{"id":4561,"date":"2025-03-24T04:35:19","date_gmt":"2025-03-24T04:35:19","guid":{"rendered":"http:\/\/manifestpers.id\/?p=4561"},"modified":"2025-03-24T04:35:21","modified_gmt":"2025-03-24T04:35:21","slug":"massa-aksi-tolak-uu-tni-hadapi-kekerasan-aparat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manifestpers.id\/?p=4561","title":{"rendered":"Massa Aksi Tolak UU TNI Hadapi Kekerasan Aparat"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Malang, ManifesT<\/strong>-Sebagai kelanjutan dari aksi mimbar bebas yang sebelumnya digelar pada Kamis (20\/03), koalisi masyarakat sipil Kota Malang melakukan aksi bertajuk \u201c#SaatnyaKitaKatakanCukup: Tarik Militer Ke Barak Episode II\u201d pada Minggu (23\/03). Aksi yang dilakukan di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang (DPRD Kota Malang) itu berujung dengan terjadinya <em>chaos<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Aksi kali ini mulanya menampilkan mimbar bebas dan penampilan teatrikal yang dibawakan oleh elemen masyarakat sipil. Selain itu, massa membawa berbagai poster, di antaranya bertuliskan \u201cloreng keparat\u201d, \u201cPerang di Semua Front\u201d, \u201cSupremasi Sipil\u201d, dan <em>\u201cThe State Steal, The Cops Kill\u201d.<\/em> Kemudian, sebagai bentuk protes pada pengesahan UU TNI, massa membakar sebuah seragam loreng khas Tentara Nasional Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMakan bergizi gratis dikelola dan dijalankan dengan bantuan militer, pembukaan lahan dipimpin oleh senjata, ketahanan pangan dibuat dengan model komando teritorial, dan pendekatan keamanan kawasan hutan ditertibkan dengan model koersi tanpa memperhatikan eksistensi masyarakat. Negara ini sedang darurat supremasi sipil kawan-kawan,\u201d tegas salah satu peserta aksi yang berorasi dalam mimbar bebas.<\/p>\n\n\n\n<p>Koordinator Lapangan Aksi, Naufal Aulia Hilmi atau yang akrab disebut Rembo, mengungkapkan ancaman perampasan kebebasan yang akan dialami Indonesia kedepannya apabila militer masuk dalam ranah sipil.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMungkin ini hari terakhir, kita bisa enak untuk bebas apapun itu tanpa kita harus takut dibredel peluru. Mungkin ini hari terakhir kita bisa pakai <em>WhatsApp<\/em>, karena nantinya kita bakal diretas <em>WhatsApp<\/em> kita. ketika militer ambil alih sipil, maka rakyat yang angkat senjata!\u201d ujar Naufal dalam orasinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Situasi berkali-kali memanas dimana beberapa peserta aksi melemparkan botol plastik, batu, hingga petasan ke dalam komplek Gedung DPRD Kota Malang. Tak cukup sampai di situ, peserta aksi diduga melempar bom molotov yang mengenai dinding gedung DPRD, mengakibatkan munculnya kobaran api, hingga dipadamkan oleh Petugas Pemadam Kebakaran yang berjaga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Puncaknya, aparat gabungan yang terdiri atas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyerbu untuk memukul mundur massa aksi. Selama proses ini, aparat gabungan melakukan pengejaran hingga Jalan Suropati dan Jalan Kertanegara. Bersamaan dengan kejadian ini pula, web CCTV Malang Kota tidak dapat di akses oleh seluruh perangkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selama proses pemukulan mundur tersebut, aparat gabungan melakukan tindakan represif kepada sejumlah massa aksi, salah satunya Menteri Koordinator Pergerakan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap) aksi&nbsp; Naufal A. Hilmi. Aparat juga melakukan penangkapan terhadap sejumlah massa aksi untuk kemudian dibawa ke kawasan Balai Kota.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Daerah Kota Malang Delta Nishfu Aditama sempat mengalami kekerasan dan percobaan penangkapan oleh orang tak dikenal (OTK) dengan pakaian preman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAku memar di tangan, diseret terus dipukuli dan hampir dibawa,\u201d ujarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menduga OTK tersebut merupakan aparat yang tidak mengenakan seragam .<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPokoknya yang gak berseragam itu ada 4 orang, sama yang berseragam aku nggak ngitung,\u201d terang Delta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain massa aksi dan pers mahasiswa, awak medis diduga turut menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh aparat gabungan. melansir dari akun <em>Instagram<\/em> @bangsa_mahasiswa, paramedis yang sedang berjaga di posko ikut direpresi oleh aparat.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Raynaldy dan Ira<\/p>\n\n\n\n<p>Editor: Zuchaira Pratiwi Tahir<\/p>\n\n\n\n<p>Pimpinan Redaksi: Raynaldy Aulia Mahendra<\/p>\n<div class=\"2c253786f3917100e032eb5504642955\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Adsense Berkah -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9385134775663468\"\r\n     data-ad-slot=\"7150604192\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, ManifesT-Sebagai kelanjutan dari aksi mimbar bebas yang sebelumnya digelar pada Kamis (20\/03), koalisi masyarakat sipil Kota Malang melakukan aksi bertajuk \u201c#SaatnyaKitaKatakanCukup: Tarik Militer Ke Barak Episode II\u201d pada Minggu (23\/03). Aksi yang dilakukan di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang (DPRD Kota Malang) itu berujung dengan terjadinya chaos. Aksi kali ini mulanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4562,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[152,154],"tags":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4561"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4561"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4561\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4563,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4561\/revisions\/4563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}