Malang, ManifesT- Senin (11/08), telah berlangsung hari pertama Rangkaian Acara Jelajah Almamater Brawijaya 2025, atau yang biasa di sebut RAJA BRAWIJAYA 2025. Rangkaian RAJA BRAWIJAYA 2025 yang berlangsung selama 3 hari ini, diikuti 17.133 mahasiswa baru, dengan komposisi 6.974 putra dan 10.339 putri.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan Opening Ceremony RAJA BRAWIJAYA 2025 yang diselenggarakan di area lapangan Rektorat dan sekitarnya. Salah satu hal yang menjadi sorotan pada opening ceremony tahun ini adalah upacara penyematan jas almamater dan topi kepada seluruh mahasiswa baru sebagai simbol resmi pengukuhan mereka sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Brawijaya.
Opening ceremony ini kemudian ditutup dengan selebrasi bersama, yang turut menyertakan pertunjukan budaya dan simbolisasi keberagaman, seperti penggunaan lima bahasa internasional serta penyampaian informasi melalui bahasa isyarat.
Konferensi Pers: Digitalisasi dan Inovasi RAJA BRAWIJAYA 2025
Setelah Opening Ceremony, dilangsungkan sesi konferensi pers bersama jajaran Rektorat dan Ketua Pelaksana RAJA BRAWIJAYA 2025, Amelia Rizky. Dalam sesi tersebut, Amelia memaparkan inovasi yang diterapkan pada penyelenggaraan RAJA BRAWIJAYA tahun ini, khususnya dalam aspek digitalisasi.
“Kami mengembangkan Integrated System RAJA BRAWIJAYA, sebuah sistem internal berbasis website yang memungkinkan panitia memantau, memperbarui, dan mendokumentasikan progres seluruh kegiatan secara real-time. Bagi mahasiswa baru sendiri, berbagai kegiatan akan dikemas secara interaktif dan lebih banyak dipublikasikan melalui media sosial,” jelas Amelia.
Selain itu, Amelia juga mengonfirmasi kehadiran sejumlah tokoh nasional dalam RAJA BRAWIJAYA 2025, di antaranya Dr. (H.C.) Jusuf Kalla, Prof. Mahfud MD, dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, serta sejumlah menteri dan wakil menteri yang dijadwalkan akan hadir dalam beberapa sesi materi.
Menjawab Isu dan Klarifikasi: Materi Etika dan TNI
Dalam konferensi pers yang sama, rektorat juga menanggapi isu yang sempat beredar terkait materi pendidikan karakter dan dugaan keterlibatan TNI dalam pengisiannya. Pihak rektorat menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan TNI dalam penyampaian materi etika atau kesadaran gender.
Materi tersebut, termasuk pendidikan karakter dan local wisdom, akan disampaikan oleh Sekretariat Akademik Universitas melalui Prof. Iwan, yang juga merupakan tim penggali nilai-nilai “Brawijaya Spirit”.
“Kalau ada informasi dari media sosial atau guidebook lama yang menyebutkan TNI sebagai pemateri kesadaran gender, itu tidak benar. Kami telah memperbarui guidebook di website resmi RAJA BRAWIJAYA,” konfirmasi Ketua Pelaksana RAJA BRAWIJAYA.
Kehadiran Mahasiswa PSDKU Kediri
Dalam konferensi pers juga mengonfirmasi partisipasi mahasiswa baru dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UB Kediri. Sebanyak sekitar 200 mahasiswa dari PSDKU turut hadir dalam RAJA BRAWIJAYA 2025, baik secara langsung di Malang maupun melalui pengelompokan dalam empat klaster partisipasi.
Mereka mengikuti acara dari pagi hingga sore hari. Kami pastikan mereka difasilitasi dengan baik untuk bisa terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan,” ujar jajaran rektorat.
Terkait kebutuhan mobilisasi dari kediri menuju malang, salah satu mahasiswa baru asal PSDKU Kediri menyampaikan adanya penarikan sejumlah uang untuk patungan kendaraan berupa bus dengan nominal sebesar Rp 65.000. Namun, tidak terdapat kewajiban para mahasiswa baru untuk ikut serta dalam rombongan bus. “Ada yang kereta. Disarankan transportasi umum, kalau enggak, ikut di rombongan ini” Ujar RRA salah satu mahasiswa PSDKU Kediri.
Penulis : Ananda Wicaksono, Faadihilah Wafi dan Abiy Haidar Hakim
Editor : Zuchaira Pratiwi Tahir
Pimpinan Redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra

