Home Berita Indonesia Darurat Bullying

Indonesia Darurat Bullying

2015
0
SHARE

Dewasa ini, marak sekali terjadi tindak kejahatan disekitar kita. Mulai dari perampokan, pencurian hingga kasus pembunuhan yang semakin meningkat di negeri kita tercinta ini. Namun, ada satu kasus tindak kejahatan yang paling sering marak terjadi daridulu hingga sekarang bahkan pelakunya pun tak mengenal umur dari anak kecil hingga dewasa. Kasus tersebut adalah penindasan atau yang biasa disebut bullying.

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), jumlah kasus pendidikan di Indonesia per tanggal 30 Mei 2018 adalah 161 kasus, dengan rincian; anak korban tawuran sebanyak 23 kasus atau 14,3 persen, anak pelaku tawuran sebanyak 31 kasus atau 19,3 persen, anak korban kekerasan dan bullying sebanyak 36 kasus atau 22,4 persen, anak pelaku kekerasan dan bullying sebanyak 41 kasus atau 25,5 persen, dan anak korban kebijakan (pungli, dikeluarkan dari sekolah, tidak boleh ikut ujian, dan putus sekolah) sebanyak 30 kasus atau 18,7 persen.

Dari data tersebut, menunjukkan bahwa kasus bullying adalah kasus yang paling sering terjadi di Indonesia. Berarti hal tersebut sudah menunjukkan bahwa kasus bullying saat ini sangat membahayakan masyarakat Indonesia. Hal ini seharusnya sudah menjadi perhatian bagi pemerintah saat ini. Rata-rata orang melakukan bullying secara tidak sadar. Para pelaku juga melakukan bullying dengan cara verbal maupun fisik yang dapat menganggu mental korban. Bahkan di era digital saat ini banyak sekali orang yang melakukan bullying melalui media sosial. Entah itu saling kenal atau tidak.

Banyak faktor yang menyebabkan tindak kejahatan bullying dari sisi pelaku maupun sisi korban. Salah satu yang menyebabkan pelaku melakukan bullying adalah faktor lingkungan yang buruk atau tidak baik, seperti tidak diperhatikan oleh keluarga. Para pelaku merasa kurang perhatian dan kasih sayang dari keluarga nya sehingga ia mencari perhatian dari orang lain dengan cara melakukan bullying. Sedangkan dari sisi korban salah satunya adalah penampilan fisik yang berbeda dari orang lain, seperti berbeda ras.
Kasus bullying ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan bagi mental dan fisik korban. Banyak sekali korban kasus bullying yang mengalami gangguan mental karena trauma sehingga harus didampingi oleh seorang psikolog. Bahkan tidak sedikit juga korban bullying yang mengalami gangguan fisik sehingga menyebabkan korban harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Tak sedikit juga kasus bullying yang menyebabkan korban putus asa sehingga melakukan perbuatan bunuh diri.

Bahkan baru-baru ini terjadi kasus bullying yang sedang viral di tengah-tengah masyarakat. Kasus bullying tersebut terjadi di sebuah SMP di kota Malang. Kasus bullying tersebut menyebabkan seorang siswa SMP mengalami gangguan mental dan luka-luka. Korban juga harus merelakan jari tengahnya diamputasi karena biru akibat dibanting atau dilempar oleh temannya. Bahkan saat ini, korban harus didampingi oleh seorang psikolog.
Kasus bullying saat ini sudah sangat darurat di negara kita. Seharusnya pemerintah bisa menangani kasus bullying yang terjadi di sekolah, di tempat kerja, maupun di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah harusnya membuat kebijakan baru tentang kasus bullying juga mengadakan penyuluhan bagi masyarakat tentang kasus bullying. Tidak hanya dari segi pemerintah saja, korban juga harus bisa speak up terkait masalah bullying.
Kita juga dapat berpartisipasi untuk mencegah atau mengurangi kasus bullying. Apabila kita melihat terjadinya bullying di sekitar kita, maka lebih baik secepatnya kita menegur atau menghentikannya. Kita juga bisa melapor ke pihak-pihak yang berwenang. Dan lebih baik lagi apabila kita memberikan dukungan kepada korban karena dukungan dari kita sangat membantu ketika korban mengalami gangguan mental. Akan sangat indah apabila kasus bullying di Indonesia ini berkurang karena kita sesame manusia harus saling menghargai dan tidak saling menyakiti satu sama lainnya.(als)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here