{"id":2965,"date":"2021-11-30T13:41:15","date_gmt":"2021-11-30T13:41:15","guid":{"rendered":"http:\/\/manifestpers.id\/?p=2965"},"modified":"2021-11-30T13:41:21","modified_gmt":"2021-11-30T13:41:21","slug":"banting-tulang-hanya-untuk-dituduh-orang-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manifestpers.id\/?p=2965","title":{"rendered":"Banting Tulang Hanya untuk Dituduh Orang-Orang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\">Oleh Muhammad Farzha Putra <br>Angkatan 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Pandemi ini telah meninggalkan berbagai pelik bagi seluruh masyarakat di negeri ini, mulai dari pedagang, tenaga kesehatan, pekerja lepas, maupun pekerja-pekerja lainnya semuanya tak terhindarkan dari peliknya pandemi ini. Tak dapat dipungkiri juga pandemi ini sedikit demi sedikit telah membuat masyarakat kita semakin terpecah belah, beberapa diantaranya bahkan tidak lagi percaya akan adanya pandemi covid-19 ini. hal tersebut dapat terjadi diantaranya karena ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, minimnya informasi masyarakat terhadap covid-19, dan sebab lainnya. Hal tersebut tentunya juga berdampak besar kepada Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan. Banyak sekali kasus-kasus yang menunjukkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan seperti keluarga korban yang tidak terima jenazah kerabatnya di makamkan dengan protokol covid-19, keengganan masyarakat untuk melakukan vaksinasi, serta hal-hal lainnya yang Menunjukkan semakin minimnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Para tenaga kesehatan (nakes) merupakan ujung tombak penanggulangan segala berbagai macam penyakit terutama covid-19 yang merupakan pandemi di Indonesia ini. Tenaga kesehatan sendiri harusnya dipandang sebagai pekerjaan yang mulia karena mau membantu orang yang sakit dengan bayaran yang tidak setimpal dengan yang diberikan oleh pemerintah. Mereka bekerja 7 hari dan dibagi menjadi 3 shift yaitu pagi, siang, malam yang berarti bahwa tenaga kesehatan tidak memiliki waktu istirahat yang banyak terutama pada saat \u2013 saat krusial seperti pandemi yang melanda Indonesia dimana notabenenya banyak permintaan bantuan tenaga kesehatan secara terus \u2013 menerus dari berbagai pusat perawatan kesehatan seperti rumah sakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Tenaga kesehatan bekerja keras sepenuh hati demi menjaga kesehatan masyarakat diluar sana yang memebutuhkan pertolongan. Tetapi masyarakat itu sendiri banyak yang menganggap tenaga kesehatan sebagai pekerjaan biasa yang mengurus orang sakit pada umumnya. Selain itu banyak masyarakat juga menganggap pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia ini merupakan hasil \u2013 hasil konspirasi elit \u2013 elit global yang berasal dari informasi hoax dimana dapat disimpulkan bahwa itu hanya sebuah omong kosong belaka. Tetapi informasi \u2013 informasi real yang nyata dan memiliki validasi seperti tenaga kesehatan yang jelas \u2013 jelas membutuhkan bantuan dari masyarakat seolah dikesampingkan dan dilupakan. Masyarakat itu sendiri seperti memabi buta tentang keadaan kondisi tenaga kesehatan dan hanya ingin mendapatkan informasi yang mereka inginkan tanpa tau kebeneran dan faktanya. Masyarakat tampak tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh tenaga kesehatan yang bahkan sampai beredar berita bahwa banyak tenaga kesehatan yang gugur akibat tertular covid-19 yang ditularkan oleh pasien yang dirawat. Kembali lagi kepada kenyataan bahwa banyak masyarakat hanya menganggap bahwa tenaga kesehatan tersebut hanya pekerja biasa yang tidak lebih tersiksa dari pegawai kantoran yang mereka anggap lelah bekerja setia harinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nyatanya para tenaga kesehatan tersebut sama menderitanya seperti para pekerja pekerja di sektor lainnya. mereka diharuskan selama berbulan-bulan untuk berjaga di unit-unit kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien serta juga untuk melayani masyarakat masyarakat yang melakukan isolasi mandiri. kewajiban pekerjaan tersebut membuat mereka dapat terpisah dari keluarganya selama berbulan-bulan. bukan hanya harus mengorbankan waktu saja mereka juga harus bertaruh nyawa mengingat banyak sekali kasus dimana para tenaga kesehatan gugur di saat sedang menjalankan tugasnya dalam Menghadapi pandemi covid 19 ini. kemudian Tak hanya itu saja, banyak juga kejadian di mana para tenaga kesehatan terlambat menerima insentif yang diberikan oleh pemerintah. beberapa di antaranya bahkan menerima upah yang sangat minim dalam menjalankan tugasnya, seperti supir ambulans, penggali makam, dll.<\/p>\n<div class=\"2c253786f3917100e032eb5504642955\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Adsense Berkah -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9385134775663468\"\r\n     data-ad-slot=\"7150604192\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Muhammad Farzha Putra Angkatan 2021 Pandemi ini telah meninggalkan berbagai pelik bagi seluruh masyarakat di negeri ini, mulai dari pedagang, tenaga kesehatan, pekerja lepas, maupun pekerja-pekerja lainnya semuanya tak terhindarkan dari peliknya pandemi ini. Tak dapat dipungkiri juga pandemi ini sedikit demi sedikit telah membuat masyarakat kita semakin terpecah belah, beberapa diantaranya bahkan tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2965"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2965"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2966,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2965\/revisions\/2966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}