{"id":4162,"date":"2024-04-15T09:08:41","date_gmt":"2024-04-15T09:08:41","guid":{"rendered":"http:\/\/manifestpers.id\/?p=4162"},"modified":"2024-04-15T09:08:42","modified_gmt":"2024-04-15T09:08:42","slug":"optimalisasi-masjid-sebagai-lembaga-pemakmur-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manifestpers.id\/?p=4162","title":{"rendered":"Optimalisasi Masjid Sebagai Lembaga Pemakmur Masyarakat"},"content":{"rendered":"\n<p>Masjid merupakan pusat ibadah yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan umat Islam. Masjid dibutuhkan sebagai sarana yang memenuhi kegiatan ibadah masyarakat muslim. Beberapa kegiatan ibadah yang dilakukan di lingkungan masjid, yakni seperti salat 5 waktu, salat jum\u2019at, salat Idul Fitri, dan salat Idul Adha. Masjid secara gagasan memiliki posisi yang penting dalam kehidupan umat Islam, tetapi pada kenyataannya masjid masih sering luput dari perhatian masyarakat muslim sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dilansir dari kemenag.go.id, Indonesia memiliki jumlah masjid yang banyak sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Berdasarkan Data Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama, saat ini ada 663.729 masjid\/musala di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, tentu masjid dapat menjadi sebuah lembaga yang solutif apabila dikelola dengan baik. Namun pada realitanya kita melihat sebagian besar masjid masih belum mendapatkan perhatian penuh dari masyarakat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Masjid sebagai pusat ibadah dan kebutuhan rohani dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat, tetapi hanya sedikit saja yang tergerak hatinya untuk pergi ke masjid. Banyak seruan disampaikan oleh para takmir masjid untuk mengajak masyarakat melaksanakan salat di masjid, tetapi seruan itu masih sering diabaikan. Bila kita melihat masjid-masjid sekitar lingkungan kita, kebanyakan akan kita dapati bahwa masjid-masjid tersebut hanya diisi oleh para takmir saat melaksanakan salat 5 waktu, itupun terkadang tidak sampai satu shaf penuh. Masjid baru ramai dikunjungi saat pelaksanaan salat tertentu, seperti salat jumat.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak masjid yang kita temui dibangun dengan sangat mewah. Hebatnya lagi, jarang ada proyek pembangunan masjid yang mangkrak, karena pasti selalu selesai. Untuk menutup biaya, panitia pembangunan masjid mengumpulkan dana melalui sumbangan masyarakat maupun donasi. Semua orang senang ketika pembangunan masjid sudah selesai. Akan tetapi, semua orang seakan lupa bahwa mereka pernah senang dengan selesainya pembangunan masjid tersebut ketika diadakan kegiatan di dalamnya. Semangat membangun masjid sangat tinggi, tetapi semangat untuk mengisi masjid ternyata masih sangat kurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat berbagai kendala dalam menghidupkan masjid, terkadang kita dapati bahwa pemerintah mengajak masyarakat untuk menghidupi masjid yang ada disekitar mereka, agar aktivitas didalamnya dapat dijalankan dengan baik. Dikutip dari gorontalokota.go.id, Mahmud Baderan selaku Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo menyampaikan harapannya apabila pembangunan Masjid Ka\u2019bah Berkah Umat Gorontalo sudah selesai agar tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga bisa digunakan untuk menyebarkan dakwah Islam. Seruan-seruan tersebut mungkin sering kita dengar, namun seruan tersebut belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Bila memang pemerintah berkenan agar masyarakat memakmurkan masjid, maka mereka juga harus melakukan hal yang sama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seruan terbaik adalah dengan memberi contoh. Bila pemerintah hanya mengajak masyarakat bergerak ke masjid, tetapi pemerintah sendiri tidak melakukan hal tersebut, maka ajakan itu tidak akan efektif. Masyarakat membutuhkan teladan, dan teladan terbaik yang bisa mereka lihat secara langsung adalah pemerintah itu sendiri. Ketika masyarakat melihat bahwa pemerintah menghidupi masjid dan mengajak untuk ikut menghidupinya, tentu masyarakat lebih mudah untuk tergerak melakukannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain sebagai sarana ibadah, masjid juga dapat diatur menjadi sarana program sosial. Fungsi utama masjid memang sebagai tempat ibadah. Namun, program-program sosial seperti kajian, pelayanan bisnis, pemberdayaan UMKM, dan pengadaan TPQ atau Taman Pendidikan Al-Qur\u2019an, dapat dilakukan di lingkungan masjid. Masjid bukan hanya tentang ibadah. Ini yang menjadi kendala. Takmir-takmir dari golongan tua yang sudah lama mengurusi masjid, terkadang tidak dapat menerima gagasan-gagasan yang dapat meramaikan masjid dari kalangan muda. Takmir-takmir golongan tua berpendapat bahwa masjid harus difokuskan untuk menjadi tempat ibadah, sedangkan aktivitas selain ibadah harus dilakukan di luar masjid. Padahal, pada masa yang lalu, banyak program sosial dilaksanakan di masjid.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengadaan program sosial di masjid dapat ditunjang dengan pengadaan dana. Dana masjid harus digerakkan, diputar untuk kemakmuran masjid. Tidak boleh dibiarkan mengendap. Di beberapa masjid, kita dapati bahwa takmir masjid sangat senang bila masjidnya memperoleh dana yang banyak, tetapi kita dapati fasilitas masjidnya banyak yang harus diperbaiki. Dana yang ada hanya diendapkan dan tidak disalurkan, sehingga ini yang menjadi masalah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dana yang diperoleh masjid, seharusnya diputar kembali untuk kemakmuran masjid. Tidak perlu khawatir tentang kehabisan dana, karena masjid merupakan lembaga yang mudah dalam memperoleh dana. Hal ini disebabkan banyak masyarakat muslim yang meyakini bahwa sumbangan untuk masjid dapat memberi mereka kehidupan yang lebih baik. Maka, kepercayaan umat dalam menyalurkan uang yang mereka miliki untuk kemakmuran masjid, harus dimaksimalkan dalam bentuk manajemen keuangan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Masjid sama seperti perusahaan, yaitu membutuhkan manajemen yang baik. Bila masjid tidak diatur dengan manajemen yang baik, maka program apapun yang dimiliki tidak akan bisa dijalankan dengan baik. Manajemen yang baik dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya seperti rekrutmen pegawai. Apabila masjid membuka lowongan pekerjaan untuk menjalankan fungsi sehari-hari, seperti petugas kebersihan, petugas parkir, atau petugas salat, maka dalam lingkup besar, masjid-masjid di Indonesia dapat menolong pemerintah dalam menyelesaikan masalah pengangguran, dan dana yang dimiliki oleh masjid dapat disalurkan untuk membayar para pegawai tersebut.<br><br>Ketika pegawai masjid sudah direkrut, dibayar dengan upah yang pantas atas jasa mereka, maka masjid dapat diarahkan untuk mengadakan program sosial, atau aktivitas ke-Islaman. Aktivitas ke-Islaman memang semakin naik tiap harinya, tetapi ada data yang kurang terkait sejauh mana aktivitas tersebut akan berjalan dengan konsisten, terlebih aktivitas ke-Islaman yang dilakukan di masjid. Penuhi masjid dengan aktivitas yang beragam, rangkul semua kalangan, baik kalangan tua maupun muda. Jangan sampai ada saudara muslim kita yang kehilangan identitas Islam hanya karena tidak ada lingkungan atau aktivitas yang menjaga keimanannya.&nbsp;Dilansir dari muhammadiyah.or.id, terjadi penurunan jumlah kaum muslimin secara persentase di negara-negara muslim. Sensus penduduk tahun 2000 mencatat jumlah muslim di Indonesia mencapai 88,2%. Sedangkan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) pada tahun 2022 melaporkan jumlah populasi muslim Indonesia adalah 86,7%. Melihat hal ini, Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, menyeru kaum muslim untuk melakukan evaluasi dan berbenah, termasuk&nbsp;para&nbsp;da\u2019i.<\/p>\n\n\n\n<p>Marilah kita ramaikan masjid. Perbanyak melaksanakan salat di masjid. Bila masjid memiliki program, maka kita yang meramaikannya. Bila belum, maka kita yang mengajukan program tersebut. Bila masjid kekurangan dana, kita yang membantu menutupi kekurangan dana tersebut. Bila masjid memiliki dana yang banyak sementara takmir tidak tahu harus diarahkan kemana, maka kita yang membantu mereka mengelola dana tersebut. Jadikanlah masjid sebagai salah satu tempat untuk kita beraktivitas. Dari masjid kita bangkit. Masjid makmur, masyarakat sejahtera.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Oleh: Oleh : Muhammad Fazli Afdhal Rasyad<\/strong><\/p>\n<div class=\"2c253786f3917100e032eb5504642955\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Adsense Berkah -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9385134775663468\"\r\n     data-ad-slot=\"7150604192\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masjid merupakan pusat ibadah yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan umat Islam. Masjid dibutuhkan sebagai sarana yang memenuhi kegiatan ibadah masyarakat muslim. Beberapa kegiatan ibadah yang dilakukan di lingkungan masjid, yakni seperti salat 5 waktu, salat jum\u2019at, salat Idul Fitri, dan salat Idul Adha. Masjid secara gagasan memiliki posisi yang penting dalam kehidupan umat Islam, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[92],"tags":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4162"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4162"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4164,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4162\/revisions\/4164"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}