Home Puisi Penghancur Taman

Penghancur Taman

137
0
SHARE

Arsella Imanda Putri

Sebuah album dari potret taman yang sekarang tak lagi indah

Bukan berarti dikenang untuk diperlakukan dengan hal yang sama

Air hujan terus membasahi segerombolan bunga itu

Terus mengalir hingga habis dari ujung daun

Kami malu pada badai yang menjadi saksi bisu

Penghancur itu hanya meninggalkan tanpa ampun

Dia berkata “aku hanya menyentuh bunga itu”

Yang dia lakukan membuat kami menjadi kuyu

Dia berkata “aku hanya mengambil satu mahkota bunga itu”

Yang dia lakukan rutinitas hingga kami tak berbentuk

Dia lakukan di suatu taman yang indah

Indah dengan segala rasa damai yang tak kunjung pasang menjadi surut

Bukankah semua khalayak punya dendam berahi pada bunga yang indah

Bukankah dengan itu khalayak embuh untuk membendungnya

Mengapa yang baru saja terjadi seperti suatu makhluk tanpa hati

Yang melihat kami seperti ingin menggerogoti

Kami ingin selalu mencipta aroma harum di setiap saat

Kami ingin menunjukkannya dengan rasa bangga

Kami senang menjadi simbol untuk mengungkapkan rasa cinta

Kami senang khalayak menikmati keindahan mahkota kami dengan segala warnanya yang berbeda

Namun ketika hanya tersisa tanah

Semua itu hanyalah prolog yang tak berlanjut

Cerita yang belum usai ditinggal begitu saja

Tanpa memberi kesan yang kami harapkan

Apakah selalu seperti ini nasib menjadi bunga?

Dirusak begitu saja tanpa ada tujuan

Ya

Taman lama sudah hancur

Tidak lama lagi taman baru yang berbeda akan muncul

Kami yakin taman baru akan memberi keindahan yang sama

Kami harap penghancur itu tidak juga bertindak yang sama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here