Site icon LPM MANIFEST

PKM MABA FH UB 2025 Angkat Tema Kebudayaan

Jajaran Panitia PKM MABA FH UB 2025 (Foto: Raynaldy)

Malang, ManifesT – Acara Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 resmi dibuka pada Sabtu (6/9). Acara ini menjadi agenda tahunan yang terintegrasi dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) serta diselenggarakan dengan dukungan Forum Kepenulisan dan Penelitian Hukum (FKPH). 

PKM tahun ini mengusung tema besar kebudayaan. Dwi Fitri R. Pangabean selaku ketua pelaksana menjelaskan, pemilihan tema berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan gagasan futuristik. 

“Karena kita dari tahun ke tahun PKM diibaratkan sesuatu hal yang sangat futuristik. Jadi kita mengambil tema yang berbeda, karena PKM bukan hanya tentang gagasan futuristik saja, tetapi banyak bidang lain dan skema lain yang butuh diperhatikan, sekiranya seperti budaya, sosial, dan pendidikan,” ujarnya.

Hari pertama PKM dibuka dengan opening ceremony yang berlangsung di Ballroom Munir, dan dihadiri oleh mahasiswa baru angkatan 2025 beserta pimpinan fakultas. Dalam sesi pembukaan, peserta diperkenalkan pada lima bidang utama PKM yang menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa di bidang Pengabdian Masyarakat (PM), Kewirausahaan (K), Video Gagasan Konstruktif (VGK), Riset Sosial Humaniora (RSH), dan Gagasan Futuristik Tertulis (GFT).

Dwi menambahkan, tema kebudayaan kali ini diwujudkan dalam maskot bertajuk GATA dan TARI atau yang disingkat GATARI.

“Harapannya, maskot ini nantinya menjadi simbol bagi mahasiswa baru untuk menuangkan ide dan gagasan mereka yang akan berimplikasi ke berbagai aspek, baik pendidikan, sosial, maupun budaya,” jelasnya.

Tahun ini, jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PKM mencapai 645 orang, yang dibagi menjadi 129 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan lima mahasiswa dengan pembagian ke dalam beberapa skema. Dwi menyebut, target penyelenggaraan tidak hanya sebatas partisipasi, melainkan juga prestasi. 

“Kalau untuk harapannya sebenarnya semua ya, yang mana nanti mahasiswa Fakultas Hukum UB bisa sampai ke Lomba Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa atau LP2PKM. Bahkan kita mungkin bisa naik lagi tingkatannya, kemarin juara 2 umum, sekarang bisa juara 1 umum,” tuturnya.

Sementara itu, Andi Imam Rafi selaku wakil ketua pelaksana menuturkan bahwa pelaksanaan acara secara umum berjalan lancar meski ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. 

“Mungkin sedikit evaluasi dari kami yakni terkait kinerja dan bagaimana kami selaku panitia inti dan panitia pelaksana saling berkomitmen serta bersinergi. Karena sesungguhnya dalam pelaksanaan acara yang baik itu membutuhkan koordinasi dan tim yang kompak agar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ketiga narasumber juga menyampaikan pesan khusus bagi mahasiswa baru. Dwi berpesan agar peserta menjaga konsistensi dalam mengerjakan proyek PKM. 

“Menjaga semangatnya, jangan hilang-hilangan, karena PKM ini banyak manfaatnya bukan hanya dalam kerjasama tim, tetapi juga bagaimana mahasiswa menjadi solutif dan kreatif,” katanya.

Senada dengan itu, Andi Imam berharap PKM menjadi titik awal mahasiswa baru dalam berproses, khususnya di bidang riset ilmiah dan kepenulisan. 

“Tolong diingatkan lagi bahwa PKM ini merupakan awal untuk memulai perkuliahan. Yang kami harapkan dapat memunculkan bibit-bibit hebat yang mampu bersaing di tingkat tinggi,” ujarnya.

Nurhasim selaku Steering Commitee menekankan pentingnya PKM sebagai wadah prestasi. 

“Melalui PKM, mahasiswa baru bisa lebih mengenal kepenulisan dan prestasi. Semoga PKM bisa menjadi ladang prestasi, bukan hanya di tingkat fakultas atau universitas, tapi juga hingga nasional,” pungkasnya.

Penulis: Zuchaira Pratiwi Tahir

Editor: Raynaldy Aulia Mahendra

Pimpinan Redaksi: Raynaldy Aulia Mahendra

Exit mobile version