{"id":4944,"date":"2026-04-07T07:44:17","date_gmt":"2026-04-07T07:44:17","guid":{"rendered":"http:\/\/manifestpers.id\/?p=4944"},"modified":"2026-04-07T07:44:19","modified_gmt":"2026-04-07T07:44:19","slug":"doa-dan-amarah-di-rektorat-ub-mengawal-keadilan-untuk-kavana-hafil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/manifestpers.id\/?p=4944","title":{"rendered":"Doa dan Amarah di Rektorat UB: Mengawal Keadilan untuk Kavana Hafil"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Malang, ManifesT <\/strong>&#8211; Pada Senin, 6 April 2026, sebuah aksi solidaritas dilaksanakan di area lapangan rektorat oleh sivitas akademika bersama Aliansi Mahasiswa Universitas Brawijaya. Aksi ini digerakkan oleh tuntutan untuk mengusut tuntas misteri hilangnya nyawa seorang mahasiswa berprestasi dari program S-3 Biologi, bernama Kavana Hafil Kusuma, yang terus disuarakan melalui seruan tegas \u201cJustice for Hafil\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Massa berkumpul untuk menuntut pemenuhan hak atas kebenaran dan keadilan yang seharusnya didapatkan dalam sebuah negara hukum, mengingat kasus kematian ini sudah berjalan selama hampir empat hingga lima bulan namun belum juga diselesaikan. Dalam orasinya, massa aksi secara keras menolak dan memperingatkan pihak kepolisian agar tidak menyederhanakan kasus ini menjadi sekadar kasus bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah gemuruh kekecewaan terhadap lambatnya kejelasan informasi, sebuah pertanyaan penuh amarah pun dilontarkan di hadapan massa aksi<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBagaimana mungkin orang bunuh diri mengikat dirinya sendiri? Apakah ini wajar?\u201d seru salah satu orator di hadapan massa aksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Berangkat dari kejanggalan-kejanggalan fatal tersebut, para pengunjuk rasa mendesak agar aparat memandang insiden ini sebagai dugaan kasus pembunuhan yang harus diusut tuntas. Tragedi hilangnya nyawa akademisi berprestasi ini telah memukul pihak kampus; duka dan kebingungan ini tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh jajaran dosen dan pimpinan akademik yang kini turut turun tangan menuntut kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Keterlibatan pihak kampus terlihat dari para profesor yang turut menyatakan simpatinya atas tragedi ini. Para akademisi tersebut berencana mengorganisasi bantuan hukum sebagai langkah konkret agar kasus ini dapat terus dikawal hingga kebenarannya terungkap.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersamaan dengan dukungan hukum dan moral tersebut, seluruh elemen kampus bersatu untuk menyuarakan tuntutan mereka. Massa aksi secara spesifik mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas proses penyidikan terhadap kematian almarhum dengan penuh keseriusan. Selain itu, massa aksi menuntut agar kepolisian memberikan transparansi informasi secara faktual sesuai temuan di lapangan kepada pihak keluarga korban. Secara institusional dan sosial, massa aksi berdiri berdampingan untuk dengan lantang menolak penetapan kasus yang menimpa korban ini jika disederhanakan menjadi sekadar kasus percobaan bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekecewaan ini turut memunculkan pertanyaan kritis mengenai di mana posisi strategis Lembaga Tinggi Mahasiswa Universitas Brawijaya saat nyawa salah satu bagian dari sivitas akademika hilang tanpa kejelasan. Menjawab keresahan tersebut, Ilmana selaku Dirjen Aksi dan Propaganda BEM Fapet UB turut mengambil sikap dan menyoroti respons dari petinggi universitas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDi sini peran pada sivitas akademika, tentunya dengan Rektorat. Di sini saya melihat bahwasannya Rektorat masih belum memberikan kejelasan terkait kasus pada Mas Hafil ini. Mengingat Mas Hafil ini juga adalah bagian dari Mahasiswa Brawijaya. Tentunya juga bagian dari orang penting yang mungkin saya harap, mungkin saya bilang Mas Hafil ini adalah orang cerdas gitu. Yang dinilai orang yang berpengaruh gitu di Brawijaya. Jadi tentunya pada Rektor Brawijaya juga harus bertindak tegas lah kepada korban, pada pelaku,\u201d ungkap Ilmana.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai bentuk komitmen nyata, langkah konsolidasi konkrit selanjutnya akan segera diambil oleh seluruh elemen pergerakan Mahasiswa UB untuk merapatkan barisan dan memastikan kasus ini dikawal hingga tuntas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk per hari ini juga, teman-teman dari Brawijaya, khususnya di Amara Brawijaya, akan terus mengawal sampai tuntas kasus di Mas Hafil ini. Nantinya setelah kita melakukan aksi simbolik hari ini, kita akan melanjutkan aksi, melakukan konsolidasi lanjutan untuk menyikapi kasusnya Mas Hafil ini nantinya. Setelah melakukan aksi simbolik pada hari ini,\u201d tegas Ilmana.<\/p>\n\n\n\n<p>Rangkaian unjuk rasa dan penyampaian aspirasi tersebut kemudian ditutup dengan penuh kekhidmatan. Aksi diakhiri dengan doa bersama di depan gedung rektorat Universitas Brawijaya sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum sekaligus manifestasi harapan agar keadilan segera ditegakkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Adzirah, Alief, dan Riyan.<\/p>\n\n\n\n<p>Editor: Andi Imam Rafi<\/p>\n\n\n\n<p>Pimpinan Redaksi: Husein Kurnia Hoetomo<\/p>\n<div class=\"2c253786f3917100e032eb5504642955\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Adsense Berkah -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9385134775663468\"\r\n     data-ad-slot=\"7150604192\"\r\n     data-ad-format=\"auto\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, ManifesT &#8211; Pada Senin, 6 April 2026, sebuah aksi solidaritas dilaksanakan di area lapangan rektorat oleh sivitas akademika bersama Aliansi Mahasiswa Universitas Brawijaya. Aksi ini digerakkan oleh tuntutan untuk mengusut tuntas misteri hilangnya nyawa seorang mahasiswa berprestasi dari program S-3 Biologi, bernama Kavana Hafil Kusuma, yang terus disuarakan melalui seruan tegas \u201cJustice for Hafil\u201d. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":4945,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[152],"tags":[],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4944"}],"collection":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4944"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4946,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4944\/revisions\/4946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4945"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/manifestpers.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}