Malang, ManifesT- Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) yang menjadi syarat kelulusan jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2025, mulai dilaksanakan pada Rabu (23/4) hingga Selasa (03/5) secara nasional. Namun, Universitas Brawijaya (UB) hanya menggelar UTBK selama satu minggu, hingga Selasa (29/4).
Ujian ini terbagi atas dua sesi tiap harinya, yakni sesi pagi yang dimulai pukul 06.45 hingga 10.30 WIB dan sesi siang yang dimulai pukul 12.30 hingga 16.15 WIB. Masing-masing sesi berdurasi sekitar 225 menit yang sudah meliputi pemeriksaan identitas, latihan, Tes Potensi Skolastik (TPS), Literasi dalam Bahasa Indonesia, Literasi dalam Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika. Selain itu, terdapat waktu ujian yang berbeda pada sesi siang di hari jumat, yaitu dilaksanakan mulai pukul 13.15 hingga 17.00 WIB.
UTBK 2025 yang digelar di UB, dilakukan di berbagai fakultas dengan lokasi lebih dari 50 titik, antara lain adalah Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, hingga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ribuan peserta di hari pertama berbondong-bondong datang memadati lingkungan UB. Peserta UTBK yang memilih UB sebagai lokasi, tidak hanya yang berdomisili di Malang Raya saja, melainkan berbagai macam daerah.
Salah satunya ialah Bening yang berasal dari Pujon, Kabupaten Malang. Bening merupakan peserta UTBK hari pertama pada sesi siang yang mendaftar di Program Studi (Prodi) Bioteknologi dan Peternakan UB. Perjalanan yang ditempuh Bening dari Pujon ke lokasi ujian adalah sekitar 90 menit. Bening juga menerangkan motivasi dan perasaannya dalam mengikuti UTBK tahun ini.
“Motivasi mengikuti UTBK tahun ini adalah terutama buat orang tua, terus juga masa depan aku nanti biar jadi kebanggaan orang tua. Perasaan mengikuti ujian juga deg-degan,” ungkap Bening.
Berbeda dengan Bening, Lintang Galih Sigit yang akrab dipanggil dengan Lintang menerangkan bahwa ia dulunya menempuh pendidikan menengah atas di SMAN 1 Singosari. Universitas yang ingin diraih oleh Lintang adalah Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), untuk semua pilihannya, yakni, Teknik Geomatika sebagai pilihan pertama, Teknik Lepas Pantai sebagai pilihan kedua, dan Diploma empat Teknik Sipil sebagai pilihan ketiga. Lintang menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti UTBK tahun ini adalah sebagai usaha karena telah ditolak oleh Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan untuk meraih impiannya. Keputusan Lintang dalam memilih lokasi UTBK juga merupakan hasil konsultasi bersama orang tuanya, dikarenakan orang tua narasumber berpengalaman dalam melaksanakan UTBK di UB kala itu.
Beberapa peserta UTBK juga didampingi oleh orang tuanya, salah satunya adalah Muhammad Nalal Hafizam yang mendapat dukungan di lokasi ujian secara langsung oleh ibunya yang bernama Rusda Kamelia, alumni Fakultas Ilmu Administrasi UB. Hal menarik lainnya adalah peserta memutuskan untuk memilih fakultas yang sama seperti ibunya yaitu Fakultas Ilmu Administrasi UB. Nalal dan ibunya berasal dari Madiun dan telah sampai di Kota Malang sejak satu hari sebelum pelaksanaan UTBK. Dalam mengikuti ujian, sang putra merasa gugup, tapi percaya diri akan kelancaran ujiannya. Tidak hanya peserta, ibunya pun turut merasa gugup dan cemas.
“Kayak mengenang masa lalu, juga deg-degan karena ingin nangis kan, karena belum tau ya dapat atau tidak. Saya yakin saja, semoga bisa diterima disini, jadi mahasiswa UB yang saya banggakan. Saya juga mendoakan, InshaAllah diizinkan untuk anak saya dan teman-teman semua yang hari ini ikut ujian, sampai 2 minggu lagi UTBK nya. Semua Allah kasih yang terbaik, kalau Allah yang memberi, sudah pasti yang terbaik untuk kita. Jadi apapun itu yakin dulu, semangat, setelah itu ikhlas,” ungkap Rusda Kamelia, Ibu Peserta.
Selain didampingi oleh sanak keluarga, tampak pula beberapa rombongan sekolah, yaitu Najwa, Zahra, Naura, dan Naila yang mendapatkan jadwal UTBK di hari yang sama. Keempat peserta tersebut bersekolah di instansi yang sama di Kota Batu, walaupun terdapat beberapa peserta yang berasal dari Palembang. Najwa menerangkan bahwa ia mendaftarkan diri pada Prodi Kedokteran Universitas Negeri Padang sebagai pilihan pertama dan Pertanian Universitas Sriwijaya sebagai pilihan kedua. Sementara, Zahra mendaftar di kedokteran Universitas Airlangga dan Universitas Jember.
Peserta ketiga yaitu Naura juga menerangkan bahwa ia mendaftarkan diri di Akuntansi dan Administrasi Publik Unair. Terakhir, Naila mendaftar di Kedokteran UB sebagai pilihan pertama dan pilihan kedua yaitu Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Berdasarkan pernyataan keempat rombongan peserta tersebut, alasan pendukung untuk mengikuti UTBK adalah untuk mencari pengalaman, ditolak International Undergraduate Program, melanjutkan pendidikan, dan membuktikan usaha kepada orang tua. Selain itu, ditanyakan pula mengenai tantangan selama mempersiapkan UTBK tahun ini yang dijawab serupa oleh keempat peserta tersebut.
“Mungkin di subtes penalaran matematika sama pengetahuan kuantitatif,” ujar Najwa.
Antusiasme peserta UTBK 2025 hari pertama di UB sangat terasa. Tahun ini pula, UB mengumumkan bahwa akan memberikan suasana yang kondusif, inklusif, pengawasan ketat, dan pelayanan informasi yang akurat terhadap peserta ujian. Diharapkan tidak ada kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang dapat mematahkan semangat dan motivasi seluruh peserta UTBK 2025, salah satunya di UB sebagai salah satu pusat lokasi pelaksanaan UTBK SNBT 2025 Kota Malang.
Penulis : Kirana Cahya Qolbi
Editor : Zuchaira Pratiwi Tahir
Pimpinan Redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra

