Site icon LPM MANIFEST

RESENSI BUKU THE POPPY WAR (Perang Opium)

  1. Identitas Buku

Judul buku : The Poppy War (Perang Opium)

Pengarang : R. F. Kuang

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit : 2022

Jumlah halaman : 568 halaman

Nomor ISBN : 9786020634951

  1. Sinopsis buku, kelebihan, kekurangan, dan kesimpulan

Kisah Perang Opium karya R.F. Kuang merupakan kisah fiksi yang terinspirasi dari kejadian nyata, yaitu perang opium yang terjadi pada abad ke-19 antara Inggris dan Cina. Tokoh utama dari cerita fantasi ini merupakan seorang perempuan bernama Fang Runnin yang merupakan seorang yatim piatu. Ia dibesarkan oleh keluarga sederhana yang memiliki bisnis menjual opium ilegal di suatu tempat bernama Tikanny. Pada suatu hari, Rin dipaksa untuk menikahi salah seorang saudagar kaya yang berumur tiga kali lipat lebih tua dari dirinya. Perjodohan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga angkat Rin. Mendengar hal itu, Rin menolak perjodohan dirinya dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal. Jauh daripada itu, ia memiliki mimpi untuk masuk ke dalam akademi militer Sinegard dan menempuh pendidikan di sana. Takdir akan masa depan Rin berada di tangannya. Apabila ia berhasil masuk menjadi murid dalam akademi militer Sinegard, Rin akan terbebas dari perjodohan yang menghantui dirinya. Namun tidak semudah itu, Rin harus menempuh ujian Keju dan bersaing dengan peserta lainnya untuk bisa lolos menjadi murid akademi militer tersebut.

Ketekunan Rin dalam belajar membuahkan hasil yang memuaskan. Rin yang berasal dari keluarga sederhana berhasil menduduki peringkat pertama dalam daftar peserta yang lolos ke dalam akademi militer Sinegard. Peristiwa tersebut membuat Rin merasa senang karena ia bisa terlepas dari perjodohan dan sekaligus dapat menempuh pendidikan di akademi militer paling bergengsi di Sinegard. Akan tetapi, Rin yang hanya merupakan seorang anak sederhana menjadi bahan ejekan oleh teman-teman akademinya yang berasal dari keluarga berada. Belum lagi tekanan dari akademi yang membuat Rin harus tetap kuat untuk dapat bertahan di sana. Ia hanya hidup untuk dua pilihan, bertahan di akademi atau kembali ke Tikanny dan menikah dengan seseorang yang ia tidak kenal. Rin memilih untuk bertahan di akademi dan berusaha untuk membuktikan kompetensi dirinya dalam menjadi prajurit yang baik, atau lebih dari itu. 

Dengan ambisi yang kuat, Rin belajar mengenai ilmu bela diri dari seorang guru yang dianggap aneh dan gila di akademi. Pengajaran yang ia terima membuatnya memperoleh kekuatan supranatural  yang tidak bisa ia jelaskan. Melalui penanganan yang tepat, Rin belajar untuk berkomunikasi dengan para dewa dan mengenal dunia mereka. Ia mulai mengenal jati dirinya yang sebenarnya. Suatu hari, perang opium kembali terjadi dan menyebabkan perpecahan yang hebat. Di sana, Rin menyaksikan pembantaian terhadap teman-temannya. Hal itu menyulut amarah Rin dan tanpa sengaja membuka koneksinya dengan Dewa Phoenix, dewa dendam dan murka. Bagaimanapun juga, Rin harus harus belajar mengendalikan kekuatannya. Siapa yang sangka bahwa penderitaan yang selama ini Rin rasakan membawa ia kepada sesuatu yang tidak terduga.

Buku ini memiliki gaya bahasa yang dapat dengan mudah dinikmati. Pengenalan dunia yang ada di dalam buku ini juga dibangun dengan apik sehingga terasa nyata. Tak hanya itu, pengembangan karakter Rin sebagai tokoh utama membuat pembaca dapat merasakan penderitaan yang Rin rasakan dan ikut hadir di dalamnya. Buku ini juga dipenuhi dengan kisah-kisah mitologi tentang dewa-dewa dan interpretasi mengenai konsep kehidupan. Salah satu contohnya seperti pelajaran mengenai sifat kemanusiaan yang dibalut dalam kisah fantasi. Meskipun begitu, buku ini mengandung banyak kekerasan seperti mutilasi, genosida, penyiksaan, penggunaan narkoba, dan peperangan yang penggambarannya terasa sangat nyata. Maka dari itu, pembaca diharapkan agar tetap bertindak bijaksana saat membaca buku ini.

Oleh : Gabriella Donova Pertiwi (Manifestor 22)

Exit mobile version