{"id":4501,"date":"2025-02-13T13:19:55","date_gmt":"2025-02-13T13:19:55","guid":{"rendered":"http:\/\/manifestpers.id\/?p=4501"},"modified":"2025-02-13T13:22:11","modified_gmt":"2025-02-13T13:22:11","slug":"konsolidasi-amarah-brawijaya-mahasiswa-tuntut-transparansi-ukt-toefl-dan-kebijakan-kampus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manifestpers.id\/?p=4501","title":{"rendered":"KONSOLIDASI AMARAH BRAWIJAYA: Mahasiswa Tuntut Transparansi UKT, TOEFL, dan Kebijakan Kampus"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Malang, ManifesT<\/strong>&#8211; Selasa malam pada tanggal 11 Februari 2025, Aliansi Mahasiswa Brawijaya mengajak seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya untuk berpartisipasi dalam Konsolidasi Amarah Brawijaya yang berlangsung di Gor Pertamina UB. Naufal Aulia Helmi, selaku Menko Pergerakan EM UB Tahun 2025 memberikan keterangan terkait latar belakang dan fungsi diadakannya konsolidasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUrgensi dan mengapa konsol ini lahir itu adalah merupakan bentuk akumulasi dari keresahan temen-temen mahasiswa Universitas Brawijaya terkhusus atas berbagai isu, berbagai pembicaraan yang hari ini sangat meresahkan betul di taman Brawijaya ini. Baik itu kita bicara soal kebijakan Universitas, kebijakan Fakultas, bahkan isu-isu non kebijakan begitu, dan memang dari pembahasan di grup amarah itu sendiri memang disepakati hari ini dilaksanakan konsolidasi untuk membahas hal ini secara konkret dan komprehensif,\u201dujar Naufal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Isu-isu yang dibahas mencakup permasalahan internal Universitas Brawijaya perihal refleksi atas berbagai permasalahan yang belum terselesaikan, kendala dalam pembayaran UKT yang dialami mahasiswa SNBP, serta TOEFL sebagai syarat yudisium dan beberapa isu lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>EM memberikan tanggapan dari isu yang dibahas. Terkait isu UKT mahasiswa jalur SNBP, masalah ini telah dibahas dalam audiensi dengan sejumlah fakultas dalam bentuk lingkar Presiden BEM. <em>Crisis Center <\/em>(CC) juga telah disediakan untuk membantu mahasiswa SNBP, dan melakukan upaya peninjauan kembali UKT. Namun, keterbatasan waktu membuat proses peninjauan menjadi sulit. Selain itu, formula UKT masih belum maksimal sehingga diperlukan penyesuaian nominal. Menaggapi isu TOEFL sebagai syarat yudisium, ketentuan tersebut mengacu pada peraturan rektor No. 96 Tahun 2024, dan pihak rektorat telah menyampaikan kemungkinan untuk melakukan peninjauan kembali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Diskusi dilanjutkan dengan pernyataan dari perwakilan FISIP yang mengkritisi kurangnya informasi dari pihak perguruan tinggi sebelum penerapan aturan baru, seperti kebijakan TOEFL dan UKT. Menanggapi hal ini, EM kemudian menjelaskan bahwa kebijakan TOEFL bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan Universitas Brawijaya. Mahasiswa juga dapat mengikuti tes TOEFL mandiri sebagai syarat yudisium. Selain itu, upaya untuk menyediakan TOEFL gratis masih dalam tahap pertimbangan. EM juga menyampaikan bahwa pertimbangan Wakil Rektor 1 terkait pembekuan anggaran rektorat menyebabkan perubahan dalam Program Universitas Brawijaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, evaluasi dan rencana tindak lanjut dari Konsolidasi AMARAH Brawijaya yang berfokus pada isu-isu internal UB mendapat berbagai tanggapan dari perwakilan fakultas. Advokasi yang dilakukan EM dinilai masih kurang efektif karena terlalu bergantung pada audiensi saja, sehingga perlu tekanan lebih melalui aksi nyata dari pergerakan mahasiswa. Selain itu, disoroti pula pentingnya integrasi yang lebih baik antara EM dan fakultas, kemudian informasi dari fakultas yang belum tersosialisasi dengan optimal. Permasalahan terkait penangguhan UKT juga masih belum memiliki kejelasan untuk tahun akademik berikutnya. Perhatian khusus juga diperlukan untuk program MMD dan KKN yang kini dikelola oleh fakultas dengan pendapatan yang diterima masih terbatas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil dari konsolidasi ini kemungkinan akan menghasilkan kajian dari setiap fakultas yang disesuaikan dengan kepentingan masing-masing fakultas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHari ini disepakati bahwasannya nanti tiap-tiap fakultas akan menetapkan konsolidasi atau lingkar secara internal di fakultasnya sendiri untuk membuka ruang terkait apa saja sih masalah yang ada di Brawijaya pada hari ini, itu yang pertama. Dan yang kedua, apabila berbicara soal <em>output<\/em> jelas bahwasannya hari ini <em>output <\/em>dan <em>outcome<\/em> yang kita harapkan, yang kita sedang kejar adalah bagaimana kita menghasilkan suatu solusi atas permasalahan yang hadir hari ini. Oleh karena itu agar solusi tetap di rasa komprehensif, dirasa tepat. Balik ke point tadi bahwasannya memang yang kita harapkan solusi yang komprehensif dan mungkin kita mencoba untuk akhirnya membedah, mem-break down apa akar permasalahan dari setiap isu tadi. Makanya kita coba mengkonsepmentasi nanti dimulai dari melakukan penjaringan. Nah nantinya untuk apa<em> output<\/em> yang berbentuk eskalasi gerakan dan demonstrasi atau apapun itu nantinya itu akan kita bahas lebih lanjut di konsolidasi selanjutnya,\u201d terang Naufal.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsolidasi Amarah Brawijaya ditutup dengan kesimpulan serta langkah-langkah&nbsp; tindak lanjut dalam merespons berbagai isu internal yang dihadapi mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<p>Point utama pada Konsolidasi Amarah Brawijaya dalam menyikapi isu internal mencakup beberapa permasalahan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Permasalahan UKT yang tiba-tiba berubah ditengah jalan pada saat pembayaran UKT Semester genap tahun 2024&nbsp;<\/li><li>Permasalahan TOEFL yang tertera dalam Pertor No. 96 Tahun 2024 yang menjadikan TOEFL sebagai syarat yudisium. Pihak Rektorat masih mengusahakan TOEFL Gratis.&nbsp;<\/li><li>Simpang siur informasi yang sudah merajalela di semua fakultas. Seluruh fakultas merasakan keresahan yang sama, yakni segala informasi yang dikeluarkan oleh pihak rektorat ataupun fakultas sering kali tidak jelas atau bersifat abu-abu.&nbsp;<\/li><li>Transparansi anggaran dana yang dikeluarkan oleh pihak kampus. Salah satunya transparansi anggaran dana mengenai MMD dan KKN<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Sebagai langkah konkret dalam merespons berbagai isu yang telah dibahas, beberapa tindakan yang akan segera dilakukan diantaranya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Pengumpulan Data Permasalahan &#8211; Setiap fakultas akan melakukan inventarisasi isu melalui form pengaduan.<\/li><li>Penyusunan Kajian Bersama &#8211; kajian bersama akan disusun dalam waktu satu minggu ke depan.<\/li><li>Evaluasi Sistem Advokasi &#8211; Evaluasi terhadap sistem advokasi akan dilakukan untuk memperbaiki efektivitas gerakan.<\/li><li>Peningkatan Transparansi dan Partisipasi Mahasiswa &#8211; Advokasi akan lebih menekankan transparansi dan keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Penulis : Muhammad Riyan Ramadhani<\/p>\n\n\n\n<p>Editor : Zuchaira Pratiwi Tahir<\/p>\n\n\n\n<p>Pimpinan Redaksi : Raynaldy Aulia Mahendra<\/p>\n<div class=\"2c253786f3917100e032eb5504642955\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Adsense Berkah -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9385134775663468\"\r\n     data-ad-slot=\"7150604192\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, ManifesT&#8211; Selasa malam pada tanggal 11 Februari 2025, Aliansi Mahasiswa Brawijaya mengajak seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya untuk berpartisipasi dalam Konsolidasi Amarah Brawijaya yang berlangsung di Gor Pertamina UB. Naufal Aulia Helmi, selaku Menko Pergerakan EM UB Tahun 2025 memberikan keterangan terkait latar belakang dan fungsi diadakannya konsolidasi tersebut. \u201cUrgensi dan mengapa konsol ini lahir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4502,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[152,154],"tags":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4501"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4501"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4504,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4501\/revisions\/4504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4502"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}