Home Berita Persiapan, Program Kerja Unggulan, hingga Harapan Capres-Cawapres BEM RDM FH UB Tahun...

Persiapan, Program Kerja Unggulan, hingga Harapan Capres-Cawapres BEM RDM FH UB Tahun 2022

1096
0
SHARE

Sumber: Dokumentasi Tim Liputan ManifesT

ManifesT, Malang, Jumat (25/11/2022) – Pemilihan Mahasiswa Wilayah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Pemilwa FH UB) Tahun 2022 telah sampai pada tahap Debat Terbuka.

Dalam rangkaian acara ini, para Calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berusaha meyakinkan calon pemilih dengan pemaparan visi, misi, dan program kerja yang yang mereka bawakan, serta memberikan argumen terhadap mosi debat yang diberikan.

Adapun Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Tahun 2022 terdiri dari:

  1. Ryandika Abbel – Fritzie Gabrielle
  2. M. Abdurrahman – Amelia Salsa
  3. Josua AF Silaen – Thareq Hidayat

Dalam kesempatan wawancara dengan Tim Liputan ManifesT, masing-masing Pasangan Calon memaparkan persiapan, program kerja unggulan, hingga harapan mereka pada Pemilwa FH UB Tahun 2022.

  1. Ryandika Abbel – Fritzie Gabrielle

Persiapan

Pasangan Calon Nomor Urut 1 telah menampung aspirasi dari seluruh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Baik terkait peningkatan fasilitas, pengembangan potensi minat dan bakat di bidang akademik maupun non-akademik, penyediaan layanan, hingga berbagai hal lain yang nantinya akan diwujudkan oleh Pasangan Calon ini.

“Kita mempersiapkan banyak program kerja, dan juga kegiatan yang lebih melibatkan mahasiswa secara umum, baik itu secara langsung sebagai panitianya, atau program kerja yang ditujukan kepada mahasiswa tapi disini impact-nya berkelanjutan. Jadi kita ngga fokus di ekspansinya aja,tapi di sustainabilitas juga,” ungkap Ryandika.

Program Kerja Unggulan

Jika terpilih, Pasangan Calon Nomor Urut 1 akan mencanangkan beberapa program kerja, diantaranya penyelenggaraan olimpiade dalam bidang akademik maupun non-akademik, pengadaan “Justicia Market” sebagai upaya membangun jiwa entrepreneurship Mahasiswa FH UB, pengadaan career expo sebagai bentuk kepedulian akan peluang kerja Mahasiswa FH UB, pengadaan “Justicia Graduation Day”, serta pemberlakuan jaring internasional sebagai wadah perbaikan bagi internal BEM FH UB kedepannya.

Terkait program kerja career expo, Fritzie menjelaskan bahwa terdapat dua rangkaian kegiatan di dalamnya yaitu mentoring dan expo. Dalam rangkaian mentoring, Mahasiswa FH UB akan dibekali pengetahuan dan gambaran tentang dunia kerja. Sedangkan dalam pelaksanaan expo, nantinya akan diakomodasi peluang-peluang pekerjaan, internship, dan hal lain yang dapat meningkatkan daya saing Mahasiswa FH UB dalam dunia kerja.

“Selain itu kami juga akan ada awarding secara internal, dimana ini menjadi wadah pengapresiasian kepada lembaga- lembaga yang ada di Fakultas Hukum, karena seperti yang kita tahu ya, kurangnya wadah pengapresiasian kepada teman-teman baik di lembaga otonom maupun di lembaga semi otonom. Jadi di situ kami ingin mengapresiasi atas kerja keras dari temen-temen yang udah berkontribusi di Fakultas Hukum,” tambah Fritzie

Harapan

Ryandika Abbel dan Fritzie Gabrielle berharap agar FH UB dapat lebih membuka ruang akademis sebagai ajang pengembangan diri mahasiswa. Selain itu mereka pun menitipkan pesan bagi mahasiswa untuk benar-benar turut aktif dalam setiap organisasi kemahasiswaan dan meningkatkan prestasi.

Lebih lanjut, Pasangan Calon ini juga menyinggung hal yang kerap dikeluhkan berdasarkan aspirasi yang telah terkumpul selama masa kampanye, yaitu mengenai perizinan yang acap kali dipermasalahkan dan juga terkait pengoptimalan sarana dan prasarana. Ryandika dan Fritzie menyatakan diri dapat memperjuangkan hal ini secara bersama-sama melalui wadah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

“Kami kembali membuka ruang-ruang baik di (bidang) akademik maupun non-akademik kepada mahasiswa FH UB,” tutup Fritzie.

  • M. Abdurrahman – Amelia Salsa

Persiapan

Pasangan Calon Nomor Urut 2 telah mempersiapkan grand design yang dirancang berdasarkan pengalaman di bidang keorganisasian dan keprestasian yang telah mereka miliki. Selain itu, Pasangan Calon ini pun telah mempelajari bagaimana birokrasi di FH UB agar grand design yang mereka bawakan dapat tersistematisasi dengan jelas.

“Saya juga punya pengalaman sebagai Anggota Komisi 3 Pengawasan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, yang mana sangat mendulang banyak sekali poin-poin evaluasi, poin-poin yang perlu ditingkatkan dalam bentuk inovasi, yang mana itu akan saya masukkan dan terapkan dalam grand design kami,” terang Abdurrahman.

“Kami sendiri, Mas Abduh merupakan mahasiswa yang berprestasi, saya juga telah mencapai beberapa prestasi selama saya kuliah di sini, itu merupakan bekal kami sebagai para pencalon di Pemilwa kali ini, juga nantinya menjadi bekal kami untuk membawa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini,” kata Amelia.

Program Kerja Unggulan

Pasangan Calon Nomor Urut 2 sepakat bahwa visi dan misi, program kerja, serta grand design yang mereka tawarkan merupakan serangkaian hal yang sangat penting dan perlu dijalankan secara berurutan. Pengembangan akseleratif menjadi kunci utama dalam melaksanakan pengadaan program yang mereka canangkan seperti halnya, Justicia Mengajar, Sekolah Mawapres, dan penciptaan suatu program kerja yang akan memastikan diterimanya informasi internasional oleh Mahasiswa FH UB.

“…kita perkuat terlebih dahulu pendidikan nilai dan karakternya, baru kita masuk ke pengembangan yang sifatnya intelektualitas, pengembangan prestasi, dan lain sebagainya. Setelah itu, setelah orang-orang sudah masuk ke dalam dua ranah tadi, baru itulah yang dipersiapkan untuk masuk ke dunia keprofesian, inilah yang kita perlu camkan,” ujar Abdurrahman.

Mengenai internasionalitas FH UB, Amelia menambahkan bahwa adanya program kerja ini berangkat dari keterbatasan informasi tentang dunia internsional, beasiswa internasional, summer school, dan pertukaran pelajar. Sedangkan berdasarkan pengamatannya banyak Mahasiswa FH UB yang tertarik dengan informasi semacam ini.

“Tidak sampai di situ saja, kami juga akan melakukan pembinaan dan pengembangan kepada mahasiswa-mahasiswa tersebut yang tertarik dan berminat untuk terjun ke dunia internasional supaya nantinya ketika akan diberangkatkan ke dunia internasional, sudah benar-benar siap untuk bertarung di dunnia internasional,” jelas Amelia

Harapan

“Harapan saya siapapun yang terpilih dapat mewujudkan visi misi nya, dapat membawa kebermanfaatan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, dan dapat membawa kehormatan di Universitas Brawijaya dan juga masyarakat sekitar,” harap Abdurrahman

“Dan juga harapan saya dari segala macam latar belakang para pencalon, saya harap ketika nanti mendapat amanah untuk membawa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya itu benar-benar memahami bagaimana birokrasinya, bagaimana alurnya, bagaimana nanti caranya dapat membawa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ke arah yang jauh lebih baik lagi. Karena visi misi, grand design itu tidak akan ada apa-apanya tanpa suatu sistem yang jelas, tanpa pemahaman dari para pencalon untuk bagaimana caranya mewujudkannya,” tutup Amelia

  • Josua AF Silaen – Thareq Hidayat

Persiapan

Pasangan Calon Nomor Urut 3 telah mempersiapkan grand design yang bertitik tolak pada keberagaman yang ada di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

“Kami melihat terlalu tersegmentasinya Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, yang mungkin dibeda-bedakan oleh tongkrongan, organisasi, dan sebagainya. Kami juga melihat kurang masifnya mengenai pengembangan kebudayaan yang menjadi titik tolak kami,” ungkap Josua.

Didasarkan pada hal tersebut, Pasangan Calon ini membawakan visi dan misi yang berkaitan dengan kebudayaan, pendidikan berkarakter, dan Pancasila dengan anggapan bahwa di era sekarang ideologi harus dipertahankan karena semakin majunya zaman semakin banyak ancaman yang akan datang. Gagasan tersebut kemudian akan dituangkan dalam program kerja yang nantinya akan dibawakan oleh Pasangan Calon.

Program Kerja Unggulan

Dalam menjalankan program kerja, Thareq menjelaskan terdapat dua hal yang menjadi fokus utama pasangan calon ini yaitu terkait pengakomodasian keberagaman dan perbaikan sistem kerja organisasi untuk menjadi organisasi yang jauh lebih sehat, inklusif, dan humanis.

Adapun rangkaian program kerja yang kemudian dicanangkan, yaitu pembentukan tim anti kekerasan seksual dan tim anti perundungan, pembentukan program Law Capacity Building sebagai wadah pembentuk karakter Mahasiswa FH UB yang berbasis pada identitas sebagai mahasiswa fakultas hukum, pengadaan progress bar dan to do list sebagai bentuk penciptaan sistem kinerja yang transparan, efektif, dan dapat terarah, serta pencanangan program “Culture Festival” sebagai wadah untuk menampung keberagaman yang ada di FH UB.

Mengenai pembentukan tim anti kekerasan seksual dan tim anti perundungan, Thareq menngatakan bahwa tim ini akan berdiri secara independen.

“Nantinya tim ini akan berdiri secara independen bersama Kementerian P3 ataupun nanti Insya Allah jika kami dipercayai, maka akan berubah menjadi Kementerian Pengharusutamaan Gender. Nantinya kami juga akan bekerja sama dengan BKBH dan akan bersama-sama bersinergi dengan LO/LSO untuk menciptakan ruang yang aman di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya,” ungkap Thareq

Harapan

Josua menyatakan bahwa melebihi hasrat untuk menang, mereka mengharapkan suatu perubahan yang berkelanjutan. Mereka melihat kontestasi saat ini mencerminkan demokrasi yang lebih dewasa, terlihat dari tidak adanya segmentasi golongan yang saling menjatuhkan.

Demi mempertahankan hal ini, mereka menghendaki komposisi dalam struktural Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang proporsional dengan mengesampingkan penilaian subjektif dan penilaian yang berdasarkan golongan tertentu, serta lebih menitikberatkan pada kualitas dan kapasitas tiap orang yang mengisinya.

“Seyogianya ketika kita memiliki sebuah jargon ‘Hukum Bersatu Tak Bisa Dikalahkan’, maka jargon tersebut harus kita buktikan dan kongkretkan, dengan apa? Dengan memulai untuk menerima keberagaman yang ada. Karena hukum bersatu kita menjadi kuat, karena hukum bersatu tak bisa dikalahkan,” tutup Josua.

Penulis: Alfian Akbareldi, Yohana Sekar, Diandra Emanuella, Widia Rahmatul

Editor: Tazkiya Lidya Alamri

Pimpinan Redaksi: Trian Marfiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here