Malang, ManifesT- RAJA BRAWIJAYA 2025 menghadirkan beberapa tokoh nasional pada pelaksanaan hari pertama, diantaranya adalah Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Rudi Margono yang merupakan seorang pejabat di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Ketiga tokoh ini berkesempatan memberikan bekal kepada mahasiswa baru.
Jusuf Kalla menyampaikan bahwa masalah kemakmuran, kesejahteraan, dan pengabdian kepada bangsa merupakan hal yang penting untuk dipikirkan bersama. Ia mengungkapkan bahwa pendapatan per kapita Indonesia saat ini masih sekitar 5.000 dolar, jauh tertinggal dari Malaysia yang sudah mencapai 14.000 dolar. Ia mengatakan bahwa agar generasi mendatang bisa disebut generasi emas, pendapatan per kapita Indonesia harus mencapai 15.000 dolar.
Untuk itu, ia mengingatkan bahwa generasi muda yang sekarang berusia 20 tahun harus bekerja tiga kali lebih keras dibandingkan saat ini. Ia juga menegaskan pentingnya menggunakan waktu empat tahun pendidikan sebaik mungkin, karena menurutnya, pembelajaran adalah modal utama untuk masa depan.
Senada dengan itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia dalam konteks Indonesia Emas 2045. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan proyeksi ilmiah, Indonesia akan menjadi negara yang kuat secara ekonomi dan hampir bebas dari kemiskinan ekstrem.
“Indonesia Emas menurut konstitusi kita adalah negara yang satu, dan berdaulat. Gambaran kondisinya di 2045 sudah menjadi Indonesia Emas dan adik-adik akan menjadi orang-orang yang turut mengisi Indonesia Emas. Situasi yang digambarkan pemerintah, berdasarkan perhitungan ilmiah, di tahun 2045 diperkirakan tidak akan ada kemiskinan ekstrem. Yang ada hanya kemiskinan relatif, kira-kira 2% dan maksimal 3%, dan itu bisa ditanggung negara dengan bantuan sosial. Sekarang orang miskin di Indonesia sekitar 24 juta, besok di tahun 2045 diperkirakan hanya tinggal 2%. Indonesia akan menjadi negara kekuatan ekonomi keempat atau kelima. Itu diukur dari situasi sekarang, dan kalau bekerja secara sungguh-sungguh akan lebih cepat pasti,” ujar Mahfud MD.
Di sisi lain, Rudi Margono yang berkesempatan menyampaikan materi mengenai Membangun Karakter Bangsa, Kesadaran dan Penegakan Hukum bagi Kesejahteraan Bangsa. Ia menyoroti pentingnya konsistensi dalam penegakan hukum sebagai fondasi kesejahteraan nasional. Ia menekankan bahwa hukum tidak hanya harus ditegakkan dengan tegas, tetapi juga harus memberikan rasa keadilan dan kepastian bagi seluruh warga negara.
“Penegakan hukum itu harus konsisten dan memberikan jaminan kepada warga negara. Tujuan penegakan ini harus ada keadilan dan kepastian hukum. Dan penegakan hukum di kejaksaan bukan hanya menghukum pelaku tapi juga harus memiliki nilai PNBP,” tegas Rudi Margono.
Pernyataan ketiga tokoh ini menunjukkan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, integritas sistem hukum, serta kesungguhan seluruh elemen bangsa dalam bekerja dan belajar secara konsisten menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis : Citra Nisful Udqiyah
Editor : Zuchaira Pratiwi Tahir
Pimpinan Redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra

