Site icon LPM MANIFEST

Cegah Remaja Terjerumus Narkoba, MMD 71 UB Adakan Penyuluhan NAPZA di SMPN 2 Pronojiwo

Kelompok 71 MMD UB menggelar penyuluhan bahaya NAPZA di SMPN 2 Pronojiwo (Foto: Kelompok 71 MMD UB, Kontributor)

ManifesT, Lumajang– Dalam upaya menekan potensi penyalahgunaan narkotika sejak usia dini, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 71 Universitas Brawijaya mengadakan penyuluhan bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, pada Senin (15/07).

Penyuluhan ini menyasar pelajar SMP yang secara psikologis dinilai sedang berada dalam fase pencarian jati diri, fase pubertas, dan mudah terpengaruh lingkungan sekitar, baik positif maupun negatif.

“Kami melihat bahwa remaja di usia ini sangat rentan terhadap pengaruh luar. Ketika tidak memiliki kegiatan positif dan produktif, mereka lebih mudah terbujuk mencoba hal-hal berbahaya seperti narkoba,” ujar salah satu anggota MMD 71.

Materi disampaikan oleh Ningrum, selaku anggota tim MMD 71 yang juga merupakan Duta Anti Narkoba Kabupaten Lumajang tahun 2021. Dalam sesi penyuluhan, Ningrum menjelaskan berbagai jenis zat berbahaya dalam kategori NAPZA, serta bagaimana zat tersebut bekerja di dalam tubuh hingga menyebabkan kecanduan.

Pemaparan menjadi lebih mendalam dengan ditampilkannya video tentang fase “sakau” dari pecandu narkoba. Reaksi para siswa pun menunjukkan antusiasme dan keinsafan. Beberapa siswa bahkan mengaku baru mengetahui sejauh mana dampak narkoba terhadap fisik dan mental seseorang.

“Saya baru tahu ternyata sakau itu bisa separah itu, jadi ngeri dan takut nyoba. Dulu saya kira efeknya cuma ngantuk atau pusing,” ujar salah satu siswa usai kegiatan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 2 Pronojiwo menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi titik balik dalam cara berpikir siswa. 

“Selama ini banyak yang menganggap remeh soal narkoba. Kami harap setelah penyuluhan ini, siswa jadi lebih sadar dan waspada terhadap bahaya NAPZA,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Ningrum juga memberikan pesan khusus kepada para pelajar untuk menjaga pola hidup sebagai generasi masa depan.

“Kalian adalah generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Jangan rusak hidup kalian hanya karena ingin coba-coba. Kenali dirimu, kelilingi diri dengan lingkungan yang sehat, dan pilih kegiatan positif yang bisa bawa kalian ke masa depan lebih cerah,” tegas Ningrum.

Ia juga menambahkan bahwa peran anak muda bukan hanya menjauhi narkoba, tapi juga menyebarkan kesadaran tentang bahayanya kepada teman sebaya.

Selain penyuluhan bahaya NAPZA, Kelompok 71 MMD UB juga mengadakan berbagai program lainnya. penyuluhan bahaya NAPZA sendiri merupakan bagian dari program pengabdian Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya tahun 2025, yang bertujuan mendorong peningkatan kesadaran sosial, kesehatan mental, dan ketahanan diri di kalangan generasi muda desa.

“Penyuluhan ini adalah langkah awal. Ke depannya, MMD 71 berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan produktif yang berkelanjutan,” tutup perwakilan tim MMD 71.

Kontributor : MMD UB 71

Editor : Zuchaira Pratiwi Tahir

Pimpinan redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra

Exit mobile version