiba
Kau menangis meratapi
Menengok cermin yang dulu tak kau anggap ada
Kini pecah dan meninggalkan serpihan sesal yang tiada tara
