Site icon LPM MANIFEST

Ketika Langit Masih Gelap

Hari itu, langit tak pernah terasa lebih gelap. Langit pagi yang biasa terlihat cerah, nampaknya tertutup awan tebal yang memancarkan warna kelabu di atas desa. Suara langkah kaki yang gemetar terdengar di jalan-jalan berdebu, di antara rumah-rumah kayu dan ladang-ladang yang sudah mulai bersemi.

Di sebuah rumah kecil di sudut desa, hiduplah seorang pemuda bernama Dika. Dika adalah seorang pemuda yang rajin dan tangguh, pekerja keras yang memenuhi tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarga. Ayahnya seorang petani yang teguh, telah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Sejak saat itu, beban keluarga jatuh sepenuhnya pada pundak Dika.

Hari-hari Dika diisi dengan berbagai pekerjaan. Setiap pagi sebelum matahari terbit, dia selalu bangun pagi untuk membantu ibunya. Ia membantu merawat kebun dan mempersiapkan segala sesuatu untuk memastikan keluarganya bisa bertahan. Adik perempuannya, Maya, masih duduk di bangku SMP. Meskipun masih muda, Maya selalu membantu di rumah setelah pulang sekolah, seperti mencuci pakaian dan memasak untuk keluarganya.

Pagi itu, Dika merasa ada sesuatu yang berbeda. Udara terasa lebih berat dari biasanya. Langit yang tertutup awan menambah suasana hatinya yang gelap. Namun, dia tidak punya waktu untuk memikirkannya lebih dalam. Ada ladang yang harus dia sirami, ternak yang harus diberi makan, dan beban lainnya yang harus dia pikul.

Di tengah kesibukannya, Dika bertemu dengan seorang gadis yang baru saja pindah ke desa mereka. Gadis itu bernama Karina. Dia datang dari kota besar untuk melarikan diri dari kehidupan kota yang berisik. Ayahnya baru saja meninggal dan ibunya menderita penyakit parah.

Karina adalah seorang gadis yang penuh dengan keceriaan dan semangat. Dia sering mengunjungi ladang-ladang di sekitar desa sembari menawarkan bantuan kepada petani-petani setempat. Saat bertemu dengan Dika, dia terkesan dengan keteguhan hatinya dalam menghadapi cobaan hidup. “Mungkin ini adalah takdir.” gumam Karina pada dirinya sendiri saat melihat Dika berdiri tegak di tengah ladang yang luas, mencoba mengatasi semua yang menimpa keluarganya.

Hari demi hari, Dika dan Karina semakin sering bertemu. Mereka saling berbagi cerita, menemukan kedekatan satu sama lain di tengah ladang-ladang dan hujan yang turun dengan derasnya di sore hari. Dika belajar melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda, sementara Karina menemukan kekuatan dan ketabahan dalam Dika yang mampu menghadapi segala cobaan.

Oleh : Aathifah Fasha (Manifestor 2023)

Exit mobile version