Site icon LPM MANIFEST

Diambang Perang Dunia III, Ratusan Misil dan Drone Iran Menyerang Israel : Apa Peran Indonesia?

Hubungan antara Iran dan Israel saat ini tengah diwarnai dengan serangan gerilya yang berulang saat keadaan geopolitik global memburuk. Selain itu, selama beberapa dekade terakhir, konflik antara negara-negara Timur Tengah terus berlanjut. Bagaimana perkembangan hubungan Iran-Israel selama beberapa dekade terakhir? Dilansir dari CNBC, konflik antara kedua negara ini telah meluas dengan berbagai metode, termasuk serangan darat, udara, laut hingga di ranah cyber. Israel dan Iran saling melancarkan serangan dengan menggunakan serangan langsung maupun dengan memanfaatkan proksinya di wilayah lain.

Pada 14 April 2024, Iran melancarkan serangan balasan sebagai respons terhadap serangan Israel pada 1 April yang menargetkan Kedutaan Iran di Damaskus. Iran telah lama menginginkan serangan terhadap Israel, namun tidak ada alasan yang baik bagi Iran untuk melakukan serangan. Serangan yang dilakukan Iran tak semata mata untuk menghentikan apa yang dilakukan Israel terhadap Gaza. Namun, yang menjadi permasalahan adalah Amerika Serikat (AS) selalu campur tangan jika Iran terlibat dalam hal tersebut, yang dimana AS akan mendukung Israel di Gaza. Iran sangat mendukung apa yang dilakukan Hamas di Palestina, dengan kata lain Iran setuju dengan keinginan Hamas agar Israel harus meninggalkan tanah Palestina. Saat ini Iran memliki alasan kuat untuk melakukan serangan terhadap Israel berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Pasal ini menjelaskan tentang suatu hak negara yang diserang oleh negara lain memiliki hak untuk membalas berdasarkan mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan nasionalnya terhadap berbagai bentuk penggunaan ilegal kekuatan dan agresi.

Profesor Hikmahanto Juwana dalam siaran Metro (13/24) mengatakan, “beberapa waktu lalu Joe Biden juga mengatakan kepada Iran bahwa AS akan mendukung Israel, tetapi AS memiliki standar ganda ketika Rusia menyerang. Dia mengatakan dunia akan menyaksikan standar ganda Amerika dan mengingatkan Israel bahwa tidak boleh ada serangan balasan. Ukraina menganggap ini sebagai serangan agresif dan menyebutnya tidak berdasar. Kini ketika Iran diserang Israel, Amerika Serikat langsung memberi bantuan kepada Israel. Tentu saja hal ini membuat dunia mengecam tindakan Amerika. Ketika Iran menembakkan rudal ke Israel dan tembakan tersebut dapat dicegat atau dihentikan. Namun, pertanyaannya apakah serangan tersebut hanya sekedar peringatan atau akan disusul dengan serangan lebih lanjut oleh Israel?”

Profesor Juwana berpendapat, serangan-serangan ini akan terus dilakukan oleh Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat yang mungkin akan terlibat dalam mendukung Israel. Iran mungkin juga menerima bantuan dari negara lain, seperti Korea Utara dan Rusia, dan itulah yang sebenarnya mereka cari sebagai alasan untuk menyerang AS. Apabila hal itu terjadi tidak menutup kemungkinan akan memicu Perang Dunia III dan negara-negara akan menerapkan hukum internasional atas nama Iran. Mereka sekarang mempunyai alasan untuk menerapkan Pasal 51. Tentu saja, Israel berada dalam posisi yang sulit. 

Lalu apakah benar hal ini merupakan awal mula dari Perang Dunia III? Konflik yang terjadi antara Iran dan Israel merupakan konflik geopolitik, terlalu dini untuk menyebutkan bahwa konflik ini akan merujuk pada Perang Dunia III. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ini menjadi cikal bakal dari Perang Dunia III. Kunci dari apakah konflik ini akan mengarah pada Perang Dunia III terletak pada langkah kaki USA.

Dalam siaran pers pada 3 April 2024 pasca serangan Israel terhadap Konsultan Iran, Kremlin Dmitry Peskov selaku juru bicara, menyatakan bahwa Rusia telah mengambil sikap bahwa ia mengecam atas tindakan Israel tersebut. Rusia akan mengambil sikap untuk membantu Iran apabila nantinya wilayah Iran di serang kembali oleh Israel dengan bantuan dari AS. Sehingga ini yang menyebabkan langkah AS penting dalam konflik antara Iran dan Israel untuk menentukan arah konflik selanjutnya. Apabila AS mengambil langkah untuk membantu Israel dalam menyerang Iran, dipastikan Rusia akan mengambil tindakan untuk membantu Iran. Ketika berbicara mengenai spekulasi, apabila China dan Pakistan pada akhirnya memutuskan untuk bergabung, maka akan membuka dua front perang di timur tengah dan wilayah timur. Jika ini terjadi, barulah bisa disebut bahwa Perang Dunia III dimulai. 

Apabila Perang Dunia III benar-benar terjadi, negara yang berada di wilayah  Timur Tengah pasti akan mengalami ketegangan. Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia? Iran adalah produsen minyak terbesar ke-10 di dunia. Ketegangan baru ini menyebabkan harga minyak naik di pasar global, karena Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak  di  Iran selatan, merupakan jalur perdagangan minyak terbesar di dunia. Menurut Administrasi Informasi Energi A.S, pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mencapai 21 juta barel per hari pada tahun 2018. Nilai ini setara dengan sekitar 21% dari total konsumsi minyak dunia. Indonesia sebagai negara pengimpor minyak juga terkena dampak kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan meningkat secara signifikan, dan berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan pangan dan bahan baku lainnya.

Dalam hal ini Indonesia wajib mengambil langkah supaya tidak terjadi Perang Dunia ke III yang akan berdampak ke seluruh negara penjuru. Pertama, menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk segera mengadakan pertemuan darurat guna membahas masalah dan mencegah Perang Dunia III. Dewan Keamanan mempunyai tanggung jawab utama untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional harus segera mengadakan pertemuan darurat untuk mencegah konflik yang terjadi semakin besar. Pertemuan darurat yang dipimpin oleh Dewan Keamanan yang memiliki 15 Anggota dan masing-masing anggota memiliki satu suara. Pertemuan darurat akan membahas bagaimana langkah yang tepat untuk meredam konflik antarnegara, sehingga dibuatlah suatu perjanjian. Perjanjian ini mengajak pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa untuk menyelesaikannya secara aman dan merekomendasikan metode-metode atau ketentuan-ketentuan penyelesaian.

Kedua, Indonesia bisa melakukan diplomatik terhadap Amerika Serikat, Iran, dan bahkan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk menghindari dukungan terhadap Israel. Indonesia perlu menyadarkan AS bahwa ini bukan persoalan antara AS dan Iran, melainkan antara AS dan dunia. Sebab dunia tidak bisa melihat serangan Israel ke Gaza yang berujung pada genosida. Banyak negara mengutarakan pendapatnya ketika diminta  mempertimbangkan masalah ini oleh Mahkamah Internasional. Beberapa negara yang menghadiri pertemuan tersebut mengecam tindakan Israel. Presiden Joe Biden sendiri telah mengatakan kepada Israel bahwa hal ini dapat menyebabkan genosida, karena sasarannya bukan hanya Hamas, instalasi Hamas, dan lokasi perang, tetapi juga orang-orang yang tidak bersalah di dalam negeri. Itu sebabnya kita perlu membuat Amerika sadar akan hal ini. Israel tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai, yaitu memusnahkan Hamas di Jalur Gaza, dan hal ini tidak bisa dihindari. Pasalnya, banyak militan dan warga sipil yang akan bersekutu dengan Hamas dan melakukan  serangan terhadap Israel. 

Ketiga, mendorong USA dan negara lain untuk menurunkan Benjamin Netanyahu selaku Perdana Menteri Israel itu sendiri. Dapat dikatakan beliau merupakan motivator dari dari penyerangan yang dilakukan oleh Israel. Pemerintah Indonesia diharapkan mampu berkomunikasi dengan Joe Biden selaku Presiden USA agar mengingatkan Benjamin Netanyahu untuk menyelesaikan konflik secara damai supaya tidak terjadi Perang Dunia III.

Indonesia tidak seharusnya apatis dengan konflik yang terjadi di ruang lingkup internasional. Apabila konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel terjadi secara terus menerus tidak menutup kemungkinan Perang Dunia III akan terjadi. Perang dunia akan menyebabkan dampak yang signifikan dari sektor ekonomi, politik, dan keamanan negara yang dimana seluruh negara akan merasakan dampak tersebut termasuk Indonesia. Maka dari itu Indonesia harus mengambil Tindakan guna memperkecil kemungkinan terjadinya Perang Dunia III, hal ini sesuai dengan salah satu tujuan dari bangsa Indonesia yang telah tercantum dalam Pembukaan UUD NRI 1945 yang berbunyi “…ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Dengan begitu, Indonesia diharapkan mampu berpartisipasi dalam menyelesaikan konflik panas, Iran-Israel yang sedang terjadi saat ini.

Oleh : Ananda Wicaksono (Manifestor 2023) 

Daftar Pustaka

BBC, “Apa dampak serangan Iran ke Israel bagi perekonomian Indonesia?”, https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz9lkd7w5kyo, Diakses pada 17 April 2024

CNBC Indonesia, “Di Ambang Perang: Ini Sejarah Panjang Konflik Israel VS Iran”, https://www.cnbcindonesia.com/research/20240413170321-128-530152/di-ambang-perang-ini-sejarah-panjang-konflik-israel-vs-iran, Diakses pada 14 April 2024

Mandra, “Rusia Kecam Serangan Israel ke Konsulat Iran”, https://www.rri.co.id/internasional/621391/rusia-kecam-serangan-israel-ke-konsulat-iran, Diakses pada 15 April 2024.Nungki Kusumaningrum, “Prof. Hikmahanto Juwana khawatirkan jika Iran terus serang Israel, berpotensi meletusnya perang dunia ke 3”, https://www.lombokinsider.com/internasional/15512422915/prof-hikmahanto-juwana-khawatirkan-jika-iran-terus-serang-israel-berpotensi-meletusnya-perang-dunia-ke-3, Diakses Pada 15 April 2024.

Exit mobile version